- Home
- About
- Lokasi Lingkungan
- 1. Pengurus Lingkungan
- 2. Tugas Pengurus Lingkungan
- 3. Kegiatan Lingkungan Santa Theresia (SanTher)
- 4. Jadwal Novena Pembangunan Gereja Putaran VIII
- 5. Sosialisasi Bahan APP 2016
- 6. Panduan Umum - Tahun Yubileum "Kerahiman Allah"
- 7. ARDAS KAJ Tahun 2016 – 2020"
- 8. Surat Gembala Tahun Suci Luar Biasa Kerahiman Allah"
- 9. Surat Gembala Pra Paskah 2016"
- 10. Jadual Penerima Peziarah Tahun Kerahiman Allah"
- 11. Bulan Kitab Suci 2017"
- 12. Jadwal Petugas Hias Altar Paroki Kalvari
- 13. Rosario-Merah-Putih
- 14. Kerahiman Allah Mengalir dari Bukit Kalvari
- Berita Kalvari (BEKAL)
05 September 2016
Senin, 05 September 2016 == Hari Biasa Pekan XXIII
“Hal yang paling penting dilakukan untuk mengubah hatiku ialah menerima Sakramen Pengampunan Dosa”
Buanglah ragi yang lama, ragi keburukan dan kejahatan, dan jadilah adonan baru.
Allah Bapa, sumber kedamaian, berkenanlah menunjukkan jalan. Tuntunlah kami dengan tangan-Mu. Berikanlah sabda-Mu sebagai pedoman, sebab kami berniat mencari kedamaian-Mu. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
Kita diundang untuk membuang ragi lama. Maksudnya, kita meninggalkan dosa. Kita mau hidup dalam Kristus, dalam kemurnian dan kebenaran.
Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada umat di Korintus (5:1-8)
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan
Ref. Tuhan, bimbinglah aku dalam keadilan-Mu.
Ayat. (Mzm 5:5-6.7.12)
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya.
Ayat. Domba-domba-Ku mendengar suara-Ku, sabda Tuhan. Aku mengenal mereka, dan mereka mengenal Aku.
Bagi orang dewasa, tangan kanan adalah simbol kerja dan kehidupan. Yesus mau mengungkapkan kerahiman dan belas kasih-Nya. Ia memberi kehidupan dan masa depan yang cerah.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (6:6-11)
Pada suatu hari Sabat Yesus masuk ke rumah ibadat, lalu mengajar. Di situ ada seorang yang mati tangan kanannya. Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang pada hari Sabat, agar mereka mendapat alasan untuk menyalahkan Dia. Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka. Ia berkata kepada orang yang mati tangan kanannya, “Bangunlah dan berdirilah di tengah!” Maka bangunlah orang itu dan berdiri di tengah. Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Aku bertanya kepada kalian: Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat? Menyelamatkan orang atau membinasakannya?” Sesudah itu Ia memandang keliling kepada mereka semua, lalu berkata kepada orang sakit itu, “Ulurkanlah tanganmu!” Orang itu mengulurkan tangannya dan sembuhlah ia. Maka meluaplah amarah ahli-ahli Taurat dan orang Farisi. Lalu mereka berunding, apakah yang akan mereka lakukan terhadap Yesus.
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
Renungan
Orang yang telah menerima Yesus Kristus dalam hidupnya harus berusaha hidup sesuai dengan kebenaran-kebenaran yang diajarkan-Nya. Orang Kristen berarti orang yang menghidupi Kristus dalam kemurnian dan kebenaran. Yesus mengajarkan bahwa dalam hidup beriman bukan hanya soal melanggar aturan keagamaan atau tidak, tetapi bagaimana relasi dengan-Nya mengubah hidup atau tidak. Tanda bahwa kita telah berubah dalam Kristus yaitu kalau kita selalu berbuat baik dan menyelamatkan sesama seperti Kristus telah berbuat baik dan menyelamatkan kita.
Seorang Pastor pembimbing pernah dikecewakan oleh anak-anak binaannya ketika mereka ‘bersekongkol’ untuk beramai-ramai dan diam-diam mengunakan Hand Phone yang waktu itu dilarang digunakan/pakai secara pribadi (masing-masing memiliki). Pastor itu kecewa karena mereka membiarkan suatu praktik yang bertentangan dengan kebijakan dan kesepakatan komunitas.
Dalam kehidupan bermasyarakat kita, betapa sering orang membiarkan sesuatu yang melanggar hukum dan norma hidup bersama. Suatu pelanggaran yang nyata-nyata menghancurkan dan mencelakakan kehidupan bersama dibiarkan terjadi terus-menerus. Hal sedemikianlah yang dikecam Paulus kepada jemaat di Korintus. Mereka membiarkan, bahkan bermegah dengan sesuatu yang bertentangan dengan cara hidup Injili. Dengan tegas, Paulus mengajak mereka membuang dan melenyapkan cara hidup seperti itu.
Yesus juga tampil dengan sikap yang sama. Ia mengecam cara berpikir dan bersikap orang Farisi yang memutlakkan hukum Taurat dan mengabaikan keselamatan seseorang, dan karena itu berusaha mencari-cari kesempatan untuk menjebak Yesus dengan tuduhan pelanggaran hukum Taurat. Yesus menegaskan bahwa memikirkan dan mengusahakan keselamatan seseorang jauh lebih penting daripada sebuah ketaatan buta terhadap hukum.
Apakah kita cukup bijak dalam menyikapi setiap hukum dan aturan yang ada dalam kehidupan bersama sebagai umat dan anggota masyarakat?
Santo Laurensius Guistiniani, Uskup dan Pengaku Iman
Sejak masa remajanya Laurensius bercita – cita melayani Tuhan. Kesucian hidup sudah menjadi cita – cita yang terus membakar hatinya. Sekali peristiwa ia mendengar suatu suara ajaib berkata: “Ketentraman batin yang engkau dambakan hanya ada di dalam Aku, Tuhanmu.” Suara itu semakin memacu dia untuk lebih dekat pada Tuhan. Sejak itu segala hal duniawi tidak berarti lagi baginya. Tuhanlah satu – satunya yang mengisi relung hatinya. Desakan orangtuanya untuk mengawinkan dia tidak lagi digubrisnya. Satu – satunya pilihan bagi dia adalah mengikuti Kristus yang tersalib. Kepada Yesus, ia berdoa: “Engkaulah ya Tuhan satu – satunya cita – citaku”.
