Selamat Datang di Blog Patria Jaya dsk. - Santa Theresia
Wilayah 4, Paroki Lubang Buaya - Gereja Kalvari, Jakarta Timur

15 Oktober 2015

Memilih Hidup atau Mati

http://theresia-patria-jaya.blogspot.com/


Surga dan neraka ada di balik setiap pintu dan jendela.” Pernahkah Anda mendengar kalimat ini? Satu kalimat yang saya peroleh dari sebuah film fiksi ini membuat saya banyak merenung, apa maksud yang ada di baliknya sesungguhnya?

Kalau kita kaitkan dengan free will, maka kita akan ingat kehendak bebas yang Allah berikan kepada manusia. Sekalipun Allah memberikan kebebasan kepada kita untuk memilih, apakah kita akan hidup menurut kehendak-Nya atau tidak, Ia juga memberitahu-kan kepada kita konsekuensi dari setiap pilihan kita. Keputusan yang dibuat atas dasar kebenaran akan menghasilkan kehidupan, sebaliknya, keputusan salah yang kita ambil akan menghasilkan kebinasaan.

Setiap hari, setiap jam, setiap detik berbagai pilihan tersedia di depan kita. Satu pilihan membawa kita kepada satu kemungkinan dan pilihan yang lain membawa kita kita kemungkinan yang lain juga. Setiap pilihan yang seturut dengan kehendak Allah (kasih, kemurahan hati, pengampunan, pengorbanan, dan iman) adalah jalan kepada surga. Di sisi lain, pilihan-pilihan yang salah (kepentingan & keuntungan pribadi, dosa, dan ketidak percayaan) adalah jalan menuju neraka.

Mazmur 1:6 menuliskan bahwa Tuhan mengenal jalan orang benar; di sini digunakan kata yaw-dah’ (mengenal), yaitu kata yang sama yang digunakan ketika Adam bersetubuh dengan Hawa. Jadi, kebenarannya adalah Allah menyatu, ada bersama-sama dengan orang benar, sedang orang fasik dibiarkannya berjalan sendiri menuju kebinasaan. Benarkah surga & neraka bisa kita rasakan sekalipun kita masih ada di dunia? Allah berjanji bahwa bila kita hidup benar, surga-Nya akan dinyatakan bagi kita (penyertaan, damai sejahtera, dan perkenanan-Nya sendiri). Neraka (rasa tidak tenang, kegagalan yang terus berulang, penolakan Allah sendiri) akan menjadi bagian mereka yang hidup fasik.

Sebab TUHAN mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.
(Mazmur 1:6)