Selamat Datang di Blog Patria Jaya dsk. - Santa Theresia
Wilayah 4, Paroki Lubang Buaya - Gereja Kalvari, Jakarta Timur

25 September 2015

Siapakah Ia yang berasal dari Allah?


http://theresia-patria-jaya.blogspot.com/


Setelah kita belajar banyak dari kehidupan Gayus, 3 Yohanes juga menunjukkan tokoh lain yang berbanding terbalik dengan Gayus. Dia adalah Diotrefes. Berbeda dengan Gayus yang ramah dan murah hati kepada orang-orang percaya, para pemberita Injil, dan para misionari, Diotrefes justru tidak mau menerima bahkan mengucilkan mereka, ia pun mencegah siapapun yang mau menerima mereka. Ia bukannya membantu, tetapi justru menghalangi orang lain yang ingin membantu. Nah, adakah Anda mengenal orang-orang seperti itu?

Kita mungkin bukan seorang penginjil ataupun pendeta, tetapi sebagai orang Kristen kita wajib untuk mendukung orang-orang yang bekerja bagi nama Tuhan. Kita mungkin tidak bisa ikut menginjil ke pelosok-pelosok, pergi dari satu tempat ke tempat lain untuk memberitakan jalan selamat, tetapi kita masih bisa berdoa, mendukung dana, atau turut ambil bagian dalam pelayanan pekerjaan Tuhan. Kepada orang-orang Kristen yang tidak melakukan satupun dari hal itu, apalagi menghalangi orang lain yang ingin melakukannya, ayat 11 menulis supaya tidak ada orang Kristen lain yang menirunya.

Sudahkah kita berbuat sesuatu untuk pekerjaan Tuhan? Kalau belum, kita bisa memulainya sekarang. Hal-hal kecil yang kita lakukan untuk pemberitaan Injil, hal-hal sederhana yang kita berikan untuk para pelayan Kristus, hal-hal yang mungkin hilang atau berkurang dari diri kita karena Tuhan, tidak akan pernah sia-sia. Allah yang mengetahuinya tidak akan berhutang kepada kita. Sebaliknya, jangan sampai kita menjadi orang Kristen yang tidak pernah memberi kontribusi apapun bagi pekerjaan Tuhan. Sudah tidak melakukan apa-apa, masih menghalangi orang lain untuk melakukannya pula. Jika demikian, kita pastilah orang Kristen asal-asalan saja.

Saudaraku yang kekasih, janganlah meniru yang jahat, melainkan yang baik. Barangsiapa berbuat baik, ia berasal dari Allah, tetapi barangsiapa berbuat jahat, ia tidak pernah melihat Allah.
(3 Yohanes 1:11)

Mati Bersama Kristus

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XXV – Jumat, 25 September 2015)


http://theresia-patria-jaya.blogspot.com/


Pada suatu kali ketika Yesus berdoa seorang diri, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Lalu Ia bertanya kepada mereka, “Kata orang banyak, siapakah Aku ini? Jawab mereka, “Yohanes Pembaptis, yang lain mengatakan: Elia, yang lain lagi mengatakan bahwa seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit.” Yesus bertanya kepada mereka, “Menurut kamu, siapakah Aku ini?” Jawab Petrus, “Mesias dari Allah.” Lalu Yesus melarang mereka dengan keras, supaya mereka jangan memberitahukan hal itu kepada siapa pun.

Kemudian Yesus berkata, “Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.” (Luk 9:18-22)

Bacaan Pertama: Hag 2:1b-9; Mazmur Tanggapan: Mzm 43:1-4 


“Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga” (Luk 9:22). Di sini Yesus bernubuat tentang penderitaan sengsara dan wafat-Nya, pada saat mana Dia menumpahkan darah-Nya untuk penebusan kita.

