Selamat Datang di Blog Patria Jaya dsk. - Santa Theresia
Wilayah 4, Paroki Lubang Buaya - Gereja Kalvari, Jakarta Timur

24 Desember 2015

Ia Datang Untuk Menyelamatkan Umat-Nya

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Khusus Adven – Kamis, 24 Desember 2015)


http://theresia-patria-jaya.blogspot.com/

Zakharia, ayahnya, penuh dengan Roh Kudus, lalu bernubuat, “Terpujilah Tuhan, Allah Israel, sebab Ia datang untuk menyelamatkan umat-Nya dan membawa kelepasan baginya, Ia menumbuhkan sebuah tanduk keselamatan bagi kita di dalam keturunan Daud, hamba-Nya itu, – seperti yang telah difirmankan-Nya sejak purbakala oleh mulut nabi-nabi-Nya yang kudus – untuk melepaskan kita dari musuh-musuh kita dan dari tangan semua orang yang membenci kita, untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada nenek moyang kita dan mengingat perjanjian-Nya yang kudus, yaitu sumpah yang diucapkan-Nya kepada Abraham, bapak leluhur kita bahwa ia mengaruniai kita, supaya kita, terlepas dari tangan musuh, dapat beribadah kepada-Nya tanpa takut, dalam kekudusan dan kebenaran di dihadapan-Nya seumur hidup kita. Dan engkau, hai anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi; karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya, untuk memberikan kepada umat-Nya pengertian akan keselamatan yang berdasarkan pengampunan dosa-dosa mereka, oleh rahmat dan belas kasihan dari Allah kita, yang dengannya Ia akan datang untuk menyelamatkan kita, Surya pagi dari tempat yang tinggi, untuk menyinari mereka yang tinggal dalam kegelapan dan dalam naungan maut untuk mengarahkan kaki kita kepada jalan damai sejahtera.” (Luk 1:67-79)

Bacaan pertama: 2Sam 7:1-5,8b-12,16; Mazmur Tanggapan: Mzm 89:2-5,27,29

 
“Terpujilah Tuhan, Allah Israel, sebab Ia datang untuk menyelamatkan umat-Nya dan membawa kelepasan baginya” (Luk 1:68).

Ketika malaikat Gabriel menampakkan diri kepada Zakharia dan memberitahukan kepadanya bahwa istrinya yang sudah tua dan mandul itu akan mengandung, Zakharia mempertanyakan hal itu dalam keragu-raguannya: “Bagaimanakah aku tahu bahwa hal ini akan terjadi? Sebab aku sudah tua dan istriku sudah lanjut umurnya.” Sebagai akibatnya, Zakharia dibuat menjadi bisu sampai kelahiran yang dijanjikan itu menjadi kenyataan (lihat Luk 1:18-20). Selama sembilan bulan tak berbicara, Zakharia tentunya secara berulang-ulang mengingat dan merenungkan kata-kata sang malaikat tersebut. Kita dapat membayangkan bagaimana kiranya dia merenungkan janji-janji Allah yang terdapat dalam Kitab Suci dan dalam keheningan memohon kepada Allah agar menolongnya memahami dengan lebih mendalam perihal pesan keselamatan yang telah disampaikan oleh sang malaikat.


http://theresia-patria-jaya.blogspot.com/

Akhirnya, pada akhir masa “hening”-nya, Zakharia ditransformasikan dari seorang yang meragukan Tuhan menjadi seorang pribadi yang dipenuhi dengan pujian dan adorasi bagi kemuliaan Allah. Pada waktu penyunatan Yohanes Pembaptis, Zakharia menyanyikan sebuah kidung dengan penuh sukacita, menyatakan bahwa Tuhan telah memenuhi janji-janji-Nya – tidak hanya bagi dirinya dan Elisabet, melainkan juga bagi segenap umat Allah. Sampai sekarang Kidung Zakharia (Benedictus) ini berkumandang di seluruh dunia tak henti-hentinya karena selalu didaraskan/dinyanyikan setiap kali kita mendoakan Ibadat Pagi dalam Ibadat Harian.

Allah memang sungguh luarbiasa dan menakjubkan. Ia sangat setia pada janji-janji-Nya! Kitab Suci selalu menunjuk pada pemenuhan janji-janji-Nya. Semua kerinduan dan ekspektasi dari umat seperti Zakharia mendapatkan balasan dalam diri Yesus, yang “akan akan datang untuk menyelamatkan kita, Surya pagi dari tempat yang tinggi, untuk menyinari mereka yang tinggal dalam kegelapan dan dalam naungan maut untuk mengarahkan kaki kita kepada jalan damai sejahtera” (Luk 1:78-79). Allah telah mengunjungi umat-Nya dan menganugerahkan kepada kita kebebasan dari tangan musuh, dan dapat beribadah kepada-Nya tanpa takut (Luk 1:74; lihat juga 1:71).

Sebagaimana Dia telah melakukan atas diri Zakharia, Allah ingin menunjukkan kepada kita bahwa Dia setia pada janji-janji-Nya. Walaupun dipenuhi banyak kesibukan pada beberapa hari mendatang, kita tetap harus menyediakan waktu hening untuk berdoa di hadapan hadirat Tuhan dan memohon kepada-Nya untuk berbicara kepada hati kita masing-masing. Barangkali kita dapat membaca dalam suasana doa berbagai narasi dalam Injil yang berkaitan dengan Natal dan memohon kepada Roh Kudus untuk menyatakan kasih Allah bagi kita secara lebih mendalam. Anggota-anggota keluarga atau komunitas dapat berkumpul bersama untuk beberapa saat berdoa guna merenungkan belas kasih Allah kepada kita semua.

