Selamat Datang di Blog Patria Jaya dsk. - Santa Theresia
Wilayah 4, Paroki Lubang Buaya - Gereja Kalvari, Jakarta Timur

21 Maret 2015

Renungan Sabtu, 21 Maret 2015

Bacaan Injil, Sabtu 21 Maret 2015: Yoh 7:40-53
Air Sumber hidup

Bacaan Injil, Sabtu 21 Maret 2015: Yoh 7:40-53



Yoh 7:40 Beberapa orang di antara orang banyak, yang mendengarkan perkataan-perkataan itu, berkata: "Dia ini benar-benar nabi yang akan datang."

Yoh 7:41 Yang lain berkata: "Ia ini Mesias." Tetapi yang lain lagi berkata: "Bukan, Mesias tidak datang dari Galilea!

Yoh 7:42 Karena Kitab Suci mengatakan, bahwa Mesias berasal dari keturunan Daud dan dari kampung Betlehem, tempat Daud dahulu tinggal."

Yoh 7:43 Maka timbullah pertentangan di antara orang banyak karena Dia.

Yoh 7:44 Beberapa orang di antara mereka mau menangkap Dia, tetapi tidak ada seorangpun yang berani menyentuh-Nya.

Yoh 7:45 Maka penjaga-penjaga itu pergi kepada imam-imam kepala dan orang-orang Farisi, yang berkata kepada mereka: "Mengapa kamu tidak membawa-Nya?"

Yoh 7:46 Jawab penjaga-penjaga itu: "Belum pernah seorang manusia berkata seperti orang itu!"


20 Maret 2015

Doa Seorang Anak



DOA SEORANG ANAK

Musik/Lagu : Kriswidianto

Syair : Yulia Pardede
Arrangement : Kriswidianto

Di dalam doamu, kau sebut namaku

Di dalam harapmu,
kau sebut namaku (kau ingat diriku)
Di dalam segala hal, namaku di hatimu.

Tak dapat kubalas cintamu ayahku

Tak ‘kan kulupakan nasehatmu ibu.
Hormati orang tuamu
Agar lanjut umurmu di bumi.

T’rima kasih ayah dan ibu

Kasih sayangmu padaku
Pengorbananmu meneteskan peluh
‘tuk kebahagiaanku.

Tuhan lindungi ayah ibuku

Dalam doa kuberseru
Tetes air matamu yang kau tabur dituai bahagia.
Tetes air matamu yang kau tabur dituai bahagia.

Renungan Ziarah Batin Jum'at 20 Maret 2015



Pekan Prapaskah IV (U)
Beato Sebastianus dr Torino;
St. Fransiskus; Maria dr Camporosso
Bacaan I    : Keb 2:1a.12-22
Mazmur    : 34:17-18.19-20.21.23; R:19a
Bacaan Injil    : Yoh. 7:1-2.10.25-30
Yesus berjalan keliling Galilea; Ia tidak mau tetap tinggal di Yudea, karena di sana orang-orang Yahudi berusaha untuk membunuh-Nya.Ketika itu sudah dekat hari raya orang Yahudi, yaitu hari raya Pondok Daun.
Tetapi sesudah saudara-saudara Yesus berangkat ke pesta itu, Ia pun pergi juga ke situ, tidak terang-terangan tetapi diam-diam.
Beberapa orang Yerusalem berkata: ”Bukan­kah Dia ini yang mereka mau bunuh? Dan lihatlah, Ia berbicara dengan leluasa dan mereka tidak mengatakan apa-apa kepada-Nya. Mungkinkah pemimpin kita benar-benar sudah tahu, bahwa Ia adalah Kristus? Tetapi tentang orang ini kita tahu dari mana asal-Nya, tetapi bilamana Kristus datang, tidak ada seorang pun yang tahu dari mana asal-Nya.” Waktu Yesus mengajar di Bait Allah, Ia berseru: ”Memang Aku kamu kenal dan kamu tahu dari mana asal-Ku; namun Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, tetapi Aku diutus oleh Dia yang benar yang tidak kamu kenal. Aku kenal Dia, sebab Aku datang dari Dia dan Dialah yang mengutus Aku.” Mereka berusaha menangkap Dia, tetapi tidak ada seorang pun yang menyentuh Dia, sebab saat-Nya belum tiba.
Renungan


19 Maret 2015

PENGAKUAN DOSA









Pengakuan Dosa

Pengakuan Dosa




















Pengakuan Dosa: 
* Kamis - 19 Maret 2015
* pukul 19.00 - 21.30 WIB 
* Gereja Kalvari


LUKISAN DI TELAPAK TANGAN


Bacaan  : Yesaya 49:14-21
Setahun : Yosua 17-19
Nats       : Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku; tembok-tembokmu t                        tetap di ruang mata-Ku. (Yesaya 49:16)
LUKISAN DI TELAPAK TANGAN

Seorang seniman asal Spanyol, David Cata, punya cara yang aneh untuk melahirkan sebuah karya seni. Tidak dengan melukis, tetapi ia rela menjahit telapak tangannya demi menciptakan karya seni yang menakjubkan. Dengan menggunakan jarum dan benang, David menyulam potret orang-orang terdekatnya di telapak tangannya. "Wajah mereka telah terpatri dalam hidup saya. Mereka adalah keluarga, teman, pasangan, dan guru, " kata David, seperti dilansir Design Boom.

Pada masa-masa pembuangan, Bangsa Israel mengalami masa-masa yang memilukan. Mereka merasa bahwa Tuhan telah melupakan dan meninggalkan mereka (ay. 14). Akibat pemberontakan mereka, Tuhan memang telah membawa mereka ke pembuangan, tujuh puluh tahun lamanya. Tetapi benarkah Tuhan melupakan dan meninggalkan mereka? Apakah Tuhan tidak pilu mendengar rintihan kesakitan mereka? Inilah jawab-Nya: "Lihat, Aku telah melukis engkau di telapak tangan-Ku; tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku." Seberapapun kerasnya penderitaan Israel, Allah tidak menegakan mereka terus mengalami kesusahan itu; Dia mengingat mereka.

Saat menghadapi situasi sulit dan ketika doa-doa kita sepertinya tidak menghasilkan jawaban, kita kerap kali merasa bahwa Tuhan telah melupakan dan meninggalkan kita. Namun lihatlah bagaimana Tuhan memandang hidup kita. Kita berharga di mata-Nya! Dia tidak akan menegakan kita bergelut dengan penderitaan, asalkan sikap hati kita berbalik kembali kepada-Nya. 


TUHAN BERKENAN PADA SETIAP RENCANA
YANG DISERAHKAN SEPENUHNYA PADA-NYA, TERMASUK HASILNYA.