Selamat Datang di Blog Patria Jaya dsk. - Santa Theresia
Wilayah 4, Paroki Lubang Buaya - Gereja Kalvari, Jakarta Timur

23 Maret 2015

Membangun Gereja

Membangun Gereja

Membangun gereja tak sekadar memenuhi aspek fungsional. Gereja bisa menampung banyak umat, bukan berarti tujuan pendiriannya telah usai. Memang tak dapat disangkal, umat bertambah banyak, gereja pun menjadi kian sempit. Tapi, tentu bukan itu tujuan utama membangun gedung gereja. Gereja bukan semata batu dan bata yang disusun menjadi indah nan megah. Gereja harus menjadi ruang umat beriman berhimpun mendengarkan Sabda Allah, mendaraskan doa, melambungkan pujian, dan merayakan kurban Ekaristi serta perayaan liturgi lain. Ia menjadi kenisah Allah yang dibangun di atas “batu-batu yang hidup”.

Bangunan, dalam hal ini gereja, merupakan hasil olah pikir, olah rasa, dan olah karsa umat pada zamannya. Ia menjadi ungkapan kreasi dan iman umat. Gereja yang hadir di sekitar kita, sebaiknya gereja yang rela berdialog dengan sekitar, gereja yang akrab dan mampu merangkul keanekaragaman agama, budaya, dan kemiskinan. Dengan demikian, konsepsi gereja pun menjadi amat domestik dan karib dengan situasi yang dirasakan, dialami, dan dijumpai umat. Gereja tidak menjadi bangunan yang asing. Ia hadir menjadi sahabat yang akrab bagi sekitarnya.

Membangun gedung gereja harus beriringan dengan membangun Gereja, paguyuban umat beriman. Susunan batu dan bata itu mestinya disuntik dengan iman “batu-batu yang hidup”. Ini bukan perkara mudah. Apalagi, dalam Nasihat Apostolik Evangelii Gaudium, Paus Fransiskus mengajak kita semua menjadi Gereja yang terbuka bagi semua orang, yang terlibat dalam pergulatan hidup manusia, terutama yang miskin dan tersingkir; Gereja yang menjadi kumuh dan terluka, lantaran terlibat dalam perjuangan hidup manusia. Paus menolak Gereja yang narsistik,yang indah dan megah untuk dirinya sendiri.

Ingat! Harta benda sedang menyeret Anda menjadi orang yang kehilangan belas kasih, hanya demi menjadi superhero bagi Gereja. Ia yang punya mata hendaklah melihat! Ia yang punya telinga hendaklah mendengarkan

Renungan Ziarah Batin - Senin 23 Maret 2015; Pengampunan Sejati


PEREMPUAN YANG BERZINAH
Pekan Prapaskah V (U)
St. Alfonsus Toribo;
Sta. Siblina Biscossi;  St. Dimas
Bacaan I: Dan. 13:41c-62
Mazmur: 23:1-3a.3b-4.5.6; R:4ab
Bacaan Injil: Yoh. 8:1-11
Sekali peristiwa Yesus pergi ke bukit Zaitun. Pagi-pagi benar Ia berada lagi di Bait Allah, dan seluruh rakyat datang kepada-Nya. Ia duduk dan mengajar mereka. Maka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepada-Nya seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah. Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah lalu berkata kepada Yesus: ”Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah. Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?” Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya. Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah. Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Ia pun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: ”Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.” Lalu Ia membungkuk pula dan menulis di tanah. Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya. Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: ”Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?” Jawabnya: ”Tidak ada, Tuhan.” Lalu kata Yesus: ”Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.”

22 Maret 2015

Asal Kita Mau Mati Terhadap Diri Kita Sendiri

http://theresia-patria-jaya.blogspot.com/


(Bacaan Injil Misa Kudus, HARI MINGGU PRAPASKAH V [Tahun B], 22 Maret 2015) 

Di antara mereka yang berangkat untuk beribadah pada hari raya itu, terdapat beberapa orang Yunani. Orang-orang itu pergi kepada Filipus, yang berasal dari Betsaida di Galilea, lalu berkata kepadanya, “Tuan, kami ingin bertemu dengan Yesus.” Filipus pergi memberitahukannya kepada Andreas; lalu Andreas dan Filipus menyampaikannya kepada Yesus. Kata Yesus kepada mereka, “Telah tiba saat Anak Manusia dimuliakan. Sesungguhnya Aku berkata berkata kepadamu: Jika biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah. Siapa saja yang mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi siapa saja yang membenci nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal. Siapa saja yang melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situ pun pelayan-Ku akan berada. Siapa saja yang melayani Aku, ia akan dihormati Bapa. Sekarang jiwa-Ku terharu dan apakah yang akan Kukatakan? Bapa, selamatkanlah Aku dari saat ini? Tidak, sebab untuk itulah Aku datang ke dalam saat ini. Bapa, muliakanlah nama-Mu!” Lalu terdengarlah suara dari surga, “Aku telah memuliakannya, dan Aku akan memuliakannya lagi!” Orang banyak yang berdiri di situ dan mendengarkannya berkata bahwa itu bunyi guntur. Ada pula yang berkata, “Seorang malaikat telah berbicara dengan Dia.” Jawab Yesus, “Suara itu telah terdengar bukan oleh karena Aku, melainkan oleh karena kamu. Sekarang berlangsung penghakiman atas dunia ini: Sekarang juga penguasa dunia ini akan dilemparkan ke luar; dan Aku, apabila Aku ditinggikan dari bumi, aku akan menarik semua orang datang kepada-Ku.” Ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana caranya Ia akan mati.  (Yoh 12:20-33) 

Bacaan Pertama: Yer 31:31-34; Mazmur Tanggapan: Mzm 51:3-4,12-15; Bacaan Kedua: Ibr 5:7-9 


21 Maret 2015

Apakah engkau juga orang Galilea?