Laurensius masuk biara kanonik dari Santo Joris di Pulau Alga. Disanalah ia hidup lebih dekat dengan Tuhan dengan matiraga, doa dan pekerjaan harian. Hanyalah sekali ia pulang ke kampung halamannya ketika ibunya meninggal dunia. Pekerjaan yang ditugaskan kepadanya ialah mengemis – ngemis makanan di kota untuk seluruh penghuni biara. Tugas ini dilaksanakannya dengan penuh kegembiraan dan kesabaran demi Kristus yang tersalib.
Pada tahun 1406 ia ditabhiskan menjadi imam dan 27 tahun kemudian diangkat menjadi uskup di Kastello. Administrasi keuskupan di percayakan kepada orang lain dengan maksud agar dia dapat mencurahkan seluruh perhatiannya pada pelayanan dan pemeliharaan umatnya. Laurensius yang saleh ini kemudian diangkat menjadi Patrik pertama di Venisia.
Di dalam kebesarannya ia tetap seorang Uskup yang sederhana dan rendah hati. Ia terus menolong orang – orang miskin meskipun hal itu kadang – kadang membuat dia harus berhutang pada orang lain. Ia percaya penuh pada penyelenggaraan ilahi: “Tuhan yang mahaagung yang akan melunaskan utang – utangku.”
Ketika ajalnya mendekat, Laurensius tidak mau berbaring di atas tempat tidur yang empuk. Dia menyuruh pembantu – pembantunya agar membaringkan dia diatas papan yang biasa digunakannya. Ketika ia meninggal dunia, jenazahnya disemayankan selama dua bulan lamanya di dalam kapel biara. Badannya tidak rusak bahkan menyeburkan bau harum yang semerbak bagi setiap pengunjungnya. Laurentius wafat pada tahun 1455.
Kita diundang untuk membuang ragi lama. Maksudnya, kita meninggalkan dosa. Kita mau hidup dalam Kristus, dalam kemurnian dan kebenaran.
Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada umat di Korintus (5:1-8)
"Bilamana kita berkumpul dalam roh, kamu bersama-sama dengan aku, dengan kuasa Yesus."
Saudara-saudara, ada berita bahwa di antara kalian terdapat percabulan; bahkan percabulan yang begitu rupa yang di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah pun tidak terdapat; yaitu bahwa ada orang yang hidup dengan isteri ayahnya. Sekalipun demikian, kalian malahan menyombongkan diri. Tidakkah lebih patut kalian berdukacita dan menyingkirkan orang yang berbuat demikian dari tengah-tengah kalian? Sekalipun aku tidak hadir secara badani, namun secara rohani aku hadir, dan aku menjatuhkan hukuman atas orang yang berbuat demikian, seakan-akan aku hadir di tengah kalian. Jadi bila kita, kalian bersama dengan aku, berkumpul dalam Roh dengan kuasa Yesus, Tuhan kita, orang itu harus kita serahkan kepada Iblis dalam nama Tuhan Yesus, sehingga tubuhnya binasa, tetapi rohnya diselamatkan pada hari Tuhan. Maka tidak baiklah kalian menyombongkan diri. Tidak tahukah kalian, bahwa ragi yang sedikit saja dapat meresapi seluruh adonan? Maka buanglah ragi yang lama, supaya kalian menjadi adonan yang baru, sebab kalian memang tidak beragi. Sebab Kristus, Anak Domba Paskah kita sudah disembelih. Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, melainkan dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran.
U. Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan
Ref. Tuhan, bimbinglah aku dalam keadilan-Mu.
Ayat. (Mzm 5:5-6.7.12)
- Engkau bukanlah Allah yang berkenan akan kefasikan; orang jahat takkan menumpang pada-Mu. Pembual tidak akan tahan di depan mata-Mu; Engkau benci terhadap semua orang yang melakukan kejahatan.
- Engkau membinasakan orang-orang yang berkata bohong, Tuhan jijik melihat penumpah darah dan penipu.
- Tetapi semua orang yang berlindung pada-Mu akan bersukacita, mereka akan bersorak-sorai selama-lamanya, karena Engkau menaungi mereka; karena Engkau, akan bersukarialah orang-orang yang mengasihi nama-Mu.
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya.
Ayat. Domba-domba-Ku mendengar suara-Ku, sabda Tuhan. Aku mengenal mereka, dan mereka mengenal Aku.
Bagi orang dewasa, tangan kanan adalah simbol kerja dan kehidupan. Yesus mau mengungkapkan kerahiman dan belas kasih-Nya. Ia memberi kehidupan dan masa depan yang cerah.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (6:6-11)
"Mereka mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang pada hari Sabat."
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
Renungan
Orang yang telah menerima Yesus Kristus dalam hidupnya harus berusaha hidup sesuai dengan kebenaran-kebenaran yang diajarkan-Nya. Orang Kristen berarti orang yang menghidupi Kristus dalam kemurnian dan kebenaran. Yesus mengajarkan bahwa dalam hidup beriman bukan hanya soal melanggar aturan keagamaan atau tidak, tetapi bagaimana relasi dengan-Nya mengubah hidup atau tidak. Tanda bahwa kita telah berubah dalam Kristus yaitu kalau kita selalu berbuat baik dan menyelamatkan sesama seperti Kristus telah berbuat baik dan menyelamatkan kita.
Seorang Pastor pembimbing pernah dikecewakan oleh anak-anak binaannya ketika mereka ‘bersekongkol’ untuk beramai-ramai dan diam-diam mengunakan Hand Phone yang waktu itu dilarang digunakan/pakai secara pribadi (masing-masing memiliki). Pastor itu kecewa karena mereka membiarkan suatu praktik yang bertentangan dengan kebijakan dan kesepakatan komunitas.
Dalam kehidupan bermasyarakat kita, betapa sering orang membiarkan sesuatu yang melanggar hukum dan norma hidup bersama. Suatu pelanggaran yang nyata-nyata menghancurkan dan mencelakakan kehidupan bersama dibiarkan terjadi terus-menerus. Hal sedemikianlah yang dikecam Paulus kepada jemaat di Korintus. Mereka membiarkan, bahkan bermegah dengan sesuatu yang bertentangan dengan cara hidup Injili. Dengan tegas, Paulus mengajak mereka membuang dan melenyapkan cara hidup seperti itu.
Yesus juga tampil dengan sikap yang sama. Ia mengecam cara berpikir dan bersikap orang Farisi yang memutlakkan hukum Taurat dan mengabaikan keselamatan seseorang, dan karena itu berusaha mencari-cari kesempatan untuk menjebak Yesus dengan tuduhan pelanggaran hukum Taurat. Yesus menegaskan bahwa memikirkan dan mengusahakan keselamatan seseorang jauh lebih penting daripada sebuah ketaatan buta terhadap hukum.
