Selamat Datang di Blog Patria Jaya dsk. - Santa Theresia
Wilayah 4, Paroki Lubang Buaya - Gereja Kalvari, Jakarta Timur

04 Januari 2016

Bertobatlah, Sebab Kerajaan Surga Sudah Dekat

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa setelah Penampakan Tuhan – Senin, 4 Jan 2016)
Keluarga Fransiskan: Peringatan S. Angela dr Foligno, Fransiskan Sekular


http://theresia-patria-jaya.blogspot.com/

Tetapi waktu Yesus mendengar bahwa Yohanes telah ditangkap, menyingkirlah Ia ke Galilea. Ia meninggalkan Nazaret dan diam di Kapernaum, di tepi danau, di daerah Zebulon dan Naftali, supaya digenapi firman yang disampaikan oleh Nabi Yesaya, “Tanah Zebulon dan tanah Naftali, jalan ke laut, daerah seberang Sungai Yordan, Galilea, wilayah bangsa-bangsa lain, bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat Terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit Terang.” Sejak itu Yesus mulai memberitakan, “Bertobatlah, sebab Kerajaan Surga sudah dekat!”

Yesus pun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah ibadat & memberitakan Injil Kerajaan Surga serta menyembuhkan orang-orang di antara bangsa itu dari segala penyakit dan kelemahan mereka. Lalu tersebarlah berita tentang Dia di seluruh Siria &  dibawalah kepada-Nya semua orang yang buruk keadaannya, yang menderita berbagai penyakit dan sengsara, yang kerasukan setan, yang sakit ayan dan yang lumpuh, lalu Yesus menyembuhkan mereka. Orang banyak pun berbondong-bondong mengikuti Dia. Mereka datang dari Galilea dan dari Dekapolis, dari Yerusalem dan dari Yudea dan dari seberang Yordan. (Mat 4:12-17,23-25)

Bacaan Pertama: 1 Yoh 3:22-4:6; Mazmur Tanggapan: Mzm 2:7-8,10-11


“Bertobatlah, sebab Kerajaan Surga sudah dekat!” (Mat 4:17).

Pernahkah anda ingin melarikan diri ketika mendengar kata-kata seperti “dosa” atau “bertobat”? Kata-kata sedemikian dapat membuat kita berpikir tentang membuang kebiasaan-kebiasaan buruk, membuat perubahan-perubahan yang terlalu sulit, atau memberikan kepada kita rasa “tak ada harapan” untuk mengatasi kelemahan-kelemahan dan kegagalan-kegagalan kita. Namun kita pun seharusnya tahu bahwa Yesus datang membawa Kabar Baik, bukan kabar yang melumpuhkan semangat, pada waktu Dia memulai pelayanan-Nya di tengah masyarakat dengan seruan agar orang-orang meninggalkan dosa dan bertobat (Mat 4:17).

Kerajaan Allah memang sudah dekat, dan Yesus tidak mau kalau kita tidak mengetahui dan menyadari kenyataan tersebut. Yesus mendesak orang-orang untuk melihat hati mereka masing-masing dan mengidentifikasi cara-cara bagaimana mereka telah menyimpang dari jalan Allah atau telah meninggalkan rencana Allah, sehingga dengan demikian mereka dapat berbalik kepada Allah dalam pertobatan dan kemudian menerima pengampunan-Nya dan berkat-berkat lain yang disediakan Allah bagi dirinya.

Pada saat matahari terbit setiap pagi, sinarnya mencerahkan baik keindahan maupun keburukan dunia. Yesus adalah terang dari Allah sendiri. Dia juga mengungkapkan keindahan dan hal-hal yang tidak begitu indah dalam kehidupan kita. Dalam kehadiran-Nya, kita melihat dosa kita apa adanya – artinya penolakan terhadap Allah dan kasih-Nya, penolakan penuh kepentingan diri sendiri untuk mengasihi orang lain. Selagi Yesus membawakan kepada kita wawasan terhadap sifat dosa, Dia pun membawa kepada kita suatu hasrat untuk memperoleh kebebasan, kemurnian, dan hubungan yang diperbaharui dengan Bapa-Nya di surga.