Mazmur Tanggapan, do = d, 2/4, PS 868
Ref. Kerelaan Tuhan hendak kunyanyikan selama-lamanya.
Ayat. (Mzm 89:4-5.16-17.27.29; Ul: 2)


  1. Aku hendak menyanyikan kasih setia Tuhan selama-lamanya, hendak menuturkan kesetiaan-Mu turun-menurun. Sebab kasih setia-Mu dibangun untuk selama-lamanya kesetiaan-Mu tegak seperti langit.
  2. Engkau berkata, "Telah Kuikat perjanjian dengan orang pilihan-Ku Aku telah bersumpah kepada Daud, hamba-Ku: Aku hendak menegakkan anak cucumu untuk selama-lamanya, dan membangun takhtamu turun-menurun."
  3. Dia pun akan berseru kepada-Ku, "Bapa-kulah Engkau, Allahku dan gunung batu keselamatanku." Untuk selama-lamanya Aku akan memelihara kasih setia-Ku bagi dia, dan perjanjian-Ku dengannya akan Kupegang teguh.

DOA: 
Bapa surgawi, bukalah hati kami lebih lebar lagi agar dapat menerima pembebasan/pelepasan dan kasih-Mu. Datanglah mengunjungi kami dan angkatlah kegelapan hati kami serta rasa khawatir dan takut kami, sehingga dengan demikian terang-Mu dapat bercahaya dalam diri kami dan membimbing kami ketika berjalan bersama-Mu. 
Amin.

23 Desember 2015

Kelahiran Yohanes Pembabtis

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Khusus Adven – Rabu, 23 Desember 2015)

http://theresia-patria-jaya.blogspot.com/

Kemudian tibalah waktunya bagi Elisabet untuk bersalin dan ia pun melahirkan seorang anak laki-laki. Ketika tetangga-tetangganya serta sanak saudaranya mendengar bahwa Tuhan telah menunjukkan rahmat-Nya yang begitu besar kepadanya, bersukacitalah mereka bersama-sama dengan dia. Lalu datanglah mereka pada hari yang ke delapan untuk menyunatkan anak itu dan mereka hendak menamai dia Zakharia menurut nama bapaknya, tetapi ibunya berkata, “Jangan, ia harus dinamai Yohanes.” Kata mereka kepadanya, “Tidak ada di antara sanak saudaramu yang bernama demikian.” Lalu mereka memberi isyarat kepada bapaknya untuk bertanya nama apa yang hendak diberikannya kepada anaknya itu. Ia meminta batu tulis, lalu menuliskan kata-kata ini, “Namanya adalah Yohanes.” Mereka pun heran semuanya. Seketika itu juga terbukalah mulutnya dan terlepaslah lidahnya, lalu ia berkata-kata dan memuji Allah.

Lalu ketakutanlah semua orang yang tinggal di sekitarnya, dan segala peristiwa itu menjadi buah pembicaraan di seluruh pegunungan Yudea. Semua orang yang mendengarnya, merenungkannya dalam hati dan berkata, “Menjadi apakah anak ini nanti?” Sebab tangan Tuhan menyertai dia. (Luk 1:57-66)

Bacaan pertama: Mal 3:1-4; 4:5-6; Mazmur Tanggapan: Mzm 25:4-5,8-10,14

Dalam hal kelahiran Yohanes Pembaptis, acuan-acuan terselubung dan nubuatan-nubuatan penuh misteri yang sudah berumur berabad-abad, akhirnya mengambil rupa seorang manusia. Mengapa? Karena dialah sang bentara, sang nabi yang akan “mempersiapkan jalan di hadapan-Ku. Ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah” (Mal 3:1; 4:6). Pada hari ini pun pesan Yohanes Pembaptis dapat berbicara kepada hati kita, seperti juga kesaksian hidupnya dapat menjadi sebuah contoh bagi hidup kita.

Yohanes Pembaptis diumumkan secara ilahi dan diberikan nama di tengah tanda-tanda heran yang ajaib, Yohanes menjadi suara yang berseru-seru di padang gurun: “Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk TUHAN, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita! (Yes 40:3). Ia menghibur umat yang sudah lama menantikan pemenuhan janji-janji Allah. Yohanes Pembaptis memproklamasikan akhir dari hidup penuh sengsara mereka dan bahwa kesalahan umat ini telah diampuni (Yes 40:2). Sungguh merupakan Kabar Baik! Ia naik ke atas gunung yang tinggi dan berseru dengan suara nyaring, berkata kepada kota-kota Yehuda, “Lihat, itu Allahmu!” (Yes 40:9).

http://theresia-patria-jaya.blogspot.com/

Kalau kita merenungkannya dengan serius, sungguh semua ini merupakan “pendahuluan” dari sejarah keselamatan! Bahkan Yesus sendiri berkata tentang Yohanes Pembaptis sebagai berikut: “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar daripada Yohanes Pembaptis” (Mat 11:11). Bagaimana Yohanes Pembaptis sampai memahami dengan benar apa yang direncanakan Allah atas dirinya? Sejak hari-hari awal hidupnya bersama Zakharia dan Elisabet, sampai saat-saat ketika dia menyibukkan diri dengan tulisan-tulisan kenabian, Yohanes Pembaptis belajar mengabdikan dirinya mencari panggilan Allah bagi hidupnya. Karena dia telah mengembangkan suatu hidup doa yang kuat, Yohanes Pembaptis lebih daripada sekadar sebatang buluh yang ditiup angin ke sana ke mari atau seorang nabi akhir zaman yang bermata liar. Yohanes Pembaptis dengan penuh keyakinan sebagai seorang yang dibimbing Allah sendiri, seseorang yang hidupnya didedikasikan bagi Kerajaan Allah yang akan diinaugurasikan. Yesus memberi konfirmasi bahwa Yohanes Pembaptis sesungguhnya adalah “Elia” yang akan datang sebagai seorang pendahulu hari kedatangan Tuhan.