Banyak orang memandang penderitaan, mati untuk orang-orang lain, menumpahkan darah sebagai suatu tanda pemberian-diri penuh kemurahan hati. Pada jam-jam yang paling gelap dalam Perang Dunia II, pada saat Winston Churchill mengatakan kepada rakyatnya bahwa dia tidak mempunyai apa-apa untuk ditawarkan kepada mereka selain “darah, keringat dan air mata”, maka sebenarnya dia menggunakan suatu imaji yang dipahami oleh seluruh dunia. Bagi orang Yahudi, darah memiliki signifikansi yang istimewa. Darah mengingatkan mereka pada hewan untuk kurban yang dipersembahkan membebaskan orang dari hukuman mati. “Keluaran” mereka dari perbudakan di tanah Mesir merupakan memori yang tertanam dalam kesadaran mereka. Dan “keluaran” ini merupakan akibat langsung dari pembunuhan anak-anak sulung Mesir, ketika orang-orang Yahudi diselamatkan karena darah kambing domba yang disapukan pada ambang atas dan pada kedua tiang pintu rumah mereka (Kel 12:21-23).



http://theresia-patria-jaya.blogspot.com/

“Surat kepada orang Ibrani” membuat pernyataan tegas seperti berikut; “… tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan” (Ibr 9:22). Darah Yesus Kristus yang dipersembahkan tanpa cela kepada Allah membersihkan hati nurani kita dari pekerjaan-pekerjaan maut dan membawa kita kepada penyembahan Allah yang hidup. Darah Kristus ini membersihkan kita, bukan dalam artian yang lahiriah (khasat mata), melainkan secara batiniah. Darah Kristus tidak hanya membersihkan diri kita, melainkan juga menebus kita.

Akan tetapi semua ini bukan sesuatu yang bersifat satu arah. Perjanjian Baru, seperti juga Perjanjian Lama, adalah sebuah perjanjian, dan tidak ada perjanjian yang bersifat sepihak. Artinya, kita pun harus melakukan bagian kita juga, artinya kewajiban kita! Kita harus menanggapi panggilan Allah untuk ikut ambil bagian dalam misteri Paskah. Secara batiniah kita harus mempersatukan diri kita dengan Kristus dalam penderitaan dan kematian-Nya. Dengan pertolongan Roh Kudus, kita harus membuka hati kita bagi darah Kristus yang memiliki daya penebusan itu. Kita harus menyatu dengan Kristus dalam pemberian-diri, dalam suatu hidup yang tidak mementingkan diri sendiri dan penuh cintakasih, tanpa menghitung-hitung biayanya dalam darah, keringat dan air mata.



DOA: 

Tuhan Yesus, jika kami telah mati bersama-Mu, ya Tuhan, kami percaya bahwa kami pun akan bangkit dan hidup bersama-Mu di surga. Terpujilah nama-Mu sekarang dan selama-lamanya. 
Amin.

23 September 2015

Siapakah Yesus Itu ?

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XXV – Kamis, 24 September 2015)

http://theresia-patria-jaya.blogspot.com/


Herodes, raja wilayah, mendengar segala yang terjadi itu dan ia pun merasa cemas, sebab ada orang yang mengatakan bahwa Yohanes telah dibangkitkan dari antara orang mati. Ada lagi yang mengatakan bahwa Elia telah muncul kembali, dan ada pula mengatakan bahwa seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit. Tetapi Herodes berkata, “Yohanes telah kupenggal kepalanya. Siapa sebenarnya Dia ini, yang kabarnya melakukan hal-hal demikian?” Lalu ia berusaha supaya dapat bertemu dengan Yesus (Luk 9:7-9).