Hasil gambar untuk Yoh 7:40-53

Yer 11:18-20 | Mzm 7:2-3.9b-10.11-12 | Yoh 7:40-53

Sekali peristiwa Yesus mengajar di Yerusalem. Beberapa di antara orang banyak, yang mendengarkan perkataan Yesus, berkata, "Dia ini benar-benar nabi yang akan datang." Yang lain berkata, "Ia ini Mesias." Tetapi yang lain lagi berkata, "Bukan, Mesias tidak datang dari Galilea! Karena Kitab Suci mengatakan, bahwa Mesias berasal dari keturunan Daud dan dari kampung Betlehem, tempat Daud dahulu tinggal." Maka timbullah pertentangan di antara orang banyak karena Yesus. Beberapa orang di antara mereka mau menangkap Dia, tetapi tidak ada seorang pun yang berani menyentuhNya. Maka ketika penjaga-penjaga yang ditugaskan imam-imam kepala dan orang-orang Farisi pergi kepada imam-imam kepala, orang-orang Farisi berkata kepada mereka, "Mengapa kamu tidak membawaNya?" Jawab penjaga-penjaga itu, "Belum pernah seorang manusia berkata seperti orang itu!" Jawab orang-orang Farisi itu kepada mereka, "Adakah kamu juga disesatkan? Adakah seorang di antara pemimpin-pemimpin yang percaya kepadaNya, atau seorang di antara orang-orang Farisi? Orang banyak itu tidak mengenal hukum Taurat! Terkutuklah mereka!"

Nikodemus, seorang dari mereka yang dahulu telah datang kepada Yesus, berkata kepada mereka, "Apakah hukum Taurat kita menghukum seseorang sebelum ia didengar, dan sebelum orang mengetahui apa yang telah dibuatNya?" Jawab mereka, "Apakah engkau juga orang Galilea? Selidikilah Kitab Suci dan engkau akan tahu bahwa tidak ada nabi yang datang dari Galilea." Lalu mereka pulang, masing-masing ke rumahnya.


---ooOoo---

Nabi Yeremia mendapat ancaman dari orang-orang di Anatot. Nyawanya menjadi taruhannya. Dia tidak memiliki kekuatan dihadapan para lawannya yang sangat kuat. Dia merasa diri seperti seekor anak domba yang hendak dibantai. Tetapi Yeremia masih berharap bahwa Allah yang dia imani adalah Allah yang bisa menyelamatkannya. Yeremia sangat yakin bahwa Allah-lah yang akan membalas kejahatan musuh-musuhnya.

Di jalan kehidupan ini seringkali kita tidak memiliki kekuatan besar untuk melawan hal-hal yang jahat. Musuh-musuh kita yang ada di luar kita sepertinya sangat kuat: pengaruh-pengaruh jahat, perbuatan-perbuatan jahat, dan kuasa roh-roh jahat yang mempengaruhi kita. Ada juga kelemahan-kelemahan dalam diri sendiri: dosa dan salah, kesombongan, keserakahan, dan sifat-sifat negatif lainnya. Menghadapi semuanya itu terkadang kita merasa lemah dan tak berdaya. Satu-satunya yang bisa kita andalkan dan harapkan dalam situasi seperti itu adalah Allah. (kfb)

  1. Apakah anda mengandalkan kekuatan sendiri ketika menghadapi tantangan dan cobaan-cobaan?
  2. Atau apakah anda mengandalkan hanya Allah sebagai satu-satunya kekuatan dan perlindungan Anda?

Anggun - Silent Night at San Francesco Concerto di Natale ad Assisi



Malam Kudus 
LYRICS BY: Kidung Mahasiswa Kristen, 1987


Malam kudus, sunyi senyap, 

bintang-Mu gemerlap 
Jurus'lamat manusia, 
ada datang di dunia 
Kristus Anak Daud, 
Kristus Anak Daud.


Anak kecil, Anak kudus, 

Tuhanku Penebus 
Tent'ra surga menyanyi merdu, 
bawa kabar kedatangan-Mu 
Kristus Anak Daud, 
Kristus Anak Daud.


Malam kudus, sunyi senyap, 

bitang-Mu gemerlap 
Aku datang ya Tuhanku, 
bersembahyang di kandang-Mu 
Dan mengucap syukur, 
dan mengucap syukur. 



Silent Night

Silent night, Holy night
All is calm, all is bright
Round yon virgin, mother and child
Holy infant, tender and mild
Sleep in heavenly peace,
Sleep in heavenly peace.

Silent night, Holy night
Son of God, love's pure light
Radiant beams from thy holy face
With the dawn of redeeming grace,
Jesus, Lord at thy birth
Jesus, Lord at thy birth.

Silent night, Holy night
Shepherds quake, at the sight
Glories stream from heaven above
Heavenly, hosts sing Hallelujah.
Christ the Savior is born,
Christ the Savior is born.