Selamat Datang di Blog Patria Jaya dsk. - Santa Theresia
Wilayah 4, Paroki Lubang Buaya - Gereja Kalvari, Jakarta Timur

18 Maret 2015

Keunggulan Pendidikan Katolik

Keunggulan Pendidikan Katolik

Ciri khas dan keunggulan pertama pendidikan Katolik ialah penekanan di bidang pendidikan moral atau pembangunan karakter. Langkah ini bertujuan agar peserta didik bisa bertumbuh menjadi insan bermoral, bermartabat, serta ...

Cepat atau lambat ada orang yang menggugat sekolah/kampus Katolik yang mengiklankan diri: ‘penyelenggara pendidikan Katolik’. Banyak orang mengalami pendidikan Katolik yang tak dapat pemahaman memadai tentang Gereja, Katolikisme, apalagi Yesus selaku tokoh sentralnya (Mathew Kelly, 2002: 275).

Kegelisahan Kelly muncul bukan tanpa alasan. Sejarah membuktikan, pendidikan Katolik menjadi salah satu sistem pendidikan terbaik dalam masyarakat modern. Tak sedikit organisasi dan kelompok non-Katolik berusaha menirunya. Ironisnya, orang Katolik tak memanfaatkan pendidikan Katolik sebagai wahana untuk memperkenalkan Yesus dan Gereja.

Orang Katolik justru memposisikan sekolahnya sebagai yang terunggul, yakni menghasilkan lulusan berkompeten dan meraih karir cemerlang di dunia kerja. Menurut riset Michigan State University, 99% alumni SMA Katolik di Amerika Serikat mampu masuk ke perguruan tinggi terkemuka. Dan, lulusan SMA Katolik meraih karir cemerlang dan berpenghasilan lebih tinggi 18% dibandingkan lulusan SMA Negeri.

Beberapa waktu lalu, masyarakat Indonesia juga mengakui, sistem pendidikan Katolik memang terbaik. Demi mempertahankan reputasi itu, penyelenggara pendidikan Katolik terus berbenah. Mereka berjuang melengkapi sekolahnya dengan infrastruktur modern, seperti fasilitas belajar berbasis teknologi informasi dan sumber daya manusia berkualitas.

Mereka menjaga tradisi, seperti seleksi masuk ketat dan sangat disiplin. Karena self-financed, mereka cenderung mematok biaya tinggi. Akibatnya, sekolah/ kampus Katolik tak bisa memerdekakan diri dari label sosial, ‘disiplin dan bermutu, sekaligus elitis dan mahal’. Apa sesungguhnya ciri khas, keunggulan, dan tujuan pendidikan Katolik?

Theodore M. Hesburgh CSC, dalam “Education, in New Dictionary of Catholic Social Thought”, menyatakan bahwa pendidikan Katolik pada segala tingkat bertujuan menggali dan mengembangkan segala potensi peserta didik, sehingga mereka dapat beralih dari kekeliruan ke kebenaran, dari ketidaktahuan dan inkompetensi ke pengetahuan dan kompetensi. Bahkan, pendidikan bertujuan membantu peserta didik mencapai kebijaksanaan sebagai basis hidup yang lebih manusiawi dan bahagia.

Surat Apostolik Laborem Exercens (1981) menyebutkan pendidikan Katolik menekankan pendidikan moral, agar peserta didik memiliki pengetahuan, perasaan dan perbuatan moral. Tujuan utama pendidikan Katolik ialah mendampingi peserta didik untuk bertumbuh menjadi manusia yang bermartabat, berpikir, bersikap dan berperilaku sebagai insan merdeka dan berakal budi.

Jadi, ciri khas dan keunggulan pertama pendidikan Katolik ialah penekanan di bidang pendidikan moral atau pembangunan karakter. Langkah ini bertujuan agar peserta didik bisa bertumbuh menjadi insan bermoral, bermartabat, serta berkepribadian utuh dan dewasa. Dalam era modern, banyak orang Katolik tak peduli dengan hidup menggereja. Tak sedikit yang mengingkari keberadaan dan misteri Allah Tritunggal. Menghadapi situasi sosial itu, penyelenggara sistem pendidikan Katolik dituntut membarui diri.

Sistem pendidikan terkini merekomendasikan konsep student centered, dan pendidik sebagai fasilitator. Menurut Kelly, supaya mengungguli sistem pendidikan modern, sekolah Katolik harus berani beda. Artinya, para pendidik harus beralih dari ‘fasilitator’ menjadi ‘mitra dialog’ bagi peserta didik.

Sekolah/kampus Katolik harus berfokus secara berimbang. Pertama, membekali peserta didik dengan iptek agar percaya diri berkompetisi di dunia kerja. Kedua, menumbuhkan minat peserta didik untuk mendalami pribadi Yesus dan seluk- beluk Gereja, termasuk posisi dan sikap Gereja tentang masalah sosial-budaya dan lingkungan hidup. Ketiga, peserta didik diajak berpartisipasi melanjutkan misi Yesus dan Gereja. Keempat, sekolah Katolik menjadi wahana perjumpaan manusia dari beragam suku- bangsa, agama, ideologi, status sosial, dan ekonomi. Artinya, sekolah/kampus Katolik ibarat miniatur komunitas multikultural.

Melalui bentuk-bentuk pelayanan yang khas itu, pendidikan Katolik membarui Gereja dan terlibat dalam karya misi Gereja, yakni mengarahkan manusia modern kepada Allah. Dengan demikian, sekolah/ kampus Katolik mewujudkan apa yang selalu diiklan: menyediakan pendidikan Katolik! . Keunggulan Pendidikan Katolik