Familiaritas dari dosa-dosa kita dapat menipu kita untuk berpikir bahwa tidak bergunalah bagi kita untuk bertobat, karena kita sungguh tidak dapat diubah. Siapakah yang akan memilih hidup di bawah perbudakan dosa, padahal Yesus telah membuat kebebasan sebagai sebagai suatu kemungkinan yang sangat riil bagi kita? Adalah kebenaran bahwa tanpa Yesus, dosa akan begitu kuat dan sulit untuk dikalahkan. Yesus telah datang dengan segala kuat-kuasa ilahi untuk menghancurkan kekuasaan dosa dalam hidup kita – suatu kuat-kuasa yang telah ditunjukkan-Nya lewat penyembuhan- penyembuhan orang sakit (Mat 4:23-24).

Pertobatan bukanlah peristiwa sekali seumur hidup. Setiap hari Roh Kudus “mengusik” hati nurani kita guna menyadarkan kita dan menarik kita kepada hidup dengan Kristus yang lebih mendalam lagi. Roh Kudus ingin membentuk cara-cara sehari-hari kita berpikir dan memberi tanggapan terhadap orang-orang di sekeliling kita. Roh Kudus mengenal kita lebih daripada kita mengenal diri kita sendiri, dan Ia dapat membentuk karakter Kristus dalam diri kita masing-masing.

Saudari dan Saudara yang terkasih, marilah sekarang kita memperkenankan Dia (Roh Kudus) untuk membersihkan kita dari dosa-dosa kita, menarik kita ke dalam persekutuan dengan Bapa surgawi, dan memimpin kita ke dalam kasih yang diwujudkan dalam perbuatan-perbuatan baik.


DOA: 
Bapa surgawi, melalui Roh Kudus-Mu nyatakanlah kepadaku di mana aku telah menyimpang dari jalan-Mu, sehingga dengan demikian aku dapat melakukan pertobatan. Aku sungguh ingin untuk hidup dalam keindahan dari kehadiran-Mu. 
Amin.

03 Januari 2016

Berita Kalvari - Minggu 03 Januari 2016




Minggu, 03 Januari 2016 - Hari Raya Penampakan Tuhan

Dalam sebuah masyarakat yang begitu sering diracuni oleh konsumerisme dan hedonisme, kekayaan dan kemewahan, penampilan dan narsisme, Anak ini memanggil kita untuk bertindak bijaksana, dengan kata lain, dengan cara yang sederhana, seimbang, tidak plin-plan, mampu melihat dan melakukan apa yang penting. (Paus Fransiskus)

Antifon Pembuka (Mal 3:1/1Taw 19:12)
Lihatlah, Tuhan para pangeran datang, membawa serta kerajaan, kekuasaan, dan pemerintahan.


Pada Misa ini ada Madah Kemuliaan dan Syahadat

http://theresia-patria-jaya.blogspot.com/

Doa Pagi

Ya Allah, pada hari ini dengan bimbingan bintang Engkau telah mewahyukan Putra Tunggal-Mu kepada bangsa-bangsa. Kami mohon, semoga kami yang telah mengenal Engkau dalam iman kelak Engkau perkenankan memandang wajah-Mu dalam kemuliaan. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan dari Kitab Yesaya (60:1-6)


"Kemuliaan Tuhan terbit atasmu."