Apakah kita cukup bijak dalam menyikapi setiap hukum dan aturan yang ada dalam kehidupan bersama sebagai umat dan anggota masyarakat?
Santo Laurensius Guistiniani, Uskup dan Pengaku Iman
Sejak masa remajanya Laurensius bercita – cita melayani Tuhan. Kesucian hidup sudah menjadi cita – cita yang terus membakar hatinya. Sekali peristiwa ia mendengar suatu suara ajaib berkata: “Ketentraman batin yang engkau dambakan hanya ada di dalam Aku, Tuhanmu.” Suara itu semakin memacu dia untuk lebih dekat pada Tuhan. Sejak itu segala hal duniawi tidak berarti lagi baginya. Tuhanlah satu – satunya yang mengisi relung hatinya. Desakan orangtuanya untuk mengawinkan dia tidak lagi digubrisnya. Satu – satunya pilihan bagi dia adalah mengikuti Kristus yang tersalib. Kepada Yesus, ia berdoa: “Engkaulah ya Tuhan satu – satunya cita – citaku”.
Laurensius masuk biara kanonik dari Santo Joris di Pulau Alga. Disanalah ia hidup lebih dekat dengan Tuhan dengan matiraga, doa dan pekerjaan harian. Hanyalah sekali ia pulang ke kampung halamannya ketika ibunya meninggal dunia. Pekerjaan yang ditugaskan kepadanya ialah mengemis – ngemis makanan di kota untuk seluruh penghuni biara. Tugas ini dilaksanakannya dengan penuh kegembiraan dan kesabaran demi Kristus yang tersalib.
Pada tahun 1406 ia ditabhiskan menjadi imam dan 27 tahun kemudian diangkat menjadi uskup di Kastello. Administrasi keuskupan di percayakan kepada orang lain dengan maksud agar dia dapat mencurahkan seluruh perhatiannya pada pelayanan dan pemeliharaan umatnya. Laurensius yang saleh ini kemudian diangkat menjadi Patrik pertama di Venisia.
Di dalam kebesarannya ia tetap seorang Uskup yang sederhana dan rendah hati. Ia terus menolong orang – orang miskin meskipun hal itu kadang – kadang membuat dia harus berhutang pada orang lain. Ia percaya penuh pada penyelenggaraan ilahi: “Tuhan yang mahaagung yang akan melunaskan utang – utangku.”
Ketika ajalnya mendekat, Laurensius tidak mau berbaring di atas tempat tidur yang empuk. Dia menyuruh pembantu – pembantunya agar membaringkan dia diatas papan yang biasa digunakannya. Ketika ia meninggal dunia, jenazahnya disemayankan selama dua bulan lamanya di dalam kapel biara. Badannya tidak rusak bahkan menyeburkan bau harum yang semerbak bagi setiap pengunjungnya. Laurentius wafat pada tahun 1455.
03 September 2016
Minggu, 04 September 2016 == Hari Biasa Pekan XXIII
Setiap warga negara dan tiap pejabat berkewajiban mengusahakan secara aktif mencegah perang. "Selama akan ada bahaya perang, dan tidak ada kewibawaan internasional yang berwenang dan dilengkapi upaya-upaya yang memadai, selama itu - bila semua upaya perundingan damai sudah digunakan - pemerintah-pemerintah tidak dapat diingkari haknya atas pembelaan negara mereka yang sah"
Engkau adil, ya Tuhan, dan hukum-hukum-Mu benar. Perlakukanlah hamba-Mu sesuai dengan kasih setia-Mu.
Doa
Ya Allah, Engkau telah menebus kami dan mengangkat kami menjadi anak-anak-Mu. Pandanglah anak-anak kesayangan-mu dengan rela hati, supaya semua orang yang percaya pada Kristus memperoleh kebebasan sejati serta warisan abadi. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
Bacaan dari Kitab Kebijaksanaan (9:13-18)
"Siapakah dapat memikirkan apa yang dikehendaki Tuhan?"
Manusia manakah dapat mengenal rencana Allah, atau siapakah dapat memikirkan apa yang dikehendaki Tuhan? Pikiran segala makhluk yang fana adalah hina, dan pertimbangan kami ini tidak tetap. Sebab jiwa dibebani oleh badan yang fana, dan kemah dari tanah memberatkan budi yang banyak berpikir. Sukar kami menerka apa yang ada di bumi, dan dengan susah payah kami menemukan apa yang ada di tangan, tapi siapa gerangan telah menyelami apa yang ada di surga? Siapa gerangan dapat mengenal kehendak-Mu, kalau Engkau sendiri tidak menganugerahkan kebijaksanaan, dan jika Roh Kudus-Mu dari atas tidak Kauutus? Demikianlah diluruskan lorong orang yang ada di bumi, dan kepada manusia diajarkan apa yang berkenan pada-Mu; maka oleh kebijaksanaan mereka diselamatkan.
U. Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan, do = c, 2/4, PS 847
Ref. Tuhan penjaga dan benteng perkasa dalam lindungan-Nya aman sentosa.
Ayat. (Mzm 90:3-4.5-6.12-13.14.17; Ul:1)
- Engkau mengembalikan manusia kepada debu, hanya dengan berkata, "Kembalilah, hai anak-anak manusia!" Sebab di mata-Mu seribu tahun sama seperti hari kemarin atau seperti satu giliran jaga di waktu malam.
- Engkau menghanyutkan manusia seperti orang mimpi seperti rumput yang bertumbuh: di waktu pagi tumbuh dan berkembang, di waktu petang sudah lisut dan layu.
- Ajarilah kami menghitung hari-hari kami, hingga kami beroleh hati yang bijaksana. Kembalilah, ya Tuhan, berapa lama lagi? dan sayangilah hamba-hamba-Mu!
- Kenyangkanlah kami di waktu pagi dengan kasih setia-Mu supaya kami bersorak-sorai dan bersukacita sepanjang hayat. Kiranya kemurahan Tuhan melimpah atas kami! Teguhkanlah perbuatan tangan kami, ya, perbuatan tangan kami teguhkanlah!
Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Filemon (9b-10.12-17)
"Terimalah dia, bukan sebagai hamba, melainkan sebagai saudara terkasih."
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Bait Pengantar Injil, do = d, 2/2, PS 953
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. (Mzm 119:135), 2/4
Sinarilah hamba-Mu dengan wajah-Mu, dan ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (14:25-33)
"Barangsiapa tidak melepaskan diri dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku."