Saudari dan Saudaraku, seperti halnya dengan Yohanes Pembaptis, Allah memanggil kita, untuk mengkomit hidup kita terhadap kehendak-Nya. Oleh karena itu, marilah kita mengabdikan seluruh energi untuk mencari panggilan-Nya dan memohon kepada Roh Kudus-Nya kuat-kuasa untuk melaksanakan hal itu. Dengan penuh kepercayaan, marilah kita maju terus bersama Tuhan, dengan penuh sukacita turut memajukan kerajaan Allah. Bersama-sama, marilah kita berseru: “Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya” (Luk 3:4).

Mazmur Tanggapan
Ref. Bangkitlah dan angkatlah mukamu sebab penyelamatanmu sudah dekat.
Ayat. (Mzm 25:4b-5b.8-9.10.14; R: Luk 21:28)

  1. Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya Tuhan, tunjukkanlah lorong-lorong-Mu kepadaku. Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan daku.
  2. Tuhan itu baik dan benar; sebab itu Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat. Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum, dan mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang bersahaja.
  3. Segala jalan Tuhan adalah kasih setia dan kebenaran bagi orang yang berpegang pada perjanjian dan peringatan-peringatan-Nya. Tuhan bergaul karib dengan orang yang takwa pada-Nya, dan perjanjian-Nya Ia beritahukan kepada mereka.

DOA: 
Datanglah, ya Imanuel – Allah beserta kita – Raja kami, Hakim kami. Selamatkanlah kami, ya Tuhan Allah kami! Hidupkanlah kami dengan Roh Kudus-Mu sehingga kami sungguh dapat mempersiapkan jalan bagi kedatangan-Mu untuk kedua kalinya kelak, sebagaimana Yohanes Pembaptis telah melakukannya untuk kedatangan-Mu yang pertama. 
Amin.

22 Desember 2015

JADWAL MISA NATAL 2015 DAN TAHUN BARU 2016 DI KAJ

http://theresia-patria-jaya.blogspot.com/

DEKENAT PUSAT - 
Katedral St. Maria Diangkat ke Surga (021-3457746)
Jl.Katedral 7 Jakarta – 10710.

  1. 24 Desember 2015: 17.00, 19.30, 22.00 WIB
  2. 25 Desember 2015: 06.00, 07.30, 09.00 (Misa Pontifikal - Bapak Uskup), 11.00 (Misa Keluarga), 18.00 WIB
  3. 31 Desember 2015: 18.00 WIB
  4. 01 Januari 2016: 06.00, 18.00 WIB
Gereja St. Paskalis Cempaka Putih (021-4202793)
Jl. Letjen Suprapto, Kav.C 1/23 Jakarta – 10520.

  1. 24 Desember 2015: 1700, 21.00
  2. 25 Desember 2015: 07.00, 09.00 (anak-anak), 17.00
  3. 31 Desember 2015: 19.00
  4. 01 Januari 2016: 07.00
Gereja Hati Kudus Kramat Raya (021-3909689)
Jl. Kramat Raya 134 Jakarta – 10430.

  1. 24 Desember 2015: 18.00, 21.00 WIB
  2. 25 Desember 2015: 07.00, 07.00, 09.00, 17.00 WIB
  3. 31 Desember 2015: 18.00 WIB
  4. 01 Januari 2016: 09.00 WIB
Gereja St. Ignatius Jalan Malang (021-3151324)
Jl. Malang No.22 Jakarta – 10310.

  1. 24 Desember 2015: 18.00, 21.00
  2. 25 Desember 2015: 08.30, 12.00, 17.30
  3. 31 Desember 2015: 18.00
  4. 01 Januari 2016: 08.30
Gereja Kristus Raja Pejompongan (021-5734375)
Jl. Danau Toba 56, Pejompongan Jakarta – 10210.

  1. 24 Desember 2015: 18.00, 21.00 WIB
  2. 25 Desember 2015: 09.00, 11.30 (Bahasa Inggris) WIB
  3. 31 Desember 2015: 18.00 WIB
  4. 01 Januari 2016: 18.00 WIB
Gereja St. Theresia (021-3917708)
Jl. Gereja Theresia No.2 Jakarta – 10350.

  1. 24 Desember 2015: 13.00 (Expat), 17.00, 20.00, 22.30
  2. 25 Desember 2015: 07.00, 10.00, 14.00 (Expat), 18.00
  3. 31 Desember 2015:
  4. 01 Januari 2016:

DEKENAT BEKASI
Gereja St. Arnoldus Jannsen Bekasi (021-8801763)
Jl. Ir. H. Juanda 164.

  1. 24 Desember 2015: 17.00, 20.30 WIB
  2. 25 Desember 2015: 06.00, 09.00 (Keluarga), 17.00 WIB
  3. 31 Desember 2015: Konfirmasi
  4. 01 Januari 2016: Konfirmasi
Gereja St. Leo Agung Jatiwaringin (021-8629945)
Jl. Kartika Eka Paksi no.1 Kompl. KODAM (KPAD) – Jatiwaringin.

  1. 24 Desember 2015: 17.00, 21.00
  2. 25 Desember 2015: 07.00, 10.00, 18.00
  3. 31 Desember 2015:
  4. 01 Januari 2016:
Gereja St. Mikael Kranji (021-8885.1155)
Jl. Bintara Raya No.38 Bekasi – 17135.

  1. 24 Desember 2015:
  2. 25 Desember 2015:
  3. 31 Desember 2015:
  4. 01 Januari 2016:
Gereja St. Servatius Kampung Sawah (021-8449967)
Pondok Gede Kampung Sawah Bekasi.

  1. 24 Desember 2015: 17.00, 21.00 WIB
  2. 25 Desember 2015: 06.00, 08.30, 17.00 WIB
  3. 31 Desember 2015: 20.00 WIB
  4. 01 Januari 2016: 05.30 WIB
Gereja St. Bartolomeus Taman Galaksi (021-82410916)
Jl. Gardenia Raya Utara, Villa Galaxi Blok AA1 No. 35, Bekasi – 17147.