Beginilah kata nabi kepada Yerusalem: Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan Tuhan terbit atasmu. Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang Tuhan terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu. Bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepada terangmu, dan raja-raja menyongsong cahaya yang terbit bagimu.Angkatlah mukamu dan lihatlah ke sekeliling! Mereka semua datang berhimpun kepadamu; anak-anakmu laki-laki datang dari jauh, dan anak-anakmu perempuan digendong. Melihat itu, engkau akan heran dan berseri-seri, engkau akan tercengang dan berbesar hati sebab kelimpahan dari seberang laut akan beralih kepadamu, dan kekayaan bangsa-bangsa akan datang kepadamu.Sejumlah besar unta akan menutupi daerahmu, unta-unta muda dari Midian dan Efa. Mereka semua akan datang dari Syeba, akan membawa emas dan kemenyan, serta memberitakan perbuatan masyhur Tuhan.
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.


Mazmur Tanggapan, do = c, 2/4, PS 807
Ref. Segala ujung bumi melihat keselamatan yang datang dari Allah kita.
Ayat. (Mzm 72:1-2.7.8.10-11.12-13; R: lih.11)

  1. Ya Allah berikanlah hukum-Mu kepada Raja dan keadilan-Mu kepada putera raja! Kiranya ia mengadili umat-Mu dengan keadilan dan menghakimi orang-orang-Mu yang tertindas dengan hukum.
  2. Kiranya keadilan berkembang dalam zamannya dan damai sejahtera berlimpah, sampai tidak ada lagi bulan! Kiranya ia memerintah dari laut ke laut, dari Sungai Efrat sampai ke ujung bumi.
  3. Kiranya raja-raja dari Tarsis dan pulau-pulau membawa persembahan -persembahan. Kiranya raja-raja dari Syeba dan Seba menyampaikan upeti. Kiranya semua raja sujud menyembah kepada-Nya, dan segala bangsa menjadi hamba-Nya!
  4. Sebab ia akan melepaskan orang miskin yang berteriak minta tolong, ia akan membebaskan orang tertindas, dan orang yang tidak punya penolong; ia akan sayang kepada orang lemah dan orang miskin, ia akan menyelamatkan nyawa orang papa.

Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Efesus (3:2-3a.5-6)

"Rahasia Kristus kini telah diwahyukan dan para bangsa menjadi pewaris perjanjian."

Saudara-saudara, kamu telah mendengar tentang tugas penyelenggaraan kasih karunia Allah yang telah dipercayakan kepadaku demi kamu, yakni bagaimana rahasianya telah dinyatakan kepadaku melalui wahyu. Pada zaman angkatan-angkatan dahulu rahasia itu tidak diberitakan kepada umat manusia, tetapi sekarang dinyatakan dalam Roh kepada para rasul dan nabi-Nya yang kudus. Berkat pewartaan Injil, orang-orang bukan Yahudi pun turut menjadi ahli waris, menjadi anggota-anggota tubuh serta peserta dalam janji yang diberikan Kristus Yesus.

Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.


Bait Pengantar Injil, do = f, 2/2, PS 951
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Mat 2:2, 2/4)
Kami telah melihat bintang Tuhan, terbit di ufuk timur, dan kami datang menyembah.


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (2:1-12)

"Kami datang dari timur untuk menyembah Sang Raja."

Pada zaman pemerintahan raja Herodes, sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea, datanglah orang-orang majus dari timur ke Yerusalem. Mereka bertanya-tanya, “Dimanakah Raja Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di ufuk timur dan kami datang untuk menyembah Dia.” Mendengar hal itu, terkejutlah Raja Herodes beserta seluruh Yerusalem. Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya kete-rangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan. Mereka berkata kepadanya, “Di Betlehem di tanah Yudea, karena beginilah ada tertulis dalam kitab nabi: Dan engkau, Betlehem di tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel.” Lalu dengan diam-diam Herodes memanggil orang-orang majus itu, dan dengan teliti bertanya kepada mereka kapan bintang itu nampak. Kemudian ia menyuruh mereka ke Betlehem, katanya, “Pergilah, dan selidikilah dengan saksama hal-ikhwal Anak itu! Dan segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku, supaya aku pun datang menyembah Dia.” Setelah mendengar kata-kata Raja Herodes, berangkatlah para majus itu. Dan lihatlah, bintang yang mereka lihat di timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat di mana Anak itu berada. Melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka. Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu, dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya. Lalu mereka sujud menyembah Dia. Mereka pun membuka tempat harta bendanya, dan mempersembahkan persembahan kepada Anak itu, yaitu emas, kemenyan dan mur. Kemudian, karena diperingatkan dalam mimpi supaya jangan kembali kepada Herodes, mereka pun pulang ke negerinya lewat jalan lain.

Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran, dan hidup kami.


Renungan
Kebanyakan orang lebih suka mengambil sesuatu daripada memberi sesuatu. Dengan memberi orang kehilangan sesuatu. Namun, menarik bahwa tiga orang bijak yang ingin melihat Yesus ini membawa persembahan istimewa bagi kanak-kanak Yesus berupa emas, kemenyan dan mur. Mereka memberi persembahan khusus untuk Sang Bayi bukan karena berkelimpahan tetapi karena cinta. Selain itu, karena mereka percaya bahwa Anak itu akan menjadi seorang raja yang akan membebaskan semua bangsa dari perbudakan dan menyelamatkan orang-orang dari dosa mereka (Bdk. Mat 1:21).

Persembahan orang bijak memiliki makna tersendiri. Mur adalah lambang dari kemanusiaan Yesus. Ia mengalami seluruh kemanusiaan-Nya seperti: sukacita, kesedihan, kehilangan dan pengalaman yang lain. Dia sama seperti manusia dalam segala hal, kecuali dalam hal dosa. Kemenyan menunjukkan keagungan dan keilahian yang merujuk pada keilahian Yesus. Sedangkan emas adalah lambang kebesaran. Semua itu hadiah yang ideal bagi Yesus, yang adalah seorang raja di atas segala raja.

Lalu apa yang dapat kita persembahkan kepada Yesus? Persembahan kita adalah emas yaitu pribadi yang membawa terang seperti yang dikatakan Yesaya, “Bangkitlah, menjadi teranglah!” Kita membagikan terang dengan mendasarkan diri atas kerahiman Tuhan. Kerahiman yang memancarkan pengampunan terus-menerus bagi siapa saja, terlebih bagi orang yang pernah berbuat salah pada kita. Kemenyan menandakan hidup kita yang harus bergerak ke arah yang ilahi dan berani mengalahkan kemanusiaan. Memaafkan memang bukan sesuatu yang mudah apalagi memaafkan orang yang melukai dan membuat hidup kita terpuruk. Namun, Tuhan menginginkan agar hidup kita mewangi laksana asap dupa yang membuat kesalahan orang lain dari dalam hati kita. Mur melambangkan pengalaman kemanusiaan yang harus senantiasa direfleksikan.

Pengalaman yang kita alami bukanlah hanya sekadar peristiwa kebetulan. Tuhan berkarya di dalamnya untuk mendewasakan pribadi dan iman kita. Sadarkah bahwa kita dikaruniai banyak rahmat untuk dipersembahkan? Beranikah kita membawa persembahan kepada Tuhan dengan emas, kemenyan dan mur? Niat apakah yang akan dibuat untuk merasakan kehadiran Tuhan?

Antifon Komuni (Bdk. Mat 2:2)


Kami telah melihat bintang-Nya di timur dan kami datang dengan persembahan untuk menyembah Tuhan.