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
Renungan
Para bijak bestari mengajari kita demikian, "Keheningan membuahkan kebijaksanaan, kegaduhan membuahkan kebodohan." Dari ungkapan ini kita belajar bahwa keheningan hanya mungkin dicapai oleh mereka yang mau duduk diam, merenung dan juga berdoa. Tidak pernah kebijaksanaan muncul dari sebuah kegaduhan. Kita mungkin dapat belajar dari kegaduhan, namun pembelajaran itu pun harus tetap dilakukan dalam permenungan dan hal itu hanya mungkin dapat kita lakukan di dalam keheningan. Demikianlah kita belajar bahwa keheningan membuahkan sebuah kebijaksanaan.
Hari ini, Kitab Kebijaksanaan mengajari kita bagaimana harus bersikap di hadapan Tuhan. Dia adalah sumber kebijaksanaan. Di hadapan-Nya kita hanya bisa hening, diam, mendengarkan serta sesekali berbicara di hadapan-Nya. Diam di hadapan Tuhan membuahkan pengetahuan, terutama tentang makna hidup kita. Terkadang pula dalam hidup sehari-hari kita dihadapkan pada berbagai macam persoalan yang tak dapat kita duga serta kita mengerti. Persis seperti apa yang dikatakan penulis Kitab Kebijaksanaan, "Siapa gerangan sampai mengenal kehendak-Mu, kalau Engkau sendiri tidak menganugerahkan kebijaksanaan, dan jika Roh Kudus-Mu dari atas tidak Kauutus?" Kita hanya mungkin bisa mengenal kehendak Tuhan jika diri kita dikuasai oleh Roh Kudus. Selanjutnya kita bisa mengenal dorongan Roh Kudus jika kita mau diam, hening di hadapan Tuhan. Tidaklah mudah duduk hening di hadapan Tuhan. Ada sekian banyak godaan dan gangguan yang harus kita hadapi untuk mencoba hening di hadapan Tuhan.
Jiwa kita akan sungguh-sungguh hening manakala kita mau sedikit meluangkan waktu memeluk salib kita masing-masing. Penerimaan diri dan pasrah adalah jalan utama bagi kita untuk mampu memanggul salib kita. Masing-masing dari kita tentu memiliki sejarah hidup, tentu pula memiliki banyak pengalaman. Tidak semua pengalaman kita adalah baik dan menyenangkan. Banyak pula yang menyakitkan serta membuat marah. Terkadang kita harus menanggung sebuah beban yang berasal dari perbuatan orang lain. Seringkali keadaan ini menghilangkan sukacita kita serta menimbulkan sebuah kecemasan. Sungguh sebuah keadaan yang tidak enak sama sekali. Dalam keadaan seperti ini hiburan-hiburan pun terasa hambar. Hanya Tuhan sang sumber kebijaksanaan yang dapat kita andalkan. Hanya bersama Tuhan kita mampu untuk berproses dalam hidup kita.
Salib, sebuah kata yang sangat ngeri untuk dibayangkan. Namun di lain pihak salib memiliki sebuah kekuatan yang membangkitkan harapan kita. Tuhan mengajari kita bahwa salib adalah sarana keselamatan. Demikian pula saat kita berani menerima dan memeluk salib kita masing-masing, maka kita pun akan sampai pada keselamatan. Tidak ada keselamatan tanpa salib, tidak ada kebahagiaan tanpa pengorbanan.
Lewat pemberitaan Injil dan wejangan penulis Kitab Kebijaksanaan pada hari ini, kita diingatkan Tuhan bahwa apapun rencana Tuhan atas hidup kita, itu bukanlah urusan kita. Itu menjadi rahasia Tuhan. Tugas kita bukanlah menerka ataupun mengatur Tuhan. Apa yang menjadi kewajiban kita hanyalah menjalaninya serta mencari makna di balik setiap peristiwa hidup kita. Kita akan mampu menerima kebijaksanaan Tuhan jika mau duduk hening serta mencoba meneukan ajaran Tuhan di balik setiap peristiwa hidup kita.
Semoga dengan mau duduk hening serta mendengarkan Tuhan, Tuhan membantu kita untuk mampu memikul salib kita masing-masing. Salib itulah yang akan menyelamatkan hidup kita. Salib itulah yang akan membahagiakan kita. Tuhan memberkati.
"Hidup kita adalah sebuah perjalanan. Ketika perjalanan kita tanpa disertai salib... dan ketika kita mengaku sebagai murid Kristus namun menghindari salib, kita bukanlah murid-murid Kristus, Tuhan"
Pada suatu kali banyak orang berduyun-duyun mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya. Sambil berpaling Ia berkata kepada mereka: ”Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu? Supaya jikalau ia sudah meletakkan dasarnya dan tidak dapat menyelesaikannya, jangan-jangan semua orang yang melihatnya, mengejek dia, sambil berkata: Orang itu mulai mendirikan, tetapi ia tidak sanggup menyelesaikannya. Atau, raja manakah yang kalau mau pergi berperang melawan raja lain tidak duduk dahulu untuk mempertimbangkan, apakah dengan sepuluh ribu orang ia sanggup menghadapi lawan yang mendatanginya dengan dua puluh ribu orang? Jikalau tidak, ia akan mengirim utusan selama musuh itu masih jauh untuk menanyakan syarat-syarat perdamaian. Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku.”
Tidak jarang kita melihat bangunan yang tak selesai dibangun dan dibiarkan oleh pemiliknya. Proyek pembangunan terhenti karena kehabisan dana. Proyek yang tak selesai akan selalu menjadi bahan perguncingan orang dan pemilik bangunan tersebut akan dicibir atau dicemooh. Manusia memang sering terlalu besar keinginan dan nafsu untuk melakukan atau memiliki sesuatu.
Yesus mengingatkan kita lewat kisah Injil hari ini untuk memiliki kebijaksanaan hidup. Hal mengikuti Yesus tidak dapat dibangun dengan keinginan semata tanpa memperhitungkan apakah orang akan mampu, sanggup, dan setia dalam mengikuti Dia. Salah satu kebijaksanaan hidup untuk mengikuti Yesus adalah dengan berani meninggalkan apa yang dipandang sebagai ‘milik pribadi’, yakni hal-hal yang menjadi kelekatan dan ketergantungan; berani menanggung risiko menderita karena pilihan, dan berani memberi kepercayaan kepada Yesus sebagai satu-satunya jaminan dan pegangan hidup. Mereka yang ingin mengikuti Yesus perlu untuk memperhitungkan secara matang, entahkah dia mampu memiliki dan hidup dengan kebijaksanaan itu. Akan tetapi, penulis kitab Kebijaksanaan mengingatkan bahwa kebijaksanan adalah anugerah Allah, diberikan oleh Allah dan ditumbuh kembangkan dalam diri oleh daya dan kekuatan Roh Kudus Allah.
