Selamat Datang di Blog Patria Jaya dsk. - Santa Theresia
Wilayah 4, Paroki Lubang Buaya - Gereja Kalvari, Jakarta Timur

02 Agustus 2015

Pengajaran Tentang Kesukaran

http://theresia-patria-jaya.blogspot.com/

“Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia” 
(Yohanes 16:33)

PANDANGAN umum dalam kehidupan kristen ialah bahwa menjadi seorang kristen berarti dibebaskan dari semua masalah atau kesukaran. Tetapi yang sebenarnya, kehidupan kristen berarti dibebaskan dalam kesukaran, — suatu hal yang sangat berbeda. “Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa… malapetaka tidak akan menimpa kamu, dan tulah tidak akan mendekat kepada kemahmu” (Mazmur 91:1,10). – yaitu tempat dimana Anda satu dengan Allah.

Jika Anda seorang anak Allah, pasti akan menghadapi kesukaran, tetapi Yesus mengatakan Anda jangan heran bila hal itu menimpa Anda. “Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.” Apa yang Dia katakan, ”Tidak ada ada hal yang harus Anda takuti”.

Orang yang sama, yang sebelum diselamatkan menolak untuk membicarakan kesukaran, sering justru mengeluh dan berkhawatir walaupun telah diselamatkan, karena mereka mempunyai gagasan yang keliru tentang makna kehidupan seorang percaya.

Allah tidak memberi kita hidup berkemenangan, tetapi Dia memberi kita hidup, sementara kita menjalani dan mengatasi kehidupan. — God does not give us overcoming life, He gives us life as we overcome. Kesukaran hiduplah yang membangun kekuatan kita. Jika tidak ada kesukaran, takkan ada kekuatan.

Apakah Anda meminta Allah memberi hidup, kemerdekaan dan sukacita? Dia tidak dapat memberikannya jika Anda tidak bersedia menerima kesukaran. Dan begitu Anda menghadapi kesukaran, Anda akan segera mendapat kekuatan. Kalahkan rasa kecut Anda dan ayunkanlah langkah pertama, dan Allah akan memberi Anda makanan dari ”pohon kehidupan” yang menghidupi Anda (Wahyu 2: 7).

Jika Anda sepenuhnya memberikan diri, waktu, dan uang Anda, maka Anda menjadi kelelahan. Akan tetapi, jika Anda memberikan diri secara rohani, maka Anda memperoleh lebih banyak kekuatan.

Allah tidak pernah memberi kita kekuatan untuk besok, atau untuk jam berikutnya, tetapi kekuatan untuk kesukaran saat ini. Godaan yang sering timbul, kita mengadapi kesukaran dari sudut akal sehat kita sendiri. Akan tetapi, seorang percaya dapat tetap senang (Mateus 14: 27) bahkan ketika diterpa kesukaran, karena kemenangan itu mustahil bagi siapa saja, kecuali Allah.