  1. 24 Desember 2015:
  2. 25 Desember 2015:
  3. 31 Desember 2015:
  4. 01 Januari 2016:
Gereja Ibu Teresa Cikarang (021-8972982)
Aula Sekolah Katolik Trinitas Jl. Majapahit 52, Lippo Cikarang.

  1. 24 Desember 2015: 17.00, 20.00 WIB
  2. 25 Desember 2015: 08.00 WIB
  3. 31 Desember 2015: 19.00 WIB
  4. 01 Januari 2016: Konfirmasi
Gereja Kalvari - Lubang Buaya, Jakarta Timur   (lihat Bekal - 20 Desember 2015)
Jl. Al Umar, Lubang Buaya.
  1. 24 Desember 2015 : 17.00, 21.00 WIB
  2. 25 Desember 2015 : 06.30, 08.30 WIB
  3. 31 Desember 2015 : 17.00 s/d 00.00 WIB
  4. 01 Januari 2016      : 17:00 WIB (Misa Jum'at Pertama)
Stasi - Gereja Sta. Catharina - TMII
  1. 24 Desember 2015  : 19.00 WIB
  2. 25 Desember 2015  : 06.30, 08.30 WIB




DEKENAT JAKARTA UTARA
Gereja St. Fransiskus Xaverius Tanjung Priok (021-43931808)
Jl. Melati No. 1, Tanjung Priok, Jakarta 14230.

  1. 24 Desember 2015: 18.00, 21.30 WIB
  2. 25 Desember 2015: 08.00, 18.00 WIB
  3. 31 Desember 2015: 18.00 WIB
  4. 01 Januari 2016: 18.00 WIB
Gereja Salib Suci Cilincing Jakarta (021-4405740)
Jl. Raya Tugu 12, RT 003/014, Jakarta Utara 14260.

  1. 24 Desember 2015: 18.00, 21.30 WIB
  2. 25 Desember 2015: 08.00, 18.00 WIB
  3. 31 Desember 2015: 18.00 WIB
  4. 01 Januari 2016: 08:00 WIB
Gereja St. Yakobus Kelapa Gading (021-4501028)
Komp. TNI-AL, Sunter Kodamar Kelapa Gading Barat Jakarta – 14240.

  1. 24 Desember 2015: 17.30, 21.00 WIB
  2. 25 Desember 2015: 08.15, 10.30, 13.30, 17.30 WIB
  3. 31 Desember 2015: 19.00 WIB
  4. 01 Januari 2016: 08.00, 19.00 WIB
Gereja Pegangsaan II (Stasi St Yakobus)
  1. 24 Desember 2015: 17.30, 21.00 WIB
  2. 25 Desember 2015: 09.30 WIB
  3. 31 Desember 2015: Tidak Ada
  4. 01 Januari 2016: Tidak Ada
Gereja St Andreas Kim Tae Gon (Stasi St Yakobus)
  1. 24 Desember 2015: 18.00, 21.00 WIB
  2. 25 Desember 2015: 09.00, 18.00 WIB
  3. 31 Desember 2015: Tidak Ada
  4. 01 Januari 2016: 08.00, 19.00 WIB
Gereja St. Lukas Sunter (021-6401373)
Jl.Bambu Kuning 43 Sunter Agung Jakarta – 14530.

  1. 24 Desember 2015: 17.00, 20.00, 23.00 WIB
  2. 25 Desember 2015: 08.00, 11.00, 18.00 WIB
  3. 31 Desember 2015: 19.00 WIB
  4. 01 Januari 2016: 19.00 WIB
Gereja St. Yohanes Bosco Danau Sunter (021-65300109)
Jl. Taman Sunter Indah Blok A3 No. 13-21 Sunter Jaya Jakarta – 14350.

  1. 24 Desember 2015: 18.00, 21.00 WIB
  2. 25 Desember 2015: 08.00, 10.30 (Bahasa Inggris), 18.00 WIB
  3. 31 Desember 2015: 21.00 WIB
  4. 01 Januari 2016: 08.00, 18.00 WIB
Gereja St. Alfonsus Rodriguez Pademangan (021-64713610)
Jl. Pademangan II, Gg. VII No. 7 Pademangan Timur, Jakarta 14410.
  1. 24 Desember 2015: 18.00, 21.00 WIB
  2. 25 Desember 2015: 08.00, 18.00 WIB
  3. 31 Desember 2015: 18.30 WIB
  4. 01 Januari 2016: 18.30 WIB
Gereja Stella Maris Pluit (021-6694557)
Jl. Taman Pluit Permai Timur No. 17, Jakarta Utara 14450.
  1. 24 Desember 2015: 18.00, 21.30 WIB
  2. 25 Desember 2015: 07.00, 09.00, 11.00 (Anak-anak), 15.15 (Bahasa Mandarin), 18.00 WIB
  3. 31 Desember 2015: 18.00 WIB
  4. 01 Januari 2016: 09.00, 18.00 WIB





DEKENAT JAKARTA SELATAN

Gereja St. Yohanes Penginjil Blok B, Kebayoran Baru (021-7220763)
Jl. Melawai Raya 197 Jakarta – 12130.
  1. 24 Des 2015: 17.00, 20.00, 22.30
  2. 25 Des 2015: 07.00, 09.00, 18.00
  3. 31 Desember 2015:
  4. 01 Januari 2016:
Gereja St. Fransiskus Asisi Tebet (021-8303111)
Jl. Menteng Dalam RT 005/03 No.24 Jakarta.

  1. 24 Desember 2015: 17.00, 20.30 WIB
  2. 25 Desember 2015: 08.00, 17.30 WIB
  3. 31 Desember 2015: 19.00 WIB
  4. 01 Januari 2016: 08.00 WIB
Gereja Keluarga Kudus Pasar Minggu (021-7806237)
Jl. Pertanian III/26, Pasar Minggu, Jakarta – 12520.

