Selamat Datang di Blog Patria Jaya dsk. - Santa Theresia
Wilayah 4, Paroki Lubang Buaya - Gereja Kalvari, Jakarta Timur

22 Januari 2016

Sabtu, 23 Januari 2016 Hari Biasa Pekan II

“Doa adalah persiapan terbaik untuk Komuni Kudus. Doa adalah pengangkatan pikiran kepada Tuhan. Ketika kita berdoa, kita pergi guna menjumpai Kristus yang datang kepada kita. Jika Pencipta dan Penyelamat kita datang dari surga dengan cinta yang sedemikian besar, maka pantaslah jika kita datang menghadap Dia. Dan hal ini dapat kita lakukan ketika kita meluangkan waktu dalam doa.” 


Hai gembala Israel, pasanglah telinga, dengarkanlah kami. Bangkitkanlah keperkasaan-Mu dan selamatkanlah kami. 
(Mzm 80:2a.3b)


Doa


Allah Bapa sumber kehidupan, bagaimana kami mau menyebut nama-Mu, seandainya Yesus Mesias tidak berbicara tentang Dikau? Kami mohon, semoga Ia berkenan mendahului dan membimbing kami menuju Engkau, sumber kehidupan semua orang. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami, yang bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan dari Kitab Kedua Samuel (1:1-4.11-12.19.23-27)



"Para pahlawan gugur di medan perang."

Setelah Saul mati, dan ketika Daud kembali sesudah memukul kalah orang Amalek dan tinggal dua hari di Ziklag, maka datanglah pada hari ketiga seorang dari tentara, dari pihak Saul, dengan pakaian terkoyak-koyak dan tanah di atas kepala. Ketika ia sampai kepada Daud, sujudlah ia ke tanah dan menyembah. Bertanyalah Daud kepadanya: "Dari manakah engkau?" Jawabnya kepadanya: "Aku lolos dari tentara Israel." Bertanyalah pula Daud kepadanya: "Apakah yang terjadi? Coba ceriterakan kepadaku." Jawabnya: "Rakyat telah melarikan diri dari pertempuran; bukan saja banyak dari rakyat yang gugur dan mati, tetapi Saul dan Yonatan, anaknya, juga sudah mati." Lalu Daud memegang pakaiannya dan mengoyakkannya; dan semua orang yang bersama-sama dengan dia berbuat demikian juga. Dan mereka meratap, menangis dan berpuasa sampai matahari terbenam karena Saul, karena Yonatan, anaknya, karena umat TUHAN dan karena kaum Israel, sebab mereka telah gugur oleh pedang. Kepermaianmu, hai Israel, mati terbunuh di bukit-bukitmu! Betapa gugur para pahlawan! Saul dan Yonatan, orang-orang yang dicintai dan yang ramah, dalam hidup dan matinya tidak terpisah. Mereka lebih cepat dari burung rajawali, mereka lebih kuat dari singa. Hai anak-anak perempuan Israel, menangislah karena Saul, yang mendandani kamu dengan pakaian mewah dari kain kirmizi, yang menyematkan perhiasan emas pada pakaianmu. Betapa gugur para pahlawan di tengah-tengah pertempuran! Yonatan mati terbunuh di bukit-bukitmu. Merasa susah aku karena engkau, saudaraku Yonatan, engkau sangat ramah kepadaku; bagiku cintamu lebih ajaib dari pada cinta perempuan. Betapa gugur para pahlawan dan musnah senjata-senjata perang!

Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.


Mazmur Tanggapan
Ref. Buatlah wajah-Mu bersinar, ya Tuhan, maka kami akan selamat.
Ayat. (Mzm 47:2-3.6-7.8-9)

  1. Hai gembala Israel, pasanglah telinga-Mu, dengarkan kami, Engkau yang menggiring Yusuf sebagai kawanan! Engkau yang duduk di atas para kerub, tampillah bersinar di depan Efraim, Benyamin dan Manasye! Bangkitkanlah keperkasaan-Mu, dan datanglah menyelamatkan kami.
  2. Tuhan, Allah semesta alam, berapa lama lagi murka-Mu menyala sekalipun umat-Mu berdoa? Mereka Kauberi makan ratapan dan Kauberi minum air mata berlimpah; Engkau menjadikan kami pangkal sengketa para tetangga, dan para musuh mengolok-olok kami.
  3. Sebab Allah adalah Raja seluruh bumi, bermazmurlah dengan lagu yang paling indah! Allah merajai segala bangsa, di atas takhta-Nya yang kudus Ia bersemayam.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. (Kis 16:14b)

Bukalah hati kami, ya Allah, agar dapat memperhatikan sabda Putra-Mu.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (3:20-21) 


"Orang-orang mengatakan Yesus tidak waras lagi."

Sekali peristiwa Yesus bersama murid-murid-Nya masuk ke sebuah rumah. Maka datanglah orang banyak berkerumun pula, sehingga makan pun mereka tidak dapat. Waktu kaum keluarga-Nya mendengar hal itu, mereka datang hendak mengambil Dia, sebab kata mereka, "Ia tidak waras lagi."

Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan

Apakah ukuran kewarasan bagi seseorang? Apa karena bersikap yang biasa dan normal-normal saja? Apa karena mengenakan baju dengan benar? Atau karena bisa berpikir dengan logika yang benar? Adakah ukuran yang pasti? Mungkin kalau kita bertanya-tanya terus-menerus tidak akan pernah sampai pada kesimpulan batas kewarasan dan ketidakwarasan seseorang. Bacaan Injil hari ini sangat singkat, namun menimbulkan banyak pertanyaan. Bagaimana tidak, keluarga Yesus menganggap Yesus sudah tidak waras lagi. Bukankah ini sebuah pernyataan yang keras. Kaum keluarga Yesus hanya mendengar bahwa kedatangan Yesus ke sebuah rumah telah membuat rumah tersebut penuh sesak dengan orang-orang. Bahkan, untuk makan saja tidak dapat dilakukan. Tanpa alasan yang jelas, kaum keluarga Yesus menganggap kedatangan kerumunan orang ini sebagai akibat dari “ketidakwarasan” Yesus, maka keluarga Yesus berniat mengambil-Nya. Beruntung bahwa Yesus tidak digambarkan marah ketika dikatakan tidak waras oleh kaum keluarga-Nya.

Kalau boleh menarik sebuah analisis sederhana tentang apa yang telah terjadi di rumah tempat Yesus hadir, yang Yesus lakukan mungkin sedang mengajar. Kerumunan orang yang datang rupa-rupanya karena magnet “ketidakwarasan” Yesus dalam ajaran-Nya. Yesus memang selalu membawa atmosfer yang mampu menarik banyak orang untuk mendengarkan Dia mengajar. Apa yang diajarkan Yesus kebanyakan memang sering bertentangan dengan hukum Taurat, tetapi maksud sebenarnya adalah untuk menggenapi hukum Taurat. Bagaimana dengan kita, apakah kita sudah berani bersikap seperti Yesus? Meski dikatakan tidak waras, tetapi tetap mewartakan Sabda Tuhan melalui sikap hidup kita di tengah masyarakat. Semoga “ketidakwarasan” yang kita lakukan menginsipirasi lebih banyak orang untuk berbuat baik. Untuk berbagi dan berbuah bagi semua.


Ketika Yesus bersama para murid masuk ke sebuah rumah datanglah orang banyak berkerumun, sehingga makan pun mereka tidak sempat.
(Mrk 3:20)

Jumat, 22 Januari 2016 Hari Biasa Pekan II

“Evangelisasi adalah promosi yang paling integral dan tertinggi dari pribadi manusia.”

Mzm 57:2

Kasihanilah aku, ya Allah, kasihanilah aku, sebab kepada-Mulah jiwaku berlindung; di bawah sayap-Mu aku akan bernaung sampai berlalulah malapetaka ini. 

Doa 

Allah Bapa sumber kabar gembira, Engkau memanggil mereka yang Kaukehendaki mewartakan sabda Putra-Mu ke seluruh dunia. Semoga kami pun mewartakan berita kebaikan-Mu, karena Putra-Mu itu Penebus kami. 
Amin.

Bacaan dari Kitab Pertama Samuel (24:3-21) 

"Aku tidak akan menjamah Saul sebab dialah orang yang diurapi Tuhan."