Musa, Nabi
Musa dikenal dan dihormati sebagai pendiri bangsa Israel. Ia dipilih Yahweh, Allah Abraham, Iskhak dan Yakob, untuk memimpin kaum keturunan Abraham keluar dari penindasan Firaun di Mesir, dan selanjutnya bersama mereka membawakan kurban persembahan kepada Allah di gunung Sinai. Di sanalah Yahweh mengadakan perjanjian dengan mereka dengan perantaraan Musa, abdiNya.
Musa, seorang tokoh historis, peletak dasar bagi keberadaan Israel sebagai suatu bangsa merdeka, peletak dasar agama Yahudi. Sejarah awal Israel sebagai suatu bangsa di Palestina tidak bisa dipahami terlepas dari Musa. Sewaktu keluar dari Mesir atas campur tangan Allah, bangsa Hibrani menjadi suatu kelompok orang yang merdeka, namun tidak terdidik dan tidak mempunyai suatu pengalaman pun untuk membentuk dirinya sendiri menjadi suatu kesatuan sosial – politik. Melalui perantaraan Musa, Allah mengikat perjanjian dengan mereka di gunung Sinai. Oleh perjanjian itulah, bangsa Hibrani memperoleh suatu identitas nasional yang berbeda dengan bangsa – bangsa lain. Mereka dipilih Allah dari antara bangsa – bangsa menjadi Umat kesayanganNya dengan Hukum atau Undang – undang sendiri yang mengatur pola hidup dan tingkah laku mereka sebagai suatu bangsa.
Kisah tentang kehidupan dan karier Musa tetap tinggal kabur. Satu – satunya sumber informasi terpercaya hingga sekarang adalah Kitab Suci, khususnya Kitab Keluaran yang ada dalam bilangan kitab Pentateukh. Di sana Musa dilukiskan sebagai tokoh utama peristiwa keluarnya bangsa Israel dari Mesir dan pengembaraan mereka di padang gurun selama 40 tahun. Ia dibesarkan di dalam dua lingkungan budaya yang berbeda, yakni Mesir dan Midian. Namanya kemungkinan diturunkan dari sebuah kata kerja bahasa Mesir, yang berarti ‘dilahirkan’. Tradisi Kitab Suci mengatakan bahwa ia dilahirkan di Mesir dari sebuah keluarga Hibrani, dan kemudian dibesarkan di lingkungan istana Firaun. Di dalam istana itu, dia dididik dalam segala hikmat orang Mesir dan ia berkuasa dalam perkataan dan perbuatannya. Namun pendidikan ala Mesir di istana Firaun itu nampaknya tidak merusak ikatan batin dengan orang sebangsanya. Sudah hampir dipastikan bahwa adat istiadat yang diwariskan Allah Abraham, Iskhak dan Yakob itu diketahuinya di Mesir.
Kecuali itu, tradisi Kitab Suci pun mengatakan bahwa ia menghabiskan sebagian besar hidupnya di daerah Midian, bagian timur Mesir. Midian adalah tempat pengungsiannya setelah ia membunuh mandor Mesir yang menganiaya orang – orang sebangsanya. Disana ia menemukan kembali tradisi nenek moyangnya yang tetap tidak berubah oleh pengaruh – pengaruh Mesir. Alkitab menghubungkan peristiwa pengungsian itu dengan peristiwa pewahyuan Yahweh dan panggilan atas dirinya untuk mengemban tugas sebagai pembebas bangsa Israel dari kekejaman Firaun di Mesir. Dengan demikian jelaslah bahwa pengungsian itu merupakan penyelenggaraan ilahi dalam rangka penyelamatan bangsa Israel.
Dalam hal penulisan Kitab Suci, Musa dipandang sebagai pengarang Kitab Pentateukh, kelima bab pertama dari Perjanjian Lama. Ini tidak berarti bahwa ia sendirilah yang menuliskan setiap kata dari kitab itu. Walaupun kebanyakan bagian Kitab Pentateukh ditulis setelah kematiannya, namun dianggap sebagai tulisannya karena didasarkan pada tradisi lisan yang diwariskannya. Atas dasar itu dan juga karena ia adalah tokoh utama yang mendominasi fase awal sejarah Israel, maka seluruh Kitab Pentateukh dihubungkan dengan Musa sebagai pengarangnya. Atas dasar yang sama, Musa dianggap sebagai pemberi hukum Allah kepada bangsa Hibrani. Dialah yang menetapkan patokan dasar tingkah laku bangsa Hibrani sesuai dengan kehendak Yahweh. Generasi – generasi kemudian menyesuaikan hukum itu dengan tuntutan perkembangan zaman dan pandangan – pandangan hidup baru di bawah semangat Musa.
Musa tidak diijinkan Yahweh memasuki tanah Kanaan yang dijanjikan kepada keturunan Abraham karena ketegaran hati dan ketidak percayaan bangsa Israel kepada Yahweh. Tuhan hanya menunjukkan kepadanya tanah terjanji itu dari atas gunung Nebo. Akhirnya Musa meninggal di tanah Moab, di bagian timur Kanaan. Orang – orang Israel meratapi dia selama 30 hari. Dalam perjanjian baru, penggelaran kepada Musa sering melebihi tokoh – tokoh perjanjian lama lainnya mengingat kualitasnya sebagai pemberi Hukum Allah . Kecuali itu, ia dihubungkan dengan Yesus Kristus sebagai tokoh pra-lambang Mesias terjanji.
Santa Rosa dari Viterbo, Pengaku Iman
Rosa lahir pada tahun 1235 di Viterbo, Italia Tengah. Kisah hidupnya tidak banyak diketahui dengan jelas. Oleh karena itu cerita legenda yang beredar tentang dirinya merupakan sumber untuk melukiskan riwayat hidupnya.
Frederik II, Kaisar Romawi Suci, karena suatu pertikaian sengit dengan Paus Gregorius IX (1227 – 1241), menyerang negara ke Pausan dan berhasil menaklukkan kota Viterbo pada tahun 1240. rosa dengan berani mempersatukan seluruh rakyat untuk menghalau Frederik II dari Viterbo. Karena semangat kepahlawanannya itu, ia bersama orangtuanya dibuang keluar dari Viterbo. Mereka baru bisa kembali ke Viterbo ketika Frederik II meninggal dunia pada bulan Desember 1250.