Bacaan Pertama: Hag 1:1-8; Mazmur Tanggapan: Mzm 149:1-6, 9


Sungguh menariklah bagi kita melihat bagaimana Lukas dengan tiga ayat yang singkat-singkat mengisi interval pada saat para rasul Yesus sedang keluar melakukan perjalanan misioner mereka, mewartakan Injil dan menyembuhkan sakit-penyakit. Berita-berita tentang Yesus dan para murid-Nya terus menyebar. Bahkan Herodes Antipas, raja wilayah Galilea dan Perea mendengar juga tentang apa yang sedang terjadi. Maka dia pun merasa cemas. Ia tidak mengenal Yesus. Herodes juga belum pernah berjumpa dengan Yesus. Herodes hanya mendengar bahwa orang-orang berkata: Yohanes Pembaptis telah hidup lagi; Elia telah muncul di tengah masyarakat; seorang dari nabi-nabi zaman baheula telah bangkit.

Herodes tidak dapat mengerti. Satu hal yang dia ketahui dengan pasti tentang Yesus adalah, bahwa Dia bukanlah Yohanes Pembaptis, karena dia sendirilah yang telah memerintahkan pemenggalan kepala Yohanes Pembaptis. Tetapi Yesus ini? Herodes bertanya-tanya dalam hati bagaimana rupanya Yesus ini. Rasa ingin tahunya pun semakin besar. Ia ingin bertemu dengan Yesus.

Herodes, dari apa yang kita dapat ketahui dalam Injil, adalah seorang pribadi yang cetek. Ia seakan tidak memiliki tulang punggung yang kuat. Ia lemah. Di sini Lukas mengindikasikan kepada para pembaca Injilnya bahwa Herodes ingin bertemu dengan Yesus karena sekadar ingin tahu. Herodes tidak berminat untuk melihat apakah Yesus adalah seorang nabi sejati, atau bahkan barangkali Dialah sang Mesias sendiri.

Apa dan bagaimana kiranya minat kita (anda dan saya) berkaitan dengan Yesus ini? Apakah kita memiliki minat yang cetek, hanya terbatas memenuhi rasa ingin tahu kita tentang Yesus secara historis sebagai sang rabi/nabi dari Nazaret? Apakah kita berupaya serius untuk mengenal sebagai sang Juruselamat, sebagai Tuhan, sebagai Putera Allah? Apa arti Yesus bagi kita masing-masing dalam hidup kita sehari-hari? Apakah Yesus sungguh riil bagi kita, tidak hanya sebagai Tuhan yang telah bangkit yang sekarang duduk di sebelah kanan Allah Bapa, namun juga dalam Ekaristi, dalam Injil, dalam Gereja, dalam diri sesama kita, teristimewa yang tersisihkan dalam masyarakat? Apa dan bagaimana jawaban kita jika Herodes bertanya kepada kita: “Siapa orang ini, yang tentang dia aku telah mendengar semua laporan ini?”

DOA: 
Tuhan Yesus, aku ingin lebih mengenal Engkau lagi dan lagi sebagai Tuhanku dan Juruselamatku. Terpujilah nama-Mu, sekarang dan selama-lamanya. 
Amin.

Kamis, 24 September 2015 - Hari Biasa Pekan XXV


Berada dalam Gereja, Tubuh Mistik Kristus, bagaimanapun implisit dan misteriusnya, adalah syarat esensial untuk keselamatan. (St. Yohanes Paulus II, Paus; Audiensi 31 Mei 1995)


Antifon Pembuka (Mzm 149:1-2)

Nyanyikanlah nyanyian baru bagi Tuhan. Pujilah Dia dalam jemaah orang-orang saleh. Biarlah Israel bersukacita atas Penciptanya, biarlah Sion bersorak sorai atas raja mereka.

Doa Pagi

Allah Bapa Mahamulia, berkenanlah membangun bait suci di dalam diri kami dan tinggallah di antara manusia di mana saja, tempat kami mencari kedamaian berkat Yesus, Putra-Mu. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami, yang bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah,  sepanjang segala masa. Amin.

Penuhnya kebahagiaan bukan hanya bersumber pada materi penopang hidup. Namun juga kedekatan dengan Sang Ilahi. Karena itulah Allah mengajak orang-orang Israel merenung, mengapa jerih payah mereka belum membawa kebahagiaan secara penuh bagi mereka.


