Selamat Datang di Blog Patria Jaya dsk. - Santa Theresia
Wilayah 4, Paroki Lubang Buaya - Gereja Kalvari, Jakarta Timur

04 April 2015

MALAM UNTUK BERJAGA-JAGA

http://theresia-patria-jaya.blogspot.com/

(Bacaan Kitab Suci Misa Kudus, TRI HARI PASKAH: MALAM PASKAH – Sabtu, 4 April 2015)

Atau tidak tahukah kamu bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis  dalam kematian-Nya? Dengan demikian, kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia melalui baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus  telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.


Sebab jika kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitan-Nya. Karena kita tahu bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa. Sebab siapa yang telah mati, ia telah bebas dari dosa. Jadi, jika kita telah mati dengan Kristus, kita percaya bahwa kita akan hidup juga dengan Dia. Karena kita tahu bahwa sesudah bangkit dari antara orang mati, Kristus tidak mati lagi: Maut tidak berkuasa lagi atas Dia. Sebab Ia mati, yakni mati terhadap dosa, satu kali untuk selama-lamanya; namun ia hidup, yakni hidup bagi Allah. Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: Bahwa kamu  telah mati terhadap dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus. (Rm 6:3-11) 

Bacaan-bacaan Kitab Suci lainnya tidak disebutkan di sini karena jumlahnya banyak. 

Ini adalah malam vigili, malam untuk berjaga-jaga, malam untuk melakukan refleksi dan antisipasi. Yesus telah wafat dan telah diletakkan dalam kuburan. Tubuh-Nya telah dipenuhi luka-luka dan darah, dan segala dosa kita telah ditebus. Malam ini juga malam untuk bersukacita dan membuat komitmen lebih dalam lagi kepada Yesus. Mengapa? Karena kita juga telah mati. Paulus menulis, “Tidak tahukah kamu bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus telah dibaptis dalam kematian-Nya?” (Rm 6:3).


http://theresia-patria-jaya.blogspot.com/

Bukan hanya dosa-dosa kita yang dibersihkan dan dibuang, melainkan juga akar dan sumber dosa-dosa itu – dalam Kristus, diri kita yang lama diambil dan dibawa ke salib-Nya dan kemudian dikubur. Dalam kuburan-Nya di dalam rahim bumi, kita ditransformasikan dan lahir kembali ke dalam suatu hidup baru, suatu kehidupan yang tersedia bagi kita oleh rahmat dan melalui iman.

Baptisan telah mengerjakan perubahan ini dalam diri kita. Dimasukkan (dibenamkan) ke dalam air dan diangkat kembali, kita pun dibenamkan ke dalam kematian Yesus dan dibangkitkan ke suatu hidup baru yang bebas dari dosa. Apakah kita dibaptis ketika masih anak-anak atau dibaptis malam ini sebagai orang dewasa, kita harus menyadari bahwa tidak cukuplah membuat pengakuan atas dokrin ini dengan bibir kita saja. Allah mengundang kita untuk percaya dalam hati kita iman yang kita akui dengan bibir kita. Dalam hal ini Paulus menulis: “Jika engkau mengaku dengan mulutmu bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka engkau akan diselamatkan” (Rm 10:9).

Selagi kita menantikan kedatangan kembali Yesus dalam kemuliaan-Nya, Allah ingin membawa kita ke dalam konformitas yang semakin mendalam dengan kematian-Nya sehingga dengan demikian kita dapat semakin mengalami hidup kebangkitan yang telah  dimenangkan-Nya bagi kita. Keserupaan ini mengandung pengertian bahwa kita membuang hidup kita yang berpusat pada diri kita dan menggantikannya dengan hidup penuh ketaatan kepada sabda-Nya dan jalan-Nya.

Selagi kita pada malam ini berjaga-jaga di dekat kuburan Yesus, marilah kita bersama Paulus menggemakan dengan penuh sukacita pernyataannya dalam hati kita: “Jika kita telah mati dengan Kristus, kita percaya bahwa kita akan hidup juga dengan Dia” (Rm 6:8). Dapatkah kita mengatakan kepada Yesus bahwa kita ingin semakin serupa dengan kematian-Nya sehingga dengan demikian kita dapat bangkit bersama Dia – tidak hanya pada akhir zaman, melainkan setiap hari, selagi kematian-Nya yang bekerja dalam diri kita membawa kepada kita kebangkitan-Nya juga?


DOA
Tuhan Yesus, Engkau adalah sumber hidupku yang baru dan kekal. Tolonglah aku untuk mati terhadap dosa hari ini dan setiap hari. Semoga dalam Engkau aku bangkit ke suatu hidup baru penuh kasih dan pelayanan bagi Allah dan sesamaku. 
Amin.
http://theresia-patria-jaya.blogspot.com/