Pada suatu hari Saul mengambil 3000 orang pilihan dari seluruh orang Israel, lalu pergi mencari Daud dan orang-orangnya di gunung batu Kambing Hutan. Maka sampailah Saul ke kandang-kandang domba di tepi jalan. Di sana ada gua, dan Saul masuk ke dalamnya untuk membuang hajat, tetapi Daud dan orang-orangnya duduk di bagian dalam gua itu. Lalu berkatalah orang-orang itu kepada Daud, “Telah tiba hari yang dikatakan Tuhan kepadamu: Sesungguhnya, Aku menyerahkan musuhmu ke dalam tanganmu. Maka perbuatlah kepadanya apa yang kaupandang baik!” Maka Daud bangun, lalu memotong punca jubah Saul dengan diam-diam. Kemudian berdebar-debarlah hati Daud, karena telah memotong punca jubah Saul. Lalu ia berkata kepada orang-orangnya, “Dijauhkan Tuhanlah kiranya dari padaku untuk melakukan hal yang demikian kepada tuanku, kepada orang yang diurapi Tuhan; dijauhkanlah aku dari menjamah dia, sebab dialah orang yang diurapi Tuhan.” Dengan perkataan itu Daud mencegah orang-orangnya; ia tidak mengizinkan mereka bangkit menyerang Saul. Sementara itu Saul bangun meninggalkan gua, hendak melanjutkan perjalanannya. Maka bangunlah Daud, ia keluar dari dalam gua itu dan berseru kepada Saul dari belakang, katanya, “Tuanku Raja!” Saul menoleh ke belakang. Maka Daud berlutut dengan mukanya ke tanah dan sujud menyembah. Lalu berkatalah ia kepada Saul, “Mengapa engkau percaya akan perkataan orang-orang yang mengatakan: Sesungguhnya Daud mengikhtiarkan celakamu? Ketahuilah, pada hari ini Tuanku sendiri melihat, bahwa hari ini Allah menyerahkan engkau ke dalam tanganku dalam gua itu. Ada orang yang menyuruh aku membunuh engkau, tetapi aku merasa sayang kepadamu karena pikirku: Aku tidak akan menjamah tuanku itu, sebab dialah orang yang diurapi Tuhan. Lihatlah ini, Bapaku! Lihatlah punca jubahmu ada dalam tanganku. Dari kenyataan bahwa aku memotong punca jubahmu dengan tidak membunuh engkau, dapatlah kauketahui dan kaulihat, bahwa tanganku bersih dari kejahatan dan pengkhianatan, dan bahwa aku tidak berbuat dosa terhadap engkau, walaupun engkau mengejar-ngejar aku untuk mencabut nyawaku. Tuhan kiranya menjadi hakim di antara aku dan engkau! Tuhan kiranya membalaskan aku kepadamu, tetapi tanganku tidak akan memukul engkau; seperti peribahasa orang tua-tua mengatakan: Dari orang fasiklah timbul kefasikan. Sungguh, tanganku tidak akan memukul engkau! Terhadap siapakah raja Israel keluar berperang? 

Siapakah yang kaukejar? Anjing mati! Seekor kutu saja! Sebab itu Tuhan kiranya menjadi hakim yang memutuskan perkara kita! Kiranya Dia memperhatikan dan memperjuangkan perkaraku! Kiranya Ia memberi keadilan kepadaku dengan melepaskan aku dari tanganmu.” Setelah Daud selesai menyampaikan perkataan itu, berkatalah saul, “Suaramukah itu, ya anakku Daud?” Sesudah itu dengan suara nyaring menangislah Saul. Katanya kepada Daud, “Engkau lebih besar daripada aku, sebab engkau telah melaukan yang baik kepadaku, padahal aku melakukan yang jahat kepadamu. Telah kautunjukkan pada hari ini, betapa engkau telah melakukan yang baik kepadaku: Walaupun Tuhan telah menyerahkan aku ke dalam tanganmu, engkau tidak membunuh aku. Apabila seseorang menangkap musuh, masakan dilepaskannya dia pergi dengan selamat? Tuhan kiranya membalaskan dengan kebaikan apa yang kaulakukan kepadaku pada hari ini. Dari ini semua, sesungguhnya aku tahu, bahwa engkau pasti menjadi raja dan jabatan raja Israel akan tetap kokoh dalam tanganmu.”

Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.


Mazmur Tanggapan
Ref. Kasihanilah aku, ya Allah, kasihanilah aku.
Ayat. (Mzm 57:2.3-4.6.11)

  1. Kasihanilah aku, ya Allah, kasihanilah aku, sebab kepada-Mulah jiwaku berlindung; di bawah sayap-Mu aku akan bernaung sampai berlalulah malapetaka ini.
  2. Aku berseru kepada Allah, Yang Mahatinggi, kepada Allah yang mengerjakan segalanya bagiku: Kiranya Ia mengirim utusan dari surga dan menyelamatkan daku, mencegah orang-orang yang menganiaya aku; semoga Allah mengirimkan kasih setia dan kebenaran-Nya.
  3. Bangkitlah mengatasi langit, ya Allah! Biarlah kemuliaan-Mu meliputi seluruh bumi! Sebab, kasih setia-Mu menjulang setinggi langit, dan kebenaran-Mu setinggi awan-gemawan.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. (2Kor 5:19)
Dalam diri Kristus Allah mendamaikan dunia dengan Diri-Nya dan mempercayakan warta perdamaian kepada kita


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (3:13-19)

http://theresia-patria-jaya.blogspot.com/

"Yesus memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya untuk menyertai Dia."
Pada suatu hari Yesus naik ke atas bukit. Ia memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya dan mereka pun datang kepada-Nya. Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia, untuk diutus-Nya memberitakan Injil, dan untuk menerima dari Dia kuasa mengusir setan. Kedua belas orang yang ditetapkan-Nya itu ialah: Simon, yang diberi-Nya nama Petrus, Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, yang keduanya Ia beri nama Boanerges, yang berarti anak-anak guruh; selanjutnya Andreas, Filipus, Bartolomeus, Matius, Tomas, Yakobus anak Alfeus, Tadeus, Simon orang Zelot, dan Yudas Iskariot yang mengkhianati Dia.

Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan
 


Saat masuk sebagai siswa Seminari Menengah “Marianum” di Malang (Jatim), jumlah kami 11 orang. Setelah 4 tahun di Seminari Menengah, kami yang lulus 7 orang, semuanya melanjutkan ke Ordo Karmel. Kini, kami seangkatan tinggal 3 orang dan tetap setia sebagai imam dan biarawan Karmel.

Panggilan menjadi seorang imam, atau biarawan-biarawati, rupanya merupakan rahasia Tuhan. “Banyak yang dipanggil, namun sedikit yang dipilih” (Mat 22:14). Rekan-rekan saya yang tidak meneruskan tugas panggilan imamatnya adalah orang-orang yang terpanggil, namun rupanya mereka tidak terpilih menjadi imam. Mengapa Tuhan awalnya memanggil banyak orang, namun toh kemudian mereka tidak dipilih? Mengapa Tuhan tidak memanggil orang-orang yang pasti akan dipilih-Nya saja?

Dalam Injil hari ini, Yesus memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya dan mereka pun datang kepada-Nya (Mrk 3:13). Setelah itu, Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil (ay. 14). Rupanya Yesus telah mengenal kedua belas murid itu, dan memilih mereka, dari antara para pengikut-Nya yang lain. Tuhan memanggil dan memilih para murid-Nya, melalui cara yang sangat biasa dan penuh rahasia, sampai-sampai kita sering tidak mengerti cara Dia bekerja. Pikiran Tuhan seringkali berbeda dengan pikiran manusia.

Injil hari ini bukan hanya milik kaum religius atau biarawan-biarawati, yang dipanggil secara khusus untuk mengikuti Yesus, tetapi juga ditujukan kepada kita semua yang telah menerima Sakramen Pembaptisan, sebagai panggilan umum. Setiap dari kita datang kepada Yesus, karena Dia telah memanggil kita. Jadi, panggilan Yesus berlaku bagi semua orang yang mau datang kepada-Nya. Panggilan itu adalah panggilan untuk menyertai Yesus, dan memberitakan Injil-Nya (Bdk.ay. 14).

Yesus sudah memilih orang-orang tertentu dalam memimpin dan menggembalakan umat Allah. Yesus juga memilih orang-orang tertentu untuk melayani dan berkorban bagi Gereja yang didirikan-Nya. Di dalam Gereja Katolik, ada kelompok hierarki, biarawan-biarawati dan kaum awam, yang memiliki misi dan tanggung jawab tertentu dalam pewartaan Injil. Nah, sudahkah kita menjalankan tugas perutusan-Nya? 


Mrk 3:14

Yesus memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya, menetapkan mereka untuk menyertai Dia, dan untuk diutus sebagai pewarta Injil.

21 Januari 2016

Kamis, 21 Januari 2016 - Peringatan Wajib Sta. Agnes, Perawan dan Martir

Agnes tidak takut akan tangan algojo berdarah, Ia tidak bergerak oleh suara rantai berat yang gemerincing 

Pembuka


Inilah perawan yang budiman, yang keluar menyongsong Kristus dengan piala bernyala.

Doa 


Allah Bapa Mahakuasa dan kekal, yang lemah dalam pandangan orang Kaupilih untuk mempermalukan yang kuasa. Hari ini kami kenangkan kesaksian Santa Agnes, yang menyerahkan nyawa demi imannya. Buatlah kami teguh dalam iman dan tetap setia sampai akhir. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan dari Kitab Pertama Samuel (18:6-9; 19:1-7)



"Saul berikhtiar membunuh Daud."

Sesudah Daud mengalahkan Goliat, orang Filistin itu, pasukan-pasukan Israel pulang. Maka di segala kota Israel, keluarlah wanita-wanita menyongsong Raja Saul sambil menyanyi dan menari-nari dengan memukul rebana, dengan bersukaria dan dengan membunyikan gerincing; dan perempuan yang menari-nari itu menyanyi berbalas-balasan, katanya, “Saul mengalahkan beribu-ribu musuh, tetapi Daud berlaksa-laksa.” Maka bangkitlah amarah Saul dengan amat sangat! Perkataan itu menyebalkan hatinya, sebab pikirnya, “Kepada Daud mereka perhitungkan berlaksa-laksa, tetapi kepadaku diperhitungkan beribu-ribu; akhir-akhirnya jabatan raja itu pun akan jatuh kepadanya.” Sejak hari itu Saul selalu menaruh dendam kepada Daud. Maka Saul mengatakan kepada Yonatan, anaknya, dan kepada semua pegawai-pegawainya, bahwa Daud harus dibunuh. Tetapi Yonatan, anak Saul itu, sangat suka kepada Daud, sehingga Yonatan memberitahukan kepada Daud, “Ayahku Saul berikhtiar membunuhmu. Oleh sebab itu, hati-hatilah besok pagi, duduklah di suatu tempat perlindungan dan bersembunyilah di sana. Aku akan keluar dan mendampingi ayahku di padang tempatmu itu. Aku akan berbicara dengan ayahku perihalmu dan aku akan melihat bagaimana keadaannya, lalu memberitahukannya kepadamu.” Lalu Yonatan mengatakan yang baik tentang Daud kepada Saul, ayahnya, katanya, “Janganlah Raja berbuat dosa terhadap Daud, hambanya, sebab ia tidak berbuat dosa terhadapmu. Bukankah apa yang diperbuatnya sangat baik bagimu! Daud telah mempertaruhkan nyawanya dan telah mengalahkan orang Filistin itu, dan karena dia, Tuhan telah memberikan kemenangan besar kepada seluruh Israel. Tatkala melihatnya, engkau bersukacita karenanya. Mengapa engkau hendak berbuat dosa terhadap orang yang tidak bersalah dengan membunuh Daud tanpa alasan?” Saul mendengarkan perkataan Yonatan, lalu bersumpah, “Demi Tuhan yang hidup, ia tidak akan dibunuh.” Lalu Yonatan memanggil Daud, dan memberitahukan kepadanya segala perkataan itu. Yonatan membawa Daud kepada Saul, dan ia bekerja padanya seperti semula.

Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.


Mazmur Tanggapan
Ref. Kepada Allah, aku percaya tidak takut.
Ayat (Mzm 56:2-3.9-10a.10b-11.12-13, R:5bc)

  1. Kasihanilah aku, ya Allah, sebab orang menginjak-injak aku, sepanjang hari mereka memerangi dan menghimpit aku! Seteruku menginjak-injak aku sepanjang hari, bahkan banyak orang menyerbu aku dari tempat tinggi.
  2. Tuhan, Engkau tahu akan sengsaraku, air mataku Kautaruh ke dalam kirbat-Mu. Bukankah semuanya telah Kaucatat? Musuhku akan mundur pada waktu aku berseru.
  3. Aku yakin, bahwa Allah berpihak kepadaku. Kepada Allah, yang firman-Nya kupuji, kepada Tuhan, yang sabda-Nya kujunjung tinggi.
  4. 4. Kepada-Nya aku percaya, aku tidak takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadapku? Nazarku kepada-Mu, ya Allah, akan kupenuhi dan kurban syukur akan kupersembahkan kepada-Mu.

Bait Pengantar Injil, do = bes, PS 954
Ref. Alleluya
Ayat. (2 Tim 1:10b)
Penebus kita Yesus Kristus telah membinasakan maut dan menerangi hidup dengan Injil


http://theresia-patria-jaya.blogspot.com/

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (3:7-12)


"Roh-roh jahat berteriak, "Engkau Anak Allah." Tetapi dengan keras Yesus melarang memberitahukan siapa Dia."

Sekali peristiwa, Yesus menyingkir ke Danau Galilea bersama murid-murid-Nya, dan banyak orang dari Galilea mengikuti Dia. Juga dari Yudea, dari Yerusalem, dari Idumea, dari seberang Yordan, dan dari daerah Tirus serta Sidon datanglah banyak orang kepada-Nya. Sesudah mereka mendengar segala yang dilakukan-Nya. Karena orang banyak itu, Yesus menyuruh murid-murid-Nya menyediakan sebuah perahu bagi-Nya, jangan sampai Dia terhimpit oleh mereka. Sebab Yesus menyembuhkan banyak orang, sehingga semua penderita penyakit berdesak-desak ingin dijamah oleh-Nya. Bilamana roh-roh jahat melihat Yesus, mereka jatuh tersungkur di hadapan-Nya dan berteriak, “Engkaulah Anak Allah!” Tetapi dengan keras Yesus melarang mereka memberitahukan siapa Dia.

Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!


Renungan
 


Daya tarik Daud bukan pertama karena pesona fisik, tetapi karena kecakapannya dalam menggunakan senjata saat berperang. Ketika masih belia, ia mengalahkan Goliat, dan kemudian dengan sangat gemilang mengalahkan “berlaksa-laksa” pasukan Filistin. Karena itu, orang banyak berarak, menari dan menyanyi untuk mengelukan dia (1Sam 18). Tetapi, semua itu terjadi karena Allah bekerja dalam diri Daud.

Banyak orang dari pelbagai daerah berbondong-bondong datang kepada Yesus. Daya tarik Yesus terletak pada kuasa mukjizat, pengajaran tentang Injil dan yang paling kuat adalah cinta-Nya yang menyembuhkan. Mukjizat memperkuat ajaran dan kesaksian akan cinta-Nya. Sebab itu, cinta lebih besar dan jauh lebih kuat daripada mukjizat. Cinta menjadi mahkota untuk semua ajaran dan tindakan-Nya.

Salah satu bentuk tindakan Yesus adalah sebagai penyembuh, tabib atau dokter. Bahkan Yesus adalah dokter super ahli karena segala penyakit dapat disembuhkan. Itu hanyalah salah satu tanda cinta dan kepedulian Yesus terhadap sesama yang menderita. Tetapi, kebaikan selalu mempunyai musuh, yaitu dari orang yang tidak percaya dan merasa dirugikan karena kebaikan. Karena itu, Yesus selalu ada waktu untuk menyingkir atau menghindar (Mrk 3:7). Bukan karena takut, tetapi karena waktu-Nya belum tiba.