  1. 24 Desember 2015: 17.00, 20.30 WIB
  2. 25 Desember 2015: 07.00, 09.00, 18.00 WIB
  3. 31 Desember 2015: 19.00
  4. 01 Januari 2016: 18.00 WIB
Gereja Ratu Rosari Jagakarsa (021-7864570)
Jl. Sirsak 14, Jakarta Selatan – 12620.

  1. 24 Desember 2015: 17.30, 20.30
  2. 25 Desember 2015: 07.00, 09.00
  3. 31 Desember 2015:
  4. 01 Januari 2016:
Kapel Bahtera Kasih
  1. 24 Des: 21.00
  2. 25 Des: 07.00





DEKENAT JAKARTA TIMUR
Gereja St. Antonius Padua Bidaracina (021-8192305)
Jl. Otto Iskandardinata 76A Jakarta 13330.

  1. 24 Desember 2015:
  2. 25 Desember 2015:
  3. 31 Desember 2015:
  4. 01 Januari 2016:
Gereja St. Aloysius Gonzaga Cijantung (021-8400465)
Jl. Pendidikan III No.2 Cijantung Jakarta – 13770.

  1. 24 Desember 2015: 17.00, 21.00 WIB
  2. 25 Desember 2015: 06.00, 08.00, 18.00 WIB
  3. 31 Desember 2015: Konfirmasi
  4. 01 Januari 2016: Konfirmasi
Gereja St.Robertus Bellarminus, Cililitan (021-8001550)
Jl. Kelapa Gading III Kramat Jati Jakarta – 13510.

  1. 24 Desember 2015: 18.00, 22.00 WIB
  2. 25 Desember 2015: 08.00, 18.00 WIB
  3. 31 Desember 2015: 18.00 WIB
  4. 01 Januari 2016: 05.30 WIB
Gereja St. Anna Duren Sawit (021-8612817)
Jl. Laut Arafuru B 1-A No.7 RT 005/05 Jakarta – 13440.

  1. 24 Desember 2015: 17.00, 20.30
  2. 25 Desember 2015: 08.30, 17.30
  3. 31 Desember 2015:
  4. 01 Januari 2016:
Gereja St. Yoseph Matraman (021-8583782)
Jl. Matraman Raya 127 Jakarta – 13320

  1. 24 Desember 2015: 17.00, 20.00 WIB
  2. 25 Desember 2015: 07.00, 09.00, 16.30 WIB
  3. 31 Desember 2015: 18.00, 23.30 (Renungan Ibadat Sabda) WIB
  4. 01 Januari 2016: 06.30 WIB
Gereja St. Yohanes Maria Vianney Cilangkap (021-8444893)
Jl. Bambu Wulung 60, Bambu Apus Jakarta Timur.

  1. 24 Desember 2015: 17.00, 20.30 WIB
  2. 25 Desember 2015: 06.30, 08.30 WIB
  3. 31 Desember 2015: Konfirmasi
  4. 01 Januari 2016: Konfirmasi
Gereja St. Gabriel Pulogebang (021-48702005)
Pulo Gebang Permai Blok J6 No. 1-2 Cakung, Jakarta – 13950.

  1. 24 Desember 2015: 18.00, 21.00
  2. 25 Desember 2015: 07.00, 10.00
  3. 31 Desember 2015:
  4. 01 Januari 2016:
Gereja Keluarga Kudus Rawamangun (021-4755665)
Jl. Balai Pustaka Baru RT 001/07, Rawamangun, Jakarta – 13220.
  1. 24 Desember 2015: 17.00, 20.00 WIB
  2. 25 Desember 2015: 06.30, 08.30 (Anak-anak), 10.30 (Lansia & Pengurapan Orang Sakit), 17.00, 19.00 WIB
  3. 31 Desember 2015: 19.00 WIB
  4. 01 Januari 2016: 05.45 (Kapel Mater Dei) 18.00 WIB
Gereja St. Bonaventura Pulomas (021-4897347)
Jl. Pacuan Kuda Pulomas, Jakarta 13210.
  1. 24 Desember 2015: 18.00, 21.00 WIB
  2. 25 Desember 2015: 06.30, 09.00, 18.00 WIB
  3. 31 Desember 2015: 18.30 WIB
  4. 01 Januari 2016: 18.30 WIB



DEKENAT JAKARTA BARAT 1
Gereja Damai Kristus Kampung Duri (021-6303147)
Jl. Duri Selatan V/29 Jakarta – 11270.

  1. 24 Desember 2015: 17.00, 20.00 WIB
  2. 25 Desember 2015: 06.30, 08.30, 18.00 WIB
  3. 31 Desember 2015: 18.30 WIB
  4. 01 Januari 2016: 08.30 WIB
Gereja Bunda Hati Kudus Kemakmuran (021-6337363)
Jl. K.H Hasyim Ashari 28 Jakarta – 10130.

  1. 24 Desember 2015: 18.00, 21.00
  2. 25 Desember 2015: 07.30, 10.00, 17.00
  3. 31 Desember 2015: 20.00
  4. 01 Januari 2016:
Gereja Kristus Salvator Slipi (021-5481844)
Jl. K.S. Tubun 128 Jakarta – 11410.

  1. 24 Desember 2015: 17.00, 20.00 WIB
  2. 25 Desember 2015: 06.30, 09.00 (Anak-anak), 17.30 WIB
  3. 31 Desember 2015: 19.00 WIB
  4. 01 Januari 2016: 09.00, 17.30 WIB





DEKENAT JAKARTA BARAT 2
Gereja St. Thomas Rasul Bojong Indah (021-5810977)
Jl. Pakis Raya Blok G5 Jakarta – 11740.