http://theresia-patria-jaya.blogspot.com/

01 Januari 2016

Tinggal Di Dalam Kristus

(Bacaan Pertama Misa Kudus, Peringatan S. Basilius Agung & S. Gregrorius dr Nazianze, Uskup-Pujangga Gereja – Sabtu, 2 Januari 2016

http://theresia-patria-jaya.blogspot.com/

Siapakah pendusta itu? Bukankah dia yang menyangkal bahwa Yesus adalah Mesias? Inilah antikristus, yaitu dia yang menyangkal baik Bapa maupun Anak. Sebab siapa yang menyangkal Anak, ia tidak memiliki Bapa. Siapa yang mengaku Anak, ia juga memiliki Bapa. Dan kamu, apa yang telah kamu dengar sejak semula, itu harus tetap tinggal di dalam kamu. Jika apa yang telah kamu dengar sejak semula itu tetap tinggal di dalam kamu, maka kamu akan tetapi tinggal di dalam Anak dan di dalam Bapa. Dan inilah janji yang telah dijanjikan-Nya sendiri kepada kita, yaitu hidup yang kekal.

Semua itu kutulis kepadamu, yaitu mengenai orang-orang yang berusaha menyesatkan kamu. Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari Dia. Karena itu, kamu tidak perlu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapan-Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu – dan pengajaran-Nya itu benar, bukan dusta – dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia.

Jadi sekarang, anak-anakku, tinggallah di dalam Kristus, supaya apabila Ia menyatakan diri-Nya, kita beroleh keberanian percaya dan tidak usah malu terhadap Dia pada hari kedatangan-Nya. (1 Yoh 2:22-28).

Mazmur Tanggapan: Mzm 98:1-4; Bacaan Injil: Yoh 1:19-28 

Ungkapan “tinggal dalam Kristus” beberapa kali muncul dalam petikan bacaan di atas. Kenyataan ini kiranya merupakan tanda betapa penting arti ungkapan itu. Memang sungguh vital bagi kita untuk mempelajari rahasia dari ungkapan “tinggal dalam Kristus” ini – berada bersama Dia sepanjang masa. Yohanes menjelaskan bahwa “pengurapan” (baptis) kita “terima dari dari Dia tinggal dalam diri kita (1 Yoh 2:27). Kita dapat mengalami saat-saat berdoa yang terasa manis dan indah selagi kita mulai memahami bahwa Yesus sungguh hidup dalam diri kita! Kita merasakan indahnya kehadiran Yesus apabila kita memahami pernyataan/perwahyuan bahwa kita adalah anak-anak Allah!

Dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab kita sehari-hari, apakah kita (anda dan saya) ingat untuk mencari Juruselamat kita? Apakah kita merasakan betapa hangat kehadiran-Nya pada saat-saat doa yang dipenuhi keheningan? Apakah kita juga merasakan kehangatan kehadiran-Nya itu selagi kita menjalankan tugas-tugas harian kita? Yohanes menjelaskan bahwa Yesus itu begitu riil dan berwujud sehingga hampir dapat merasakan sentuhan-Nya atau mendengar suara-Nya yang lembut. Bisikan kasih-Nya dan bisikan dorongan guna menyemangati kita seharusnya membuat hati kita tenang. Sabda Allah dalam Kitab Suci seharusnya hidup dalam diri kita, memenuhi diri kita dengan sukacita dan pernyataan diri-Nya.

http://theresia-patria-jaya.blogspot.com/

Kadang-kadang memang kita merasa bahwa hubungan kita dengan Yesus suka keluar dari rel. Barangkali karena kita memperkenankan tekanan/beban kehidupan sehari-hari kita membuat kita hampir berputus-asa dan merampas rasa percaya kita akan kehadiran-Nya. Barangkali, selagi kita menghadapi berbagai kesulitan atau pengejaran serta penganiayaan dalam hidup kita, kita bertanya kepada diri kita: “Di mana Allah dalam setiap peristiwa ini? Dalam hal ini kita harus senantiasa tidak boleh lupa bahwa Yesus tidak pernah meninggalkan kita. Dia memanggil kita kepada suatu iman yang lebih mendalam, suatu pengosongan diri yang lebih mendalam lagi guna memberi ruang yang lebih luas lagi bagi-Nya. Selagi kita bereksperimen dengan iman kita kepada-Nya, kita mulai memahami kasih-Nya dengan lebih mendalam lagi.