Apa yang tidak dapat dilakukan oleh seorang dokter bahkan dokter spesialis pun adalah menyembuhkan orang sakit karena kerasukan roh jahat. Tetapi, tidaklah demikian bagi Yesus. Karena kuasa-Nya sebagai Putra Allah, hanya karena melihat Dia saja, roh-roh jahat sudah jatuh tersungkur di hadapan-Nya dan berteriak, “Engkaulah Anak Allah.”Ternyata, setan pun mengenal siapa Yesus. Hari ini kita disadarkan bahwa kalau setan saja mengenal Dia, semua orang mestinya tidak terlalu sulit untuk mengenal Dia. 



http://theresia-patria-jaya.blogspot.com/

Agnes dari kata Agnus, yang berarti anak domba. Sebagaimana Yesus, Sang “Agnus” Dei, Anak domba Allah, Sta. Agnes disembelih. Cinta akan Yesus menguatkan bahkan menguasainya, sehingga ia dapat mengatasi derita yang amat hebat itu. Kita perlu percaya dan mempercayai Yesus seperti Santa Agnes. “Cinta-Nya” sampai mati di kayu salib, lebih indah dan mulia daripada mukjizat apa pun

Orang Kudus yang kita peringati hari ini, Santa Agnes, adalah seseorang yang mengimani bahwa siapa dan apapun saja tidak akan dapat memisahkan dirinya dari kasih Allah yang ada dalam Yesus Kristus. Ketika masih gadis berumur 13 tahun, Agnes berani memilih dipenjarakan oleh penguasa Romawi dan dihukum berat daripada mengkhianati iman-kepercayaannya kepada Kristus. Di dalam penjara dia dirayu oleh beberapa orang pemuda sahabat Kaisar dan salah seorang mengajaknya nikah agar dapat diselamatkan, dan tentunya sementara itu untuk menyangkal imannya juga. Jawaban Agnes: “Maaf, saya sudah mempunyai kekasih. Ia mengasihiku dan saya pun mengasihi-Nya. Dia adalah Yesus Kristus”. Agnes menjadi saksi Kristus dalam bentuk tindakan nyata dan pernyataan iman yang begitu singkat-jelas, bukannya ulasan teologis rumit dan ‘ribet’, bukan pula khotbah yang panjang-panjang dan ‘ngalor-ngidul’ dari atas mimbar. Agnes wafat sebagai seorang martir (+ 304), mati ditusuk pedang ketika dibakar hidup-hidup. Ini adalah martyria (kesaksian) dalam arti sesungguh-sungguhnya.

Karena kita mempunyai Allah yang penuh kasih, yang tidak akan pernah menolak siapa pun, marilah kita pergi menghadap-Nya dengan hati yang terbuka lebar agar dapat menerima anugerah apa saja yang ingin diberikan-Nya kepada kita. Dia rindu untuk memberikan kepada kita masing-masing setiap berkat dan rahmat-Nya. Dia rindu untuk menarik orang-orang dari keempat penjuru dunia dan membawa mereka ke hadapan hadirat-Nya, dan untuk memberkati mereka dengan cintakasih-Nya.

20 Januari 2016

Rabu, 20 Januari 2016 Hari Biasa Pekan II

“Penyesatan itu terutama bersifat buruk, kalau ia dilakukan oleh orang-orang terpandang dan kalau karena itu orang-orang lemah dibahayakan. Ini yang membuat Tuhan kita berseru: "Tetapi barang siapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil ini yang percaya kepada-Ku, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia ditenggelamkan ke dalam laut" (Mat 18:6) Bdk. 1 Kor 8:10-13.. Penyesatan itu bobotnya sangat berat, kalau dilakukan oleh para pendidik dan para guru. Karena itu, Yesus mempersalahkan ahli-ahli Taurat dan kaum Farisi bahwa mereka adalah serigala berbulu domba.  Mat 7:15


Tuhanlah tempat perlindungan dan kubu pertahananku, kota bentengku dan penyelamatku; Tuhanlah perisai, tempat aku berlindung; Dialah yang menundukkan para bangsa ke bawah kuasaku.
(Mzm 144:2)

Doa

Allah Bapa, sumber daya kekuatan, berilah kami kesehatan jiwa raga melalui sabda Yesus Mesias. Semoga kami mematuhi sabda-Nya, yaitu sabda kebenaran bagi setiap orang. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami, yang bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan dari Kitab Pertama Samuel (17:32-33.37.40-51) 

"Daud mengalahkan Goliat dengan umban dan batu."