Konon Rosa kemudian mengajukan permohonan untuk masuk biara Santa Maria yang ada di Viterbo. Permohonannya tidak dikabulkan oleh pemimpin biara itu. Lalu ia berusaha sendiri mendirikan sebuah komunitas religius baru. Usahanya ini pun tidak direstui oleh Paus Innocentius IV (1243 – 1254). Karena kegagalannya itu ia lalu memilih tetap tinggal di rumah sambil tetap menjalani suatu kehidupan bakti kepada Allah hingga kematiannya pada tanggal 6 Maret 1252. Kesalehan hidupnya diakui oleh Gereja hingga jenazahnya dimakamkan dalam gereja Viterbo. Pada tahun 1357 gereja itu terbakar. Ketika makamnya dibuka, tubuh Rosa tetap awet seperti sediakala. Oleh karena itu umat Viterbo menaruh devosi yang besar kepadanya. Setiap tahun, jenazahnya diarak melalui jalan – jalan Viterbo. Pada tahun 1457, Rosa dinyatakan kudus oleh Paus Kalistus III (1455 – 1458).
02 September 2016
Sabtu, 03 September 2016 == Peringatan Wajib St. Gregorius Agung, Paus dan Pujangga Gereja
"Demi cinta akan Tuhan, tak henti-hentinya aku mengajarkan tentang Dia." — St. Gregorius Agung
Orang ini dipilih Tuhan sendiri, diangkat-Nya menjadi imam agung. Harta dunia terbuka baginya, karunia ilahi melimpahi hatinya.
Allah Bapa Maharahim, dengan penuh belas kasih Kaujaga umat-Mu dan Kaubimbing dalam kasih sayang-Mu. Buatlah para pemimpin umat-Mu bersemangat dan bijaksana berkat doa Paus Gregorius Agung. Semoga kemajuan umat-Mu selalu menggembirakan para gembalanya. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa. Amin.
Rasul Paulus mau merendahkan diri. Tujuannya, agar umatnya menyadari bahwa mereka menyombongkan diri. Ia mau menjadi bodoh, lemah dan hina dalam dan bersama Kristus.
Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada umat di Korintus (1Kor 4:6b-15)
"Kami ini lapar, haus, dan telanjang."
Saudara-saudara, dari aku dan Apolos hendaknya kalian belajar, apa artinya ungkapan “jangan melampaui yang ada tertulis.” Jangan ada di antara kalian yang menyombongkan diri dengan jalan mengutamakan yang satu lebih dari yang lain. Sebab siapakah yang menganggap engkau begitu penting? Adakah di antara milikmu yang bukan pemberian? Dan jika itu memang pemberian, mengapa engkau memegahkan diri, seolah-olah itu bukan pemberian? Kalian telah kenyang, kalian telah kaya, dan tanpa kami kalian telah memerintah; alangkah baiknya kalau benar demikian, yakni kalau kalian menjadi raja, sehingga kami pun turut menjadi raja dengan kalian. Menurut pendapatku, Allah memberi kami, para rasul, tempat yang paling rendah, sama seperti orang-orang yang telah dijatuhi hukuman mati. Sebab kami telah menjadi tontonan bagi dunia, bagi malaikat-malaikat dan bagi manusia. Kami ini bodoh oleh karena Kristus, tetapi kalian arif dalam Kristus. Kami ini lemah, tetapi kalian kuat. Kalian mulia, tetapi kami hina. Sampai saat ini kami lapar, haus, telanjang, dipukuli dan hidup mengembara. Kami melakukan pekerjaan tangan yang berat. Kalau kami dimaki-maki, kami memberkati; kalau kami dianiaya kami sabar; kalau kami difitnah, kami tetap menjawab dengan ramah; kami telah menjadi seperti sampah dunia, seperti kotoran dari segala sesuatu, sampai saat ini. Hal ini kutuliskan bukan untuk membuat kalian malu, melainkan untuk menegur kalian sebagai anak-anakku yang kukasihi. Sebab sekalipun kalian mempunyai beribu-ribu pendidik dalam Kristus, kalian tidak mempunyai banyak bapa. Karena akulah yang telah menjadi bapamu dalam Kristus Yesus, oleh Injil yang kuwartakan kepadamu.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan
Ref. Tuhan dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya.
Ayat. (Mzm 145:17-18.19-20.21)
- Tuhan itu adil dalam segala jalan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya. Tuhan dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan.
- Ia melakukan kehendak orang-orang yang takut akan Dia, Ia mendengarkan teriak mereka minta tolong dan menyelamatkan mereka. Tuhan menjaga semua orang yang mengasihi-Nya, tetapi semua orang fasik akan dibinasakan-Nya.
- Mulutku mengucapkan puji-pujian kepada Tuhan dan biarlah segala makhluk memuji nama-Nya yang kudus untuk seterusnya dan selamanya.
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. (Yoh 14:6)
Akulah jalan, kebenaran, dan sumber kehidupan, sabda Tuhan; hanya melalui Aku orang sampai kepada Bapa
Hukum Tuhan seperti Sabat itu dibuat untuk manusia. Adapun tujuannya adalah mengangkat manusia menjadi menjadi lebih ilahi. Yesus adalah Tuhan atas hari Sabat.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (6:1-5)
"Mengapa kalian melakukan sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?"
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran dan hidup kami.
Renungan
Apa yang penting dalam hidup kita? Yesus mengajarkan bahwa hidup dan keselamatan manusia lebih penting daripada aturan-aturan. Yesus mengajarkan bahwa aturan hidup beragama dibuat untuk membantu manusia melaksanakan kehendak Tuhan. Namun kehendak Tuhan harus lebih utama daripada aturan-aturan. Yesus, Sang Anak Manusia, adalah Tuhan atas aturan-aturan agama. Relasi dengan Pribadi-Nya lebih penting daripada hanya menjalankan aturan-aturan keagamaan.
Sering kali dalam kebersamaan kita berjumpa dengan orang yang punya kedudukan dan peran yang begitu penting, tetapi tampil sedemikian rendah hati (low profile). Akan tetapi, sebaliknya banyak juga dari antara mereka yang sombong, otoriter, dan tak berperasaan; mentang-mentang punya kuasa dan terkenal, orang lain direndahkan dan tidak dianggap. Parahnya lagi, ada juga yang sebenarnya tidak ada apa-apanya, tetapi berusaha tampil seperti orang penting, baik penampilannya, gaya bicaranya maupun gestur tubuhnya. Geli dan muak melihat tingkah orang yang sombong dan sok penting seperti itu.