  1. 24 Desember 2015: 18.00, 21.00 WIB
  2. 25 Desember 2015: 08.00 (Anak dan Keluarga), 16.00 (Lansia), 17.00 WIB
  3. 31 Desember 2015: 19.30 WIB
  4. 01 Januari 2016: 08.30, 11.00 WIB
Gereja Trinitas Cengkareng (021-6193882)
Jl. Utama III No.23 Jakarta – 11730.

  1. 24 Desember 2015:
  2. 25 Desember 2015:
  3. 31 Desember 2015:
  4. 01 Januari 2016:
Gereja St. Kristoforus Grogol (021-5602650)
Jl. Satria IV Blok C No.68 Jelambar Jakarta – 11460.

  1. 24 Desember 2015: 16.30, 19.30, 22.00 (OMK) WIB
  2. 25 Desember 2015: 05.45, 07.30, 10.00, 16.30, 18.30 WIB
  3. 31 Desember 2015: 18.30 WIB
  4. 01 Januari 2016: 10.00 WIB
Gereja St. Andreas Kedoya (021-5824971)
Kompleks Green Garden Blok J.5/1 Jakarta – 11520.

  1. 24 Desember 2015: 18.00, 21.00 WIB
  2. 25 Desember 2015: 06.00, 08.30 (Anak-anak), 11.00 (Lansia), 16.30, 19.00 WIB
  3. 31 Desember 2015: 08.00, 20.00 (Adorasi) WIB
  4. 01 Januari 2016: 08.00, 19.30 (Novena Hati Kudus Yesus) WIB
Gereja Maria Bunda Karmel Tomang (021-5350435)
Jl. Karmel Raya No.2 Jakarta – 11530.

  1. 24 Desember 2015:
  2. 25 Desember 2015:
  3. 31 Desember 2015:
  4. 01 Januari 2016:
Gereja Maria Kusuma Karmel Meruya (021-5858047)
Jl. Kav. DKI Meruya Jakarta Barat.

  1. 24 Desember 2015: 16.30, 21.30 WIB
  2. 25 Desember 2015: 07.00, 10.00, 16.30, 19.30 WIB
  3. 31 Desember 2015: 05.45, 19.30 WIB
  4. 01 Januari 2016: 05.45, 19.30 WIB
Gereja Matias Rasul Kosambi (021-5411509)
Jl. Taman Kosambi Barat blok AI/120, Kosambi Baru Jakarta Barat.

  1. 24 Desember 2015: 18.00, 21.00 WIB
  2. 25 Desember 2015: 06.30, 08.30, 17.00 WIB
  3. 31 Desember 2015: 18.00 WIB
  4. 01 Januari 2016: 19.00 WIB





DEKENAT TANGERANG
Gereja St. Matius Penginjil Bintaro (021-7358123)
Jl. Utama I, Pondok Karya, Tromol Pos 1 Bintaro 12330.

  1. 24 Desember 2015: 18.00, 22.00
  2. 25 Desember 2015: 09.00, 17.00
  3. 31 Desember 2015:
  4. 01 Januari 2016: 10.00, 18.30
Gereja St. Bernadet Ciledug (021-7306550)
Jl. Barata Raya No.32 Karang Tengah – Tangerang.

  1. 24 Desember 2015: 17.00, 21.00
  2. 25 Desember 2015: 07.00
  3. 31 Desember 2015:
  4. 01 Januari 2016:
Gereja St. Agustinus Karawaci (021-5916622)
Jl. Prambanan No.1 A Perumnas II Karawaci Tangerang – 15116.

  1. 24 Desember 2015: 17.00, 21.00 WIB
  2. 25 Desember 2015: 08.00, 17.00 WIB
  3. 31 Desember 2015: 19.00 WIB
  4. 01 Januari 2016: Tidak Ada
Gereja Rasul Barnabas Pamulang (021-74713568)
Jl. Pamulang Permai I Blok AX 3 No.11 Tangerang – 15417.

  1. 24 Desember 2015: 17.00, 22.00 WIB
  2. 25 Desember 2015: 07.00, 10.00 WIB
  3. 31 Desember 2015: Konfirmasi
  4. 01 Januari 2016: Konfirmasi
Gereja St. Monika Serpong (021-5377427)
Jl. Alamanda Blok V No.1, Sektor I.2, Bumi Serpong Damai Serpong, Tangerang 15310.

  1. 24 Desember 2015:
  2. 25 Desember 2015:
  3. 31 Desember 2015:
  4. 01 Januari 2016:
Gereja St Laurensius Alam Sutera (021-53120587)
Jl. Sutra Utama No.2, Serpong Tanggerang 15326.

  1. 24 Desember 2015: 17.00, 21.00 WIB
  2. 25 Desember 2015: 06.00, 08.30 (Anak-anak), 17.00 (Paguyuban Umat Senior) WIB
  3. 31 Desember 2015: 17.00 WIB
  4. 01 Januari 2016: 08.30 WIB
Gereja Nikodemus Ciputat (021-7429616)
Jl. Wijaya Kusuma II, Perum Mabad, Ciputat, Tanggerang 15412.

  1. 24 Desember 2015: 17.00, 20.00 WIB
  2. 25 Desember 2015: 07.00, 09.00 WIB
  3. 31 Desember 2015: 19.00 WIB
  4. 01 Januari 2016: Konfirmasi
Gereja St Helena Curug (021-55657370)
Jl. Wijaya Permata Kasih VI, Blok C12, No.1, Tanggerang.
  1. 24 Desember 2015:
  2. 25 Desember 2015:
  3. 31 Desember 2015:
  4. 01 Januari 2016:
Gereja Hati Perawan Maria Tak Bernoda Tanggerang (021-5523169)
Jl. Daan Mogot 14, Tanggerang. (15111).
  1. 24 Desember 2015: 17.00, 21.00 WIB
  2. 25 Desember 2015: 07.00, 18.00 WIB
  3. 31 Desember 2015: 19.00 WIB
  4. 01 Januari 2016: Tidak Ada

http://theresia-patria-jaya.blogspot.com/

21 Desember 2015

Hidup Maria Adalah Kehidupan Yang Diberikan Allah

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Khusus Adven – Selasa, 22 Desember 2015)

http://theresia-patria-jaya.blogspot.com/

Lalu kata Maria, “Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan kuduslah nama-Nya. Rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia. Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya; Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah; Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa; Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya, seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya.” Maria tinggal kira-kira tiga bulan lamanya bersama dengan Elisabet, lalu pulang kembali ke rumahnya. (Luk 1:46-56)

