Selamat Datang di Blog Patria Jaya dsk. - Santa Theresia
Wilayah 4, Paroki Lubang Buaya - Gereja Kalvari, Jakarta Timur

12 Oktober 2015

Kecuali Tanda Nabi Yunus

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XXVIII – Senin, 12 Oktober 2015)
Keluarga Fransiskan Kapusin (OFMCap./OSCCap.): Peringatan S. Serafinus dr Montegranaro, Biarawan 

http://theresia-patria-jaya.blogspot.com/

Ketika orang banyak mengerumuni-Nya, berkatalah Yesus, “Orang-orang zaman ini adalah orang jahat. Mereka meminta suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda Nabi Yunus. Sebab seperti Yunus menjadi tanda untuk orang-orang Niniwe, demikian pulalah Anak Manusia akan menjadi tanda untuk orang-orang zaman ini. Pada waktu penghakiman, ratu dari Selatan itu akan bangkit bersama orang-orang zaman ini dan ia akan menghukum mereka. Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengarkan hikmat Salomo, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih daripada Salomo! Pada waktu penghakiman, orang-orang Niniwe akan bangkit bersama orang-orang zaman ini dan mereka akan menghukumnya. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat waktu mereka mendengarkan pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih daripada Yunus!” (Luk 11:29-32) 

Bacaan Pertama: Rm 1:1-7; Mazmur Tanggapan: Mzm 98:1-4
Yesus telah membuat banyak mukjizat dan tanda heran lainnya di tengah orang-orang Yahudi, namun sejumlah pemimpin agama menuntut satu lagi tanda luarbiasa untuk membuat validasi atas pelayanan-Nya. Yesus bersedih hati melihat kekerasan hati para pemuka agama tersebut. Ia menegur mereka untuk ketidakpercayaan mereka dan mengatakan kepada mereka bahwa Dia tidak akan memberikan apa-apa kepada mereka, kecuali tanda nabi Yunus. Apakah yang dimaksudkan dengan “tanda nabi Yunus” ini, dan bagaimana Yesus memenuhinya?

Orang-orang Niniwe adalah bangsa kafir yang secara rutin menteror bangsa-bangsa/negeri-negeri yang berdekatan dengan tempat kediaman mereka, sehingga dengan demikian dosa-dosa mereka telah membuat mereka siap untuk dihukum oleh Allah (Yun 3:4). Setelah mendengar pesan dari Yunus, orang-orang Niniwe langsung melakukan pertobatan, dan Alllah pun berbelas kasih kepada mereka dan menyesal karena malapetaka yang hendak didatangkan-Nya ke atas orang-orang Niniwe (Yun 3:10; bdk. 4:2). Yang mengejutkan Yunus tentang hal ini dapat kita pahami: Mengapa YHWH harus sedemikian berbelas kasih atau sedemikian bermurah hati terhadap sekelompak orang kafir yang tidak pernah mengakui otoritas-Nya.

Inilah pokok masalahnya: Seperti Allah mengampuni orang-orang Niniwe, demikian pula halnya dengan Yesus yang telah mengampuni kita masing-masing untuk semua dosa kita. Kita tidak berbeda dengan orang-orang Niniwe, baik dalam hukuman yang pantas ditimpakan atas diri kita maupun dalam belas kasih atau kemurahan hati Allah yang kita terima. O, betapa dalamnya kasih Allah itu! Betapa lebar belas kasih-Nya! Allah sampai memutuskan untuk meng
orbankan Putera-Nya sendiri sebagai kurban persembahan guna penebusan kita.

http://theresia-patria-jaya.blogspot.com/

Dalam terang belas kasih Allah yang sedemikian, bagaimana sebaiknya kita memberi tanggapan? Para lawan Yesus mengeraskan hati mereka dan terus saja menuntut supaya Yesus membuat lebih banyak tanda lagi. Janganlah kita sampai memberi tanggapan seperti yang dilakukan oleh para lawan Yesus tersebut. Sebaliknya, marilah kita merangkul tanda nabi Yunus, bertobat atas dosa-dosa kita dan memperkenankan belas kasih Allah mengubah diri kita. Daripada mencari solusi ajaib untuk segala masalah kita, marilah kita mengundang Yesus masuk ke dalam tantangan-tantangan kecil dan godaan-godaan yang kita hadapi setiap hari. Misalnya, apakah kita (anda dan saya) membutuhan lebih banyak kesabaran dengan pasangan hidup kita, saudari-saudara sekomunitas dlsb.? Apakah kita tergoda untuk melakukan kecurangan di tempat kerja kita? Apakah kita merasa sulit untuk berdoa akhir-akhir ini?

Saudari-Saudara terkasih, Yesus adalah perwujudan belas kasih Allah, Ia adalah “Sakramen Bapa” (lihat Yoh 14:8-9). Marilah kita sekarang datang menghadap Yesus guna memohon pertolongan-Nya. Biarlah “tanda nabi Yunus” berbuah dalam hati kita dan membuat kita menjadi saksi-saksi yang lebih tangguh dari Injil Yesus Kristus.

DOA: 
Tuhan Yesus, manakala aku dikepung dengan banyak masalah, jagalah agar aku tetap setia dalam iman selagi aku memusatkan pandanganku ke depan, yaitu kepada kepenuhan penyelamatan-Mu. 
Amin.