Bacaan dari Nubuat Hagai (1:1-8)


"Bangunlah rumah Tuhan dan Aku akan berkenan menerimanya.

Pada tahun kedua pemerintahan Raja Darius, pada hari pertama bulan keenam, datanglah sabda Tuhan dengan perantaraan Nabi Hagai kepada Zerubabel bin Sealtiel, bupati Yehuda, dan kepada Yosua bin Yozadak, imam besar, bunyinya, Beginilah sabda Tuhan semesta alam, Bangsa ini berkata: Sekarang belum tiba waktunya untuk membangun kembali rumah Tuhan. Maka datanglah sabda Tuhan dengan perantaraan Nabi Hagai,
bunyinya: Apakah sudah tiba waktunya bagi kalian untuk mendiami rumah-rumahmu yang dipapani dengan baik, sedang rumah Tuhan tetap menjadi reruntuhan? Oleh sebab itu beginilah sabda Tuhan semesta alam. Perhatikanlah keadaanmu! Kalian menabur banyak, tetapi membawa pulang hasil sedikit. Kalian makan, tetapi tidak sampai kenyang. Kalian minum, tetapi tidak sampai puas. Kalian berpakaian, tetapi badanmu tidak menjadi hangat. Dan orang yang bekerja untuk upah, ia bekerja tetapi upahnya ditaruh dalam pundi-pundi yang berlubang. Beginilah sabda Tuhan semesta alam. Perhatikanlah keadaanmu! Maka naiklah ke gunung, bawalah kayu dan bangunlah rumah Tuhan. Maka aku akan berkenan
menerimanya, dan akan menyatakan kemuliaan-Ku di situ.


Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.


Mazmur Tanggapan
Ref. Tuhan berkenan akan umat-Nya

Ayat. (Mzm 149:1-2.3-4.5-6a.9b)
  1. Nyanyikanlah bagi Tuhan lagu yang baru! Pujilah Dia dalam jemaah orang-orang saleh! Biarlah Israel bersukacita atas penciptanya, biarlah Sion bersorak-sorai atas raja mereka.
  2.  Biarlah mereka memuji-muji nama-Nya dengan tarian, biarlah mereka bermazmur kepada-Nya dengan rebana dan kecapi! Sebab Tuhan berkenan kepada umat-Nya, Ia memahkotai orang yang rendah hati dengan keselamatan.
  3.  Biarlah orang saleh beria-ria dalam kemuliaan, biarlah mereka bersorak-sorai di atas tempat tidur. Biarlah pujian pengagungan Allah ada dalam kerongkongan mereka. Itulah semarak bagi orang yang dikasihi Allah.
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. (Yoh 14:6)
Akulah jalan, kebenaran dan hidup; hanya melalui Aku orang sampai kepada Bapa.


Karya-karya besar yang dikerjakan Yesus membuat Herodes gentar. Ini menunjukkan bahwa pewahyuan kebesaran Allah di tengah-tengah umat manusia juga akan membawa kegentaran yang menggiring orang untuk berusaha tahu secara lebih dalam. 

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (9:7-9)


"Yohanes telah kupenggal kepalanya. Siapa gerangan Dia ini, yang kabarnya melakukan hal-hal besar itu?"

Ketika Herodes, raja wilayah Galilea, mendengar segala sesuatu yang terjadi, ia merasa cemas, sebab ada orang yang mengatakan, bahwa Yohanes telah bangkit dari antara orang mati. Ada lagi yang mengatakan, bahwa Elia telah muncul kembali, dan ada pula yang mengatakan, bahwa seorang dari nabi-nabi zaman dahulu telah bangkit. Tetapi Herodes berkata "Yohanes kan telah kupenggal kepalanya. Siapa gerangan Dia ini, yang
kabarnya melakukan hal-hal besar itu?" Lalu ia berusaha untuk dapat bertemu dengan Yesus.


Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus


Renungan


Perluasan misi Yesus menarik banyak orang, termasuk Herodes Antipas, raja wilayah Galilea. Ia bahkan gelisah dan ingin bertemu dengan Yesus karena mendengar pekerjaan Yesus yang penuh kuasa. Ada orang yang bertemu dengan kita hanya mau ngobrol, tetapi ada juga yang ingin bertemu dengan kita karena pekerjaan kita yang penuh kuasa. Kita harus memberi kesaksian bahwa kuasa itu bukan dari diri kita sendiri tetapi dari Yesus.


 
Doa Malam

Allah Bapa sumber segala kebaikan, semoga benih yang telah Kautaburkan kini menghasilkan buah. Semoga sabda-Mu mendatangkan kedamaian dan membuat kami bersedia mengabdi sesama tanpa pamrih. Dengan pengantaraan
Kristus, Tuhan kami. Amin.

Rabu, 23 September 2015 Peringatan Wajib St. Padre Pio dari Pietrelcina, Imam

"Dalam kitab-kitab kita mencari Tuhan, dalam doa kita menemukan-Nya. Doa adalah kunci yang membuka hati Tuhan; (St. Padre Pio dari Pietrelcina)

Antifon Pembuka (Bdk. Luk 4:18)

Roh Tuhan menyertai aku. Aku diurapi-Nya dan diutus mewartakan kabar gembira kepada kaum fakir miskin dan menghibur orang yang remuk redam.

The Spirit of the Lord is upon me, for he has anointed me and sent me to preach the good news to the poor, to heal the broken-hearted 


Doa Pagi


Allah Bapa Yang Mahakuasa dan penuh belas kasih, Engkau sudah memasyhurkan Santo Padre Pio. Semoga berkat doa dan teladannya kami berusaha membawa sesama kepada cinta kasih Kristus dan dapat memperoleh kemuliaan abadi bersama mereka. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan dari Kitab Ezra (9:5-9)



"Dalam masa perbudakan, kami tidak engkau tinggalkan, ya Tuhan"


Ketika mendengar berita tentang dosa umat Israel, aku, Ezra, mengoyakkan pakaian dan jubahku, dan duduk tertegun. Pada waktu kurban petang bangkitlah aku dan berhenti menyiksa diri. Lalu aku berlutut dengan pakaian dan jubahku yang koyak-koyak; sambil menadahkan tanganku kepada Tuhan, Allahku, aku berkata, "Ya Allahku, aku malu dan mendapat cela, sehingga tidak berani menengadahkan mukaku kepada-Mu. Dosa kami telah menumpuk mengatasi kepala kami dan kesalahan kami telah membubung ke langit. Sejak zaman nenek moyang kami sampai hari ini kesalahan kami besar, dan oleh karena dosa kami maka kami sekalian dengan para raja dan para imam diserahkan kepada raja-raja negeri asing. Kami diserahkan dalam kuasa pedang, ditawan, dijarah dan dihina di depan umum, seperti yang terjadi sekarang ini. Tapi kini kami mengalami kasih karunia Tuhan, Allah kami. Ia meninggalkan pada kami orang-orang yang terluput, dan memberi kami tempat menetap di tempat-Nya yang kudus. Allah kami membuat mata kami bercahaya dan memberi kami sedikit kelegaan di masa perbudakan kami. Sekalipun kami menjadi budak, tetapi dalam perbudakan itu Allah tidak meninggalkan kami. Ia membuat kami disayangi oleh raja-raja negeri Persia, sehingga kami mendapat keleluasaan untuk membangun rumah Allah dan menegakkan kembali reruntuhannya, serta memperoleh tembok pelindung di Yehuda dan di Yerusalem.

Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah


Kidung Tanggapan
Terpujilah Allah yang hidup selama-lamanya.