Bacaan pertama: 1Sam 1:24-28; Mazmur Tanggapan: 1Sam 2:1.4-8 

Kidung Maria – Magnificat – adalah sebuah kidung pujian yang indah. Kidung ini mencerminkan kontemplasi penuh kerendahan hati tentang belas kasih Allah yang begitu besar bagi dirinya. Maria mengetahui bahwa orang-orang segala zaman akan menyebutnya berbahagia karena perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan-Nya kepadanya. Maria yakin sepenuhnya bahwa dirinya – orang yang rendah dan lemah – akan ditinggikan oleh kuat-kuasa Allah sebagai suatu testimoni, tidak untuk kebaikan dirinya, melainkan untuk kemampuan Bapa surgawi mentransformasikan siapa saja yang membuka hatinya bagi diri-Nya.

Dalam permenungannya tentang peranan Maria dalam sejarah keselamatan, Santo Efrem [306-373], diakon, penyair dan pujangga Gereja di Siria, menulis sebagai berikut: “Sang Mahatinggi [Allah] … telah membuat diri-Nya kecil dalam diri Santa Perawan Maria agar membuat kita besar” (Madah Kelahiran Kristus). Santo Efrem memahami bahwa Allah ingin membuat kita semua menjadi “besar” seperti Maria. Maria itu “penuh rahmat” (“yang dikaruniai”; Luk 1:28); ia adalah pribadi manusia pertama dari orang-orang yang tak terhitung banyaknya, yang ingin dibangkitkan oleh Allah ke dalam suatu hidup yang baru dan penuh kuat-kuasa dalam kehadiran-Nya.

Satu dari berbagai peranan penting yang dimainkan oleh Maria adalah sebagai suatu contoh dari kehidupan yang ingin diberikan Allah kepada kita semua. Maria hanya muncul beberapa kali saja dalam Kitab Suci, namun ia menunjukkan kerendahan hati yang dapat membuka diri kita bagi rahmat-Nya yang mampu mentransformasikan diri kita masing-masing. Dalam kidungnya, Maria mengatakan: “Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya” (Luk 1:46-48). Kata-kata Maria dalam kidung tersebut menunjukkan apakah kerendahan hati yang sejati itu. Kerendahan hati yang sejati bukanlah “kelemahan” atau “sifat/sikap takut-takut” atau “mencela diri sendiri”. Kerendahan hati yang sejati adalah kesadaran mengenai kebutuhan kita akan Allah dan suatu pengakuan penuh rasa takjub pada keanggunan-Nya terhadap kita. Kerendahan hati membuat kita cenderung untuk menaruh kepercayaan kepada Dia yang menciptakan kita dan untuk menyerahkan diri kita kepada-Nya tanpa reserve.

Saudari dan Saudaraku, Allah ingin mengangkat diri kita jauh melampaui kemampuan-kemampuan manusiawi dan alamiah kita. Ini bukanlah sesuatu yang dapat kita capai dengan kekuatan kita sendiri. Hanya rahmat ilahi dan kuat-kuasa Roh Kudus yang dapat mentransformasikan kita selagi kita bekerja sama dengan Dia. Hanya apabila kita memahami betapa mulia kehidupan yang dimaksudkan Allah bagi kita, maka kita pun – seperti Maria – akan benar-benar menjadi rendah hati, karena diliputi rasa penuh syukur atas kemurahan hati-Nya yang tanpa batas itu. Marilah kita (anda dan saya) memohon kepada Tuhan untuk meluaskan visi kita tentang bagaimana Dia ingin bekerja dalam hidup kita oleh kuasa Roh Kudus-Nya.

Mazmur:
Ref. Hatiku bersyukur karena Tuhan, penyelamatku.
Ayat. (1Samuel 2:1. 4-5. 6-7, 8abcd; Ul: 1a)

  1. Hatiku bersukacita karena Tuhan, aku bermegah-megah karena Allahku. Mulutku mencemoohkan musuhku, aku bersukacita karena pertolongan-Mu.
  2. Busur para pahlawan telah patah, tetapi orang-orang lemah dipersenjatai kekuatan. Orang yang dulu kenyang kini harus mencari nafkah tetapi yang dulu lapar kini boleh beristirahat. Orang yang mandul melahirkan tujuh anak, tetapi ibu yang banyak anaknya menjadi layu.
  3. Tuhan berkuasa mematikan dan menghidupkan. Ia berkuasa menurunkan ke dalam maut dan mengangkat dari sana. Tuhan membuat miskin dan membuat kaya. Ia merendahkan dan meninggikan juga.
  4. Ia menegakkan orang hina dari dalam debu, dan mengangkat orang miskin dari lumpur, untuk mendudukkan dia di antara para bangsawan, dan memberi dia kursi kehormatan.