Sering kali dalam kebersamaan kita berjumpa dengan orang yang punya kedudukan dan peran yang begitu penting, tetapi tampil sedemikian rendah hati (low profile). Akan tetapi, sebaliknya banyak juga dari antara mereka yang sombong, otoriter, dan tak berperasaan; mentang-mentang punya kuasa dan terkenal, orang lain direndahkan dan tidak dianggap. Parahnya lagi, ada juga yang sebenarnya tidak ada apa-apanya, tetapi berusaha tampil seperti orang penting, baik penampilannya, gaya bicaranya maupun gestur tubuhnya. Geli dan muak melihat tingkah orang yang sombong dan sok penting seperti itu.
Paulus menemukan di kalangan umat Korintus orang yang menyombongkan dan bermegah dengan apa yang ada dalam dirinya. Paulus menegur mereka dengan mengungkapkan pengalaman dan kesaksian dirinya dan Apolos, rekan kerjanya, bahwa mereka sebenarnya memiliki lebih banyak hal yang dapat dimegahkan, tetapi mereka tidak memegahkan diri. Paulus mengajarkan suatu sikap rendah hati dalam menghidupi berbagai karunia yang Tuhan telah berikan. Kritikan yang sama juga disampaikan Yesus kepada orang-orang Farisi yang merasa diri lebih hebat dan lebih suci karena setia dan taat pada hukum Taurat. Kenyataan bahwa kesetiaan kepada hukum Taurat hanyalah membawa kesombongan diri dan cenderung mencelakakan orang lain, karena orang lain dinomorduakan / dikesampingkan demi hukum. Bagi Yesus, hukum dibuat untuk manusia, dan Ia, adalah Tuhan atas hari Sabat.
Santo Gregorius Agung, Paus dan Pujangga Gereja
Gregorius lahir di Roma pada tahun 540. Ibunya Silvia dan dua orang tantenya, Tarsilla dan Aemeliana, dihormati pula oleh Gereja sebagai orang kudus. Ayahnya Geordianus, tergolong kaya raya; memiliki banyak tanah di Sicilia, dan sebuah rumah indah di lembah bukit Ceolian, Roma. Selama masa kanak – kanaknya, Gregorius mengalami suasana pendudukan suku bangsa Goth, Jerman atas kota Roma; mengalami berkurangnya penduduk kota Roma dan kacaunya kehidupan kota. Meskipun demikian, Gregorius menerima suatu pendidikan yang memadai. Ia pandai sekali dalam pelajaran tata bahasa, retorik dan dialetika.
Karena posisinya di antara keluarga – keluarga aristokrat (bangsawan) sangat menonjol, Gregorius dengan mudah terlibat dalam kehidupan umum kemasyrakatan, dan memimpin sejumlah kecil kantor. Pada usia 33 tahun ia menjadi Prefek kota Roma, suatu kedudukan tinggi dan terhormat dalam dunia politik Roma saat itu. Namun Tuhan menghendaki Gregorius berkarya di ladang anggurNya. Gregorius meletakkan jabatan politiknya dan mengumumkan niatnya untuk menjalani kehidupan membiara. Ia menjual sebagian besar kekayaannya dan uang yang diperolehnya dimanfaatkan untuk mendirikan biara – biara. Ada enam biara yang didirikan di Sicilia dan satu di Roma. Di dalam biara – biara itu, ia menjalani kehidupannya sebagai seorang rahib. Namun ia tidak saja hidup di dalam biara untuk berdoa dan bersemadi, ia juga giat di luar; membantu orang – orang miskin dan tertindas, menjadi diakon di Roma, menjadi Duta Besar di istana Konstantinopel. Pada tahun 586 ia dipilih menjadi Abbas di biara Santo Andreas di Roma. Di sana ia berjuang membebaskan para budak belian yang dijual di pasar – pasar kota Roma.
Pada tahun 590, dia diangkat menjadi Paus. Dengan ini dia dapat dengan penuh wibawa melaksanakan cita – citanya membebaskan kaum miskin dan lemah, terutama budak – budak dari Inggris. Ia mengutus Santo Agustinus ke Inggris bersama 40 biarawan lain untuk mewartakan Injil disana. Gregorius adalah Paus pertama yang secara resmi mengumumkan dirinya sebagai Kepala Gereja Katolik sedunia. Ia memimpin Gereja selama 14 tahun, dan dikenal sebagai seorang Paus yang masyur, negarawan dan administrator ulung pada awal abad pertengahan serta Bapa Gereja Latin yang terakhir. Karena tulisan – tulisannya yang berbobot, dia digelari sebagai Pujangga Gereja Latin. Meskipun begitu ia tetap rendah hati dan menyebut dirinya sebagai ‘Abdi para abdi Allah’ (servus servorum Dei). Julukan ini tetap dipakai sampai sekarang untuk jabatan Paus di Roma. Setelah memimpin Gereja Kristus selama 14 tahun, Gregorius meninggal dunia pada tahun 604. Pestanya dirayakan juga pada tanggal 12 Maret.
01 September 2016
Jumat, 02 September 2016 == Hari Biasa Pekan XXII - Jumat Pertama Dalam Bulan
Tetapi iman Kristen bukanlah satu “agama buku”. Agama Kristen adalah agama “Sabda” Allah, “bukan sabda yang ditulis dan bisu, melainkan Sabda yang menjadi manusia dan hidup”. Kristus, Sabda abadi dari Allah yang hidup, harus membuka pikiran kita dengan penerangan Roh Kudus, “untuk mengerti maksud Alkitab”, supaya ia tidak tinggal huruf mati.
Carilah kebahagiaanmu dalam Tuhan, Ia akan meluluskan keinginan hatimu. Serahkanlah nasibmu kepada Tuhan, percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak.
Doa
Allah Bapa yang kekal dan kuasa, manusia Kauberi tugas menjaga misteri-misteri-Mu. Semoga kami selalu menghormati sabda-Mu dan ajarilah kami memahami nama-Mu. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa.
Amin.
Manusia dipanggil untuk menjadi hamba Kristus. Selain itu, ia juga dipanggil untuk menjadi pengurus rahasia Allah. Terhadap panggilan itu, ia harus menunjukkan keterbukaan hati, ketaatan, dan kesediaan untuk diutus.
Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada umat di Korintus (1Kor 4:1-5)
"Tuhan akan memperlihatkan apa yang direncanakan dalam hati."
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan
Ref. Orang-orang benar akan diselamatkan oleh Tuhan.
Ayat. (Mzm 37:3-4.5-6.27-28.39-40)
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya.