Pada suatu hari Daud menghadap Saul dan berkata kepadanya, “Janganlah seseorang menjadi tawar hati karena Goliat! Hambamu ini akan pergi melawan orang Filistin itu.” Tetapi Saul berkata kepada Daud, “Tidak mungkin engkau dapat menghadapi orang Filistin itu! Mustahil engkau dapat melawan Goliat! Sebab engkau masih muda, sedang Goliat sejak dari masa mudanya telah menjadi prajurit.” Tetapi Daud berkata kepada Saul, “Tuhan telah melepaskan daku dari cakar singa dan dari cakar beruang. Dia pun akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu!” Kata Saul kepada Daud, “Pergilah! Tuhan menyertai engkau.” Maka Daud mengambil tongkatnya lalu pergi. Ia memilih dari dasar sungai lima batu yang licin dan menaruhnya dalam kantung gembala yang dibawanya, yakni wadah batu, sedang umban tali dipegangnya. Demikianlah Daud mendekati Goliat, orang Filistin itu. Goliat sendiri makin dekat menghampiri Daud, dan di depannya berjalan orang yang membawa perisainya. Ketika Goliat melayangkan pandangannya dan melihat Daud, dihinanya Daud karena ia masih muda, kemerah-merahan dan elok parasnya. Goliat, orang Filistin itu, berkata kepada Daud, “Anjingkah aku, maka engkau mendatangi aku dengan tongkat?” Lalu demi para dewa, orang Filistin itu mengutuki Daud. Lalu dia menantang Daud, “Hadapilah aku, maka aku akan memberikan dagingmu kepada burung di udara dan kepada binatang-binatang di padang.” Tetapi Daud berkata kepada Goliat, orang Filistin itu, “Engkau mendatangi aku dengan pedang, tombak serta lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama Tuhan semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu. Hari ini juga Tuhan akan menyerahkan engkau ke dalam tanganku! Aku akan mengalahkan engkau dan memenggal putus kepalamu! Hari ini juga aku akan memberikan mayatmu dan mayat tentara orang Filistin kepada burung-burung di udara dan binatang-binatang liar, supaya seluruh bumi tahu, bahwa Israel mempunyai Allah, dan supaya segenap jemaah ini tahu bahwa Tuhan menyelamatkan bukan dengan pedang atau lembing. Sebab di tangan Tuhanlah pertempuran, dan Ia akan menyerahkan kamu ke dalam tangan kami.” Ketika orang Filistin itu bergerak maju menyongsong Daud, segera larilah Daud ke barisan musuh menghadapi Goliat. Lalu Daud memasukkan tangannya ke dalam kantung batu, diambilnyalah sebuah batu, lalu diumbankannya. Maka kenalah dahi Goliat, dan terjerumuslah ia dengan mukanya ke tanah. Demikianlah Daud mengalahkan orang Filistin itu dengan umban dan batu; ia mengalahkan Goliat dan membunuhnya, tanpa pedang di tangan. Daud berlari mendapatkan orang Filistin itu, lalu berdiri di sebelahnya; diambilnyalah pedang Goliat, dihunusnya dari sarungnya, lalu ia menghabisi Goliat. Dipancungnyalah kepala Goliat dengan pedangnya sendiri.

Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.


Mazmur Tanggapan
Ref. Terpujilah Tuhan, gunung batuku.
Ayat. (Mzm 144:1b.2.9-10)

  1. Terpujilah Tuhan, Gunung Batuku! Ia mengajar tanganku bertempur, Ia melatih jari-jariku berperang!
  2. Ia menjadi tempat perlindungan dan kubu pertahananku, kota bentengku dan penyelamatku; Ia menjadi perisai, tempat aku berlindung; Dialah yang menundukkan bangsa-bangsa ke bawah kuasaku!
  3. Ya Allah, aku hendak menyanyikan lagu baru bagi-Mu; dengan gambus sepuluh tali aku hendak bermazmur. Sebab Engkaulah yang memberikan kemenangan kepada raja-raja, dan yang membebaskan Daud, hamba-Mu!

Bait Pengantar Injil
Ref. AlleluyaAyat. (Mat 4:23)
Yesus memberitakan Injil Kerajaan Allah, dan menyembuhkan semua orang sakit.


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (3:1-6)

http://theresia-patria-jaya.blogspot.com/

"Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat menyelamatkan nyawa orang atau membunuhnya?"

Pada suatu hari Sabat Yesus masuk ke rumah ibadat. Di situ ada seorang yang mati sebelah tangannya. Orang-orang Farisi mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang itu pada hari Sabat, supaya mereka dapat mempersalahkan Dia. Kata Yesus kepada orang yang mati sebelah tangannya itu, “Mari, berdirilah di tengah!” Kemudian Yesus berkata kepada mereka, “Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat? Menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?” Tetapi mereka itu diam saja. Yesus jengkel karena kedegilan mereka! Dengan marah Ia memandang sekeliling, lalu berkata kepada orang tadi, “Ulurkanlah tanganmu!” Ia pun mengulurkan tangannya, dan sembuhlah seketika. Lalu keluarlah orang-orang Farisi dan segera bersekongkol dengan orang-orang Herodian untuk membunuh Dia.

Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.



Renungan

Hari ‘Sabat’ dalam tradisi Yahudi adalah hari istirahat dan dipersembahkan kepada Allah. Pada hari Sabat, yang berarti hari Sabtu, ini masa kini di daerah Yahudi memang kegiatan kantor dan sekolah-sekolah libur dan masyarakat menikmati hari itu untuk berrekreasi dengan seluruh anggota keluarga. Hari Sabat dimaksudkan sebagai hari untuk memboroskan waktu dan tenaga bagi Allah alias mengarahkan sepenuhnya kepada Penyelenggaraan Ilahi, maka dalam tradisi bangsa Yahudi mereka tak bekerja, melainkan beristirahat atau berrekreasi bersama segenap anggota keluarga, dan rekreasi pun diselenggarakan tidak jauh dari tempat tinggalnya. Dengan kata lain tujuan hari Sabat tidak lain adalah agar orang senantiasa lebih mengutamakan kehendak Allah atau perbuatan-perbuatan baik, yang menyelamatkan jiwa manusia. Maka ketika Yesus menyembuhkan orang sakit pada hari Sabat dan diamat-amati oleh orang-orang Farisi guna mencari kesalahan-Nya, Ia berkata: “Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?". Berbuat baik dan menyelamatkan nyawa orang itulah yang menjadi tujuan utama aneka tata tertib atau aturan, maka ketika kita melihat bahwa tata tertib atau aturan menghambat usaha untuk berbuat baik dan menyelamatkan nyawa orang, hendaknya tidak takut ‘melanggar’ tata tertib atau aturan yang ada. Dengan kata lain segala bentuk pelanggaran aturan atau tata tertib dimungkinkan, asal tindakan yang dikerjakan lebih bernilai daripada hanya mentaati tata tertib atau aturan, meskipun untuk itu harus berhadapan dengan yang berwajib untuk mempertanggungjawabkan ‘pelanggarannya’. Nilai moral atau cinta kasih mengatasi atau mendasari semua aturan dan tata tertib, maka tindakan yang berdasarkan moral yang baik atau cinta kasih dalam situasi dan kondisi apapun senantiasa baik adanya.

"Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu. Hari ini juga TUHAN akan menyerahkan engkau ke dalam tanganku dan aku akan mengalahkan engkau dan memenggal kepalamu dari tubuhmu; hari ini juga aku akan memberikan mayatmu dan mayat tentara orang Filistin kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-binatang liar, supaya seluruh bumi tahu, bahwa Israel mempunyai Allah, dan supaya segenap jemaah ini tahu, bahwa TUHAN menyelamatkan bukan dengan pedang dan bukan dengan lembing. Sebab di tangan TUHANlah pertempuran dan Ia pun menyerahkan kamu ke dalam tangan kami.” (1Sam 17:45-47), demikian kata Daud kepada orang-orang Filistin. Berperang dalam nama Tuhan semesta alam itulah yang dihayati oleh Daud, bukan ‘dengan pedang dan tombak dan lembing’. Kita semua dalam hidup sehari-hari juga dipanggil untuk berperang, tetapi berperang melawan kejahatan-kejahatan. Dalam hal ini saya teringat apa yang terjadi di Filipina dalam revolusi rakyat untuk menggulingkan presiden Marcos. Tank-tank dan persenjataan lengkap dan mutakhir yang dipakai oleh tentara-tentara yang gagah dan kekar dihadapi oleh para wanita, ibu-ibu dan anak-anak dengan memegang rosario seraya berdoa rosario. Pasukan tentara utusan Marcos pun akhirnya bertekuk lutut di hadapan para ibu, wanita dan anak-anak tersebut. Bukankah hal ini menunjukkan bahwa dalam tiap pribadi orang ada kerinduan dan dambaan mendalam akan Tuhan di dalam hatinya? Maka hendaknya menyikapi dan menghadapi siapapun, termasuk para penjahat, senantiasa di dalam dan bersama dengan Tuhan, artinya hadapi dan sikapi dalam dan dengan cintakasih. Setiap orang yang hidup serta masih hidup sampai saat ini hanya karena cintakasih, tanpa cintakasih mereka tak dapat hidup sebagaimana adanya pada saat ini. Mereka menjadi jahat dan berbuat jahat, hemat kurang menyadari dan menghayati cintakasih yang telah diterimanya, maka marilah kita tolong untuk menyadari dan menghayati cintakasih dengan kita kasihi dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap akal budi dan segenap tubuh atau tenaga. Dalam dan dengan cintakasih Tuhan kita akan mampu menghadapi dan mengatasi aneka kejahatan yang ada di sekitar kita. (Rm. Ign. Sumarya, SJ - 18 Jan 2012 dan 23 Jan 2013)


Aku mengandalkan Tuhan. Aku mengandalkan sabda-Nya.
(Mzm 130:5)