DOA: 
Tuhan Yesus, Engkau datang mengangkat orang yang rendah dan lemah. Angkatlah juga diriku oleh rahmat-Mu. Biarlah aku mengetahui tujuan hidup yang Engkau rencanakan bagiku. Terpujilah nama-Mu selalu, ya Tuhan Yesus. 
Amin.

http://theresia-patria-jaya.blogspot.com/

Semangat Natal

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Khusus Adven – Senin, 21 Desember 2015)Peringatan S. Petrus Kanisius, Imam & Pujangga Gereja

http://theresia-patria-jaya.blogspot.com/

Beberapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan bergegas menuju sebuah kota di pegunungan Yehuda. Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet. Ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus, lalu berseru dengan suara nyaring, “Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai di telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan. Berbahagialah ia yang percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana.” (Luk 1:39-45)

Bacaan pertama: Kid 2:8-14 atau Zef 3:14-18a; Mazmur Tanggapan: Mzm 33:2-3,11-12,20-21


Apabila salah seorang anak kita menunjukkan wajah yang bersungut-sungut menjelang hari Natal ini, tentu kita akan bertanya: “Ada apa dengan kamu? Tidakkah engkau memiliki semangat Natal?” Kita memang tidak dapat mendefinisikan secara rinci apa yang dimaksudkan dengan “semangat Natal” atau Christmas Spirit itu, namun kita tahu hal itu berarti kita mengesampingkan keserakahan kita, menekan sifat dan sikap “mau menang sendiri” kita, menahan diri dari dorongan-dorongan tidak baik, dan pada saat yang sama kita lebih giat mengulurkan tangan-tangan kita untuk menolong orang-orang lain.

Dalam bacaan Injil hari ini kita melihat sebuah contoh indah dari makna penuh “semangat Natal”, contoh mana diberikan oleh Maria sendiri. Pada waktu dia mendengar bahwa saudaranya yang sudah tua, Elisabet, telah mengandung, maka Maria pun tidak membuang-buang waktu. Langsung saja dia pergi ke tempat tinggal Zakharia dan Elisabet di Ain Karim yang terletak di pegunungan Yehuda. Perjalanan ini cukup jauh (sekitar 112 km) dan juga cukup membahayakan (tidak ada highway patrol pada zaman itu). Mungkin Maria bergabung dengan sebuah rombongan (kafilah) dari Nazaret (Galilea) yang sedang menuju daerah Yudea. Bayangkanlah bagaimana khawatir dan risau hati Yusuf memikirkan perjalanan Maria ini. Mungkin Yusuf mengajukan protes, tetapi Maria maju terus … untuk membantu Elisabet yang sudah tua dan waktu itu adalah bulan keenam dia mengandung (Luk 1:36).

Patut dicatat bahwa pada waktu itu Maria juga sudah mengandung. Ketika Elisabet melihat Maria, kepadanya diberikan rahmat untuk mampu memandang betapa beda dirinya dengan perempuan muda yang datang mengunjunginya itu. Kepada Elisabet diberikan rahmat untuk mampu mengenali Maria sebagai seorang perempuan yang terberkati di antara semua perempuan, karena Bayi yang dikandungnya. Maria datang ke Ain Karim untuk memberikan pelayanan, dan apa yang dilakukannya sesungguhnya adalah membawa Kristus sendiri kepada Elisabet dan kepada Yohanes yang ada dalam kandungannya. Seperti Maria, kita pun dengan penuh kemauan dan tanpa pamrih harus memberikan pelayanan kepada orang-orang lain – dengan membawa Kristus sendiri kepada mereka. Inilah yang dinamakan “semangat Natal”.


http://theresia-patria-jaya.blogspot.com/

Nabi Zefanya adalah seorang nabi yang dapat disebut pesimis, boleh dikatakan termasukprophets of doom. Penduduk Yerusalem telah jatuh lagi ke dalam penyembahan berhala. Mereka menyembah matahari, bulan dan bintang-bintang, bukan Tuhan sang Pencipta. Meskipun nabi Zefanya telah mengingatkan tentang suatu hari kemurkaan Allah, imannya kepada Allah tidak membiarkan dirinya tetap bersikap negatif. Ia berjanji bahwa Allah dalam kerahiman-Nya akan menjaga dan memelihara sisa Israel yang suci. Bacaan dari Kitab Nabi Zefanya hari ini mengungkapkan kesimpulan yang optimistis dari sang nabi. Di sini dia mendorong umat beriman untuk bersukacita karena Tuhan, Allah mereka, sang Penyelamat yang mahaperkasa berada di tengah-tengah mereka: “Raja Israel, yakni YHWH, ada di antaramu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan” (Zef 3:15).

Kembali kepada teks Injil di atas, kita lihat Elisabet juga berperan sebagai seorang nabiah yang mengumumkan berita positif yang penuh harapan dan sukacita. Sapaannya kepada Maria menjadi bagian dari sebuah doa favorit umat beriman dalam menghormati Maria: “Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu” (Luk 1:42). Yesus dinamakan Imanuel – Allah yang menyertai kita. Oleh iman kita percaya bahwa Dia hidup di tengah-tengah kita dan dalam diri kita. Kehadiran Tuhan di tengah-tengah kita dan dalam diri kita inilah yang merupakan penyebab sikap penuh sukacita kita yang kita namakan “semangat Natal”.


Mazmur Tanggapan
Ref. Bersorak-sorailah dalam Tuhan, hai orang-orang benar! Nyanyikanlah bagi-Nya lagu yang baru!
Ayat. (Mzm 33:2-3.11-12.20-21; R:1a,3a)

  1. Bersyukurlah kepada Tuhan dengan kecapi, bermazmurlah bagi-Nya dengan gambus sepuluh tali! Nyanyikanlah bagi-Nya lagu yang baru; petiklah kecapi baik-baik mengiringi sorak dan sorai.
  2. Rencana Tuhan tetap selama-lamanya, rancangan hati-Nya turun temurun. Berbahagialah bangsa yang Allahnya Tuhan, suku bangsa yang dipilih Allah menjadi milik pusaka-Nya!
  3. Jiwa kita menanti-nantikan Tuhan, Dialah penolong dan perisai kita. Ya, karena Dia hati kita bersukacita, sebab kepada nama-Nya yang kudus kita percaya.

DOA: 

Roh Kudus Allah, jagalah agar kami tetap memiliki “semangat Natal” yang sejati dan – seperti Bunda Maria – membawa Yesus kepada orang-orang lain yang kami jumpai. 
Amin.