Selamat Datang di Blog Patria Jaya dsk. - Santa Theresia
Wilayah 4, Paroki Lubang Buaya - Gereja Kalvari, Jakarta Timur

28 September 2015

Yesus Mengetahui Pikiran Mereka

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XXVI – Senin, 28 September 2015)
Keluarga Fransiskan Kapusin: Peringatan B. Inosensius dari Bertio, Imam



http://theresia-patria-jaya.blogspot.com/

Kemudian timbullah pertengkaran di antara murid-murid Yesus tentang siapakah yang terbesar di antara mereka. Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka. Karena itu Ia mengambil seorang anak kecil dan menempatkannya di samping-Nya , dan berkata kepada mereka, “Siapa saja yang menyambut anak ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku, ia menyambut Dia, yang mengutus Aku. Karena yang terkecil di antara kamu sekalian, dialah yang terbesar.”

Yohanes berkata, “Guru, kami lihat seseorang mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita.” Yesus berkata kepadanya, “Jangan kamu cegah, sebab barangsiapa tidak melawan kamu, ia ada di pihak kamu.” (Luk 9:46-50)

Bacaan Pertama: Za 8:1-8; Mazmur Tanggapan: Mzm 102:16-23,29 


“Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka …” (Luk 9:47).

Apakah yang dimaksudkan di sini adalah bahwa Yesus dapat melihat apa yang ada dalam pikiran dan hati kita? Apakah Yesus melihat bahwa aku merasa sedikit “superior” dalam hal kesucian hidup ketimbang rekan-kerjaku yang hidup “kumpul-kebo” bersama kekasihnya? Apakah Yesus melihat aku mencibir ketika mendengar paduan suara kelompok “lansia” menyanyikan sebuah “lagu persembahan” dengan nada suara yang agak sumbang? Apakah Yesus mengetahui bahwa aku merasa lebih “hebat” daripada para peserta lainnya yang hadir dalam pertemuan pendalaman Kitab Suci lingkungan? Apakah Yesus sungguh mengetahui semua ini, karena aku tidak pernah mengungkapkannya dengan ucapan kata-kata? Jawabnya: Ya!

Ide bahwa Yesus menyadari akan apa saja yang ada dalam pikiran-pikiran para murid-Nya – dan juga pikiran-pikiran kita – dapat membuat kita menggeliat sedikit. Seperti juga para murid Yesus yang awal, kita semua pun memiliki sikap-sikap yang barangkali lebih baik disembunyikan dari mata orang luar –kept under cover!

Bayangkan saya: Setelah sekian lama hidup bersama Yesus, para murid-Nya yang terdekat masih saja belum memahami bahwa misi sang Guru bukanlah tentang siapa yang paling besar, melainkan siapakah yang paling rendah hati – yang terkecil! Yesus mengetahui bahwa satu-satunya jalan bagi mereka untuk disembuhkan adalah membuat terang semua ini sehingga jelas bagi mereka dan mereka pun disembuhkan. Namun demikian, Yesus tidak menyudutkan mereka sehingga merasa dipermalukan di depan orang lain. Yesus menolong mereka agar dapat semakin menjadi serupa dengan diri-Nya.

Hal yang sama juga berlaku bagi kita masing-masing. Yesus ingin menyembuhkan diri kita dari keangkuhan atau rasa lebih superior ketimbang orang lain. Ia ingin membawa sikap-sikap kita yang negatif ke dalam terang, bahkan sikap-sikap yang sebelumnya tidak pernah kita rasakan ada pada kita. Kita semua mempunyai pola-pola dosa yang belum diselesaikan yang sungguh menjadi sebuah batu sandungan dan merugikan kita. Akan tetapi, apabila kita datang kepada Yesus dengan hati yang terbuka, maka Dia yang membuat hati kita dan mengetahui pikiran kita, dapat mencerahkan kita, mengampuni kita, dan membebas-merdekakan kita!

Kita tidak perlu takut kepada Yesus, betapa dalam pun kiranya Dia mengenal kita. Yesus tidak ingin menghukum kita. Dia ingin menyembuhkan dan membebaskan diri kita. Oleh karena itu, marilah kita memohon kepada-Nya agar membeberkan sikap-sikap kita yang tidak baik. Yang terbaik bagi kita adalah untuk tidak mentolerir pola-pola dosa dengan mana kita selama ini merasa nyaman. Yesus mempunyai begitu banyak hal lagi yang ingin diberikan-Nya kepada kita, hanya apabila kita membuang segala kegelapan yang masih melekat pada diri kita.

DOA: 

Tuhan Yesus, sekarang aku datang menghadap Engkau dalam pertobatan. Engkau telah menyelidiki aku dan sungguh mengenal diriku. Engkaulah yang menciptakan diriku dan Engkau mengasihi aku. Aku menempatkan rasa percayaku dalam hasrat-Mu untuk mengampuni diriku dan memulihkan aku. 
Amin.