Ayat. (Tobit 13:2,3-4a,4bcd,5,8)

  1. Memang Allah menyiksa, tetapi juga mengasihani, Ia menurunkan ke dalam dunia orang mati, tetapi menaikkan juga dari sana; tidak seorang pun luput dari tangan-Nya.
  2. Wartakanlah kebesaran-Nya di sana, agungkanlah Dia di hadapan segala yang hidup. Sebab Dialah Tuhan kita, Dialah Allah, Ia adalah Bapa kita untuk selama-lamanya.
  3. Jika dengan segenap hati kamu berbalik kepada-Nya, & dengan segenap jiwa berlaku benar di hadapan-Nya, niscaya Ia pun berbalik kepada kamu, dan wajah-Nya pun tidak disembunyikan-Nya terhadap kamu.
  4. Pandanglah apa yang dikerjakan-Nya bagi kamu, muliakanlah Dia dengan segenap mulut. Pujilah Tuhan yang adil dan agungkanlah Raja yang kekal.
  5. Aku memuliakan Dia di tanah pembuanganku, kunyatakan kekuasaan & kebesaran-Nya kepada kaum berdosa. Bertobatlah, hai orang-orang berdosa, lakukanlah apa yang benar di hadapan-Nya. Siapa tahu Ia berkenan akan kamu dan menjalankan belas kasihan kepada-Mu.

Bait Pengantar Injil
Reff : Alleluya
Ayat. (Markus 1:15)
Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (9:1-6)

"Ia mengutus para murid mewartakan kerajaan Allah dan menyembuhkan orang-orang sakit."

Sekali peristiwa Yesus memanggil keduabelas murid-Nya, lalu memberikan tenaga dan kuasa kepada mereka untuk menguasai setan-setan dan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit. Ia mengutus mereka untuk mewartakan Kerajaan Allah dan menyembuhkan orang-orang. Yesus berkata kepada mereka, "Jangan membawa apa-apa dalam perjalanan. Jangan membawa tongkat atau bekal, roti atau uang, atau dua helai baju. Apabila kalian diterima di suatu rumah, tinggallah di situ sampai kalian berangkat dari situ. Dan kalau ada orang yang tidak mau menerima kalian, keluarlah dari kota mereka, dan kebaskanlah debunya dari kakimu sebagai peringatan terhadap mereka." Lalu pergilah mereka, dan menjelajah segala desa, sambil memberitakan Injil serta menyembuhkan orang sakit di segala tempat.

Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran dan hidup kami.


Renungan

Manusia punya kecenderungan untuk menimbun barang atau harta benda. Dengan mudah bisa kita buktikan hal ini. Banyak orang punya kebiasaan mengumpulkan barang-barang yang tidak terpakai karena khawatir suatu saat nanti akan bisa digunakan. Hasilnya adalah rumahnya penuh dengan barang-barang bekas. Hal ini mungkin menjadi kebiasaan kita juga. Kita bisa rasakan betapa susahnya ketika harus pindah rumah. Kita akan sakit kepala memilah barang-barang yang tidak berguna dan mulai sibuk menjualnya atau membagi-bagi kepada orang lain.

Injil hari ini mengajar para murid agar dalam perjalanan tugasnya sebagai murid jangan terlalu membawa barang-barang berlebihan. Hidup harus ugahari, secukupnya saja, dan kita dituntut untuk tidak terikat pada semua barang duniawi. Hal ini tentu tidak mudah karena kadangkala dorongan manusiawi kita memang membeli barang baru, koleksi, dan mengumpulkan barang-barang yang kadang tidak berguna.

Pada akhirnya kita menghadap Tuhan tanpa membawa apa-apa. Kita tidak ditanya harta benda kita di pintu surga. Mungkin yang ditanya adalah sejauh mana kita sudah berbuat kasih kepada sesama.

Ya Bapa, ajarilah aku untuk lepas bebas terhadap ikatan duniawi dan hidup terarah pada kehendak-Mu. Amin.

Antifon Komuni (Mat 28:20)

Lihatlah, Aku menyertai kamu senantiasa bahkan sampai akhir zaman, demikianlah firman Tuhan.