“Tinggal di dalam Kristus” berarti kita menerima dalam iman bahwa Yesus telah mencurahkan Roh Kudus-Nya ke dalam diri kita. Tidak pernah ada waktu sedikit pun di mana Dia meninggalkan kita – tidak pernah ada waktu sedikit pun di mana Dia tidak tinggal dalam diri kita. Semakin besar kepercayaan kita pada kebenaran ini, semakin sering pula kita akan mengingat dan menggantungkan hidup kita pada kasih-Nya selagi kita menjalani hidup kita sehari-harinya.

Manakala kita (anda dan saya) merasa terpisah dari Allah, marilah kita memohon kepada-Nya untuk menyatakan kehadiran-Nya dalam hati kita. Marilah kita mengingatkan diri kita bahwa Yesus tidak akan meninggalkan kita. Dia tidak pernah melupakan “kasih setia dan kesetiaan-Nya” (Mzm 98:3).


Mazmur Tanggapan, do = c, 2/4, PS 807
Ref. Segala ujung bumi melihat keselamatan yang datang dari Allah kita
Ayat. (Mzm 98:1.2-3b.3c-4)

  1. Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, sebab Ia telah melakukan karya-karya yang ajaib; keselamatan telah dikerjakan oleh tangan kanan-Nya, oleh lengan-Nya yang kudus.
  2. Tuhan telah memperkenalkan keselamatan yang datang dari pada-Nya. Ia telah menyatakan keadilan-Nya di hadapan para bangsa. Ia ingat akan kasih dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel.
  3. Segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang datang dari Allah kita. Bersorak-sorailah bagi Tuhan, hai seluruh bumi, bergembiralah dan bermazmurlah.

DOA: 
Yesus, aku percaya bahwa Engkau ada bersamaku. Dalam iman dan kasih, aku menyerahkan diriku kepada kehendak-Mu. Aku menyatakan dalam iman bahwa Engkau tidak pernah akan meninggalkan diriku. Engkau adalah Tuhan dan Juru selamatku yang sungguh setia, ya Yesus. 
Amin.

Karena Putera Allah Menjadi Daging Dalam Rahim Maria

(Bacaan Pertama Misa Kudus, Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Allah – Jumat,  1 Januari 2016)  
HARI PERDAMAIAN SEDUNIA

http://theresia-patria-jaya.blogspot.com/



TUHAN (YHWH) berfirman kepada Musa: “Berbicaralah kepada Harun dan anak-anaknya: Beginilah harus kamu memberkati orang Israel, katakanlah kepada mereka: TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau; TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia; TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera. Demikianlah harus mereka meletakkan nama-Ku atas orang Israel, maka Aku akan memberkati mereka.” (Bil 6:22-27)

Mazmur Tanggapan: Mzm 67:2-3, 5-6,8; Bacaan Kedua: Gal 4:4-7; Bacaan Injil: Luk 2:16-21

Selagi kita berada di awal tahun yang baru ini, Gereja meneguhkan kembali janji Allah untuk memberkati kita dan melindungi kita (Bil 6:24). Dalam merayakan HARI RAYA SP MARIA BUNDA ALLAH, kita memproklamasikan kebenaran mulia bahwa dalam rahim Maria-lah Pribadi Kedua dari Allah Tritunggal Mahakudus menyatukan diri-Nya secara lengkap dengan kemanusiaan kita.
http://theresia-patria-jaya.blogspot.com/

Dalam diri Maria, kita melihat potret dari seseorang yang mengetahui bahwa wajah Allah menyinari dirinya dan Ia memenuhi dirinya dengan rahmat (Bil 6:25). Allah memandang Maria dengan penuh kasih dan mencurahkan dirinya dengan rahmat ilahi, dan Ia mempersiapkan Maria untuk mengatakan “ya” terhadap rencana Allah bahwa dia akan membawa Putera-Nya dalam rahimnya ke tengah dunia. Ketika Maria dalam iman mengucapkan persetujuannya (fiat), maka Bapa surgawi memberikan kepadanya damai-sejahtera-Nya (Bil 6:26), dan secara berkesinambungan mendorong serta menyemangati Maria agar menaruh kepercayaan kepada-Nya selagi dia menyaksikan rencana-Nya bergulir, tahap demi tahap.