Ayat. (Yoh 8:12) Aku ini cahaya dunia, sabda Tuhan. Yang mengikuti Aku, hidup dalam cahaya.
- Percayalah kepada Tuhan dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia, dan bergembiralah karena Tuhan; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu.
- Serahkanlah hidupmu kepada Tuhandan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan hakmu seperti siang.
- Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik, maka engkau akan tetap tinggal untuk selama-lamanya; sebab Tuhan mencintai hukum, dan Ia tidak meninggalkan orang-orang yang dikasihi-Nya. Sampai selama-lamanya mereka akan terpelihara, tetapi anak cucu orang-orang fasik akan dilenyapkan.
- Orang-orang benar diselamatkan oleh Tuhan; Ia adalah tempat perlindungan mereka pada waktu kesesakan; Tuhan menolong mereka dan meluputkan mereka, Ia meluputkan mereka dari tangan orang-orang fasik dan menyelamatkan mereka, sebab mereka berlindung pada-Nya.
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya.
Ayat. (Yoh 8:12) Aku ini cahaya dunia, sabda Tuhan. Yang mengikuti Aku, hidup dalam cahaya.
Anggur baru harus disimpan dalam kantong kulit yang baru. Ajaran baru disajikan dalam bentuk baru. Bentuk baru itu diharapkan membawa gairah baru untuk mengikuti Yesus.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (5:33-39)
"Apabila mempelai diambil, barulah sahabat-sahabat mempelai akan berpuasa."
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran dan hidup kami.
Renungan
Hidup kita di dunia adalah kesempatan bagi kita untuk memperkembangkan hidup rohani. Hidup rohani adalah hidup yang dilandasi oleh relasi kita dengan Tuhan. Tuhan telah menganugerahkan hidup ilahi-Nya kepada kita. Sebagai murid-murid Kristus dan pengurus harta rohani, kita harus bisa menjadi orang yang dapat dipercaya dengan mengembangkan hidup rohani. Belum saatnya kita menghakimi diri sendiri dan apalagi orang lain. Nanti pada waktunya Tuhan sendiri akan menghakimi kita sejauh mana kita telah berusaha memperkembangkan hidup ilahi-Nya.
Banyak orang menghindari konflik dengan bersikap kompromistis, tidak berani berpegang teguh pada apa yang benar-benar suatu kebenaran dan lebih memilih ‘jalan aman’ demi menghindari hal-hal yang tidak menyenangkan. Akibatnya, banyak hal direlativisir dan disesuaikan dengan situasi dan keadaan.
Paulus memaklumkan dirinya sebagai seorang hamba Kristus, yang sadar dan berusaha agar hidupnya bisa benar-benar dapat dipercaya oleh orang lain. Ia tidak takut menghadapi kemungkinan dihakimi oleh orang lain karena kepercayaan dan karya-karya yang dilakukannya. Hal yang menjadi persoalannya adalah bagaimana ia tetap layak dan mendapat pujian dari Allah sebagai seorang hamba yang setia. Kesaksian Paulus seperti ini memperlihatkan kepada kita betapa suatu keyakinan baru akan Yesus telah mengubah dirinya. Dari kesaksian Paulus ini, kita dapat memahami perkataan Yesus dalam Injil: ”Anggur yang baru harus disimpan dalam kantong yang baru pula.” Paulus memberikan kesaksian kepada kita bagaimana seorang rasul benar-benar menghidupi sebuah keyakinan akan Kristus yang mengubah hidupnya menjadi baru, dan setia menghidupinya untuk seumur hidupnya.
Apakah pengenalan dan kedekatan kita dengan Yesus sungguh membawa sebuah kebaruan dalam hidup setiap hari?
Martir – martir dari Paris 1792
Tatkala Revolusi Prancis memuncak, semua rohaniwan dipaksa mengangkat sumpah setia kepada hukum negara yang bertentangan dengan keyakinan agama dan suara hati mereka. Banyak diantara mereka yang tidak mau bersumpah meskipun diancam dengan berbagai macam cara. Lebih dari 200 rohaniwan dan awam di tahan di Paris dan sebagian besar dibunuh pada bulan September 1792 oleh gerombolan penjahat dengan persetujuan pengadilan revolusi. 191 korban pembunuhan massal itu dinyatakan kudus, antara lain Uskup Agung Jean Marie du Lau, dua Uskup bersaudara Francois – Joseph dan Pierre – Louis La Rochefoucauld, 129 imam praja, 23 bekas imam Jesuit (diantaranya Joseph Bonnaud), 31 biarawan dan 5 orang awam.
Martir – martir Korea
Gereja Korea mempunyai sejarah awal yang khas. Agama Katolik masuk ke bumi Korea bukan oleh para misionaris asing, tetapi oleh kaum Korea sendiri. Pada zaman dahulu, para Raja Korea harus membayar upeti ke Peking. Di Peking, para utusan itu berkenalan dengan imam – imam misionaris, antara lain Mateo Ricci. Bagi mereka, agama yang disebarkan oleh misionaris asing itu tidak jauh berbeda dengan ajaran leluhur mereka. Maka mereka tertarik untuk mempelajari agama itu seterusnya. Mereka membawa beberapa buku pelajaran agama untuk dibaca. Tertarik pada ajaran agama baru itu, mereka mulai menyebarkannya diantara penduduk sekitar. Mulailah tumbuh benih iman Kristiani di tanah Korea.
Benih iman itu terus berkembang hingga menghasilkan suatu jumlah umat yang relatif banyak dalam waktu singkat beserta imam pribuminya sendiri. Semakin jelas bahwa agama baru itu berhasil menarik banyak penduduk Korea. Menyaksikan perkembangan pesat agama baru itu, Raja Korea mulai melancarkan aksi penganiayaan terhadap para penganutnya. Dalam kurun waktu 1839 – 1846, para imam pribumi dan misionaris asing bersama 8000 orang beriman dianiaya dan dibunuh. Tetapi warta injil tetap disebarluaskan ke seluruh negeri itu. Di antara mereka, 78 dinyatakan kudus pada tahun 1925. Mereka itu antara lain, Laurensius Yosef Maria Imbert (1797 – 1839), Peter Maubant, Yakobus Chustan dan imam pribumi Korea yang pertama Andreas Kim Tae Gon bersama dengan puluhan guru agama, pria dan wanita awam serta orang – orang muda. Penganiayaan itu semakin menjadikan umat bertambah kokoh imannya. Setelah Rusia menduduki Korea Utara (1945), banyak orang beriman, imam pribumi dan misionaris disekap dalam penjara dan dibunuh oleh kaum komunis.