Iman kita mengatakan bahwa Maria sangat membutuhkan damai-sejahtera dari Allah, karena dia akan menghadapi situasi-situasi yang berbahaya dan menakutkan (lihat Luk 2:4-7; Mat 2:13-15)! Dalam masing-masing situasi, Maria belajar untuk menaruh kepercayaan secara lebih penuh bahwa Allah memberkati dan melindungi diri-Nya (Bil 6:24).

Karena Putera Allah menjadi daging dalam rahim Maria, kita pun dapat ikut ambil bagian dalam berkat-berkat ilahi yang indah ini. Kita telah dibaptis ke dalam Kristus; artinya kita mengambil bagian dalam keilahian-Nya, dan juga dalam kemanusiaan-Nya. Kita adalah para ahli waris dari berkat-berkat yang diberikan Allah kepada Israel dan secara khusus kepada Maria, sang Puteri Sion yang dikasihi-Nya.

Seperti Maria, kita dapat melangkah dengan penuh keyakinan dalam berkat dan damai-sejahtera dari Allah. Putera Allah, yang meninggalkan takhta-Nya di surga untuk menjadi seorang manusia seperti kita, telah mengalahkan dosa dan maut bagi kita semua. Setiap hari, kita dapat dengan bebas menerima hidup Yesus ke dalam hati kita dengan sekadar menjawab “ya” kepada panggilan Allah, seperti yang dilakukan oleh Maria. Oleh darah Yesus yang menyucikan, kita telah dibuat menjadi bejana-bejana Roh Kudus, dengan demikian memampukan kita untuk berseru “Abba! Bapa!” sebagai anak-anak Allah yang sejati (Gal 4:6-7). Allah kita tidak “jauh-jauh amat” dari tempat kita duduk/berdiri sekarang, malah boleh dikatakan bahwa Dia sungguh dekat, karena Dia berdiam dalam diri kita melalui Roh Kudus-Nya. Sekarang, marilah kita berbalik kepada-Nya dan memperkenankan berkat, rahmat, dan belas kasih-Nya menyinari diri kita.

Mazmur Tanggapan, do = d, 2/2 PS 809
Ref. Berbelaskasihlah Tuhan dan adil Allah kami adalah rahim.
Ayat. (Mzm 67:2-3.5.6.8; 2/4)

  1. Kiranya Allah mengasihani dan memberkati kita, kiranya Ia menyinari kita dengan wajah-Nya. Kiranya jalan-Mu dikenal di bumi, dan keselamatan-Mu di antara segala bangsa.
  2. Kiranya suku-suku bangsa bersukacita dan bersorak-sorai sebab Engkau memerintah bangsa-bangsa dengan adil, dan menuntun suku-suku di atas bumi.
  3. Kiranya bangsa-bangsa bersyukur kepada-Mu, ya Allah, kiranya bangsa-bangsa semuanya bersyukur kepada-Mu. Allah memberkati kita; kiranya segala ujung bumi takwa kepada-Nya!

DOA: 
Bapa surgawi, utuslah Roh-Mu kepada kami agar membawa kami lebih dekat lagi kepada Putera-Mu terkasih pada tahun yang baru ini. Selagi kami menyambut rahmat-Mu ke dalam hati kami, kami pun akan diperbaharui dan diperkuat agar dapat hidup sebagai saksi-saksi kasih-Mu yang tangguh